MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Minggu, 14 Januari 2018 13:37
Akui Kesulitan Geografis

Warga Perbatasan yang Memiliki Identitas Ganda

Sumaji

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara Sumaji mengakui kepemilikan kartu identitas penduduk di wilayah perbatasan belum optimal.

Itu dibuktikan dengan masih ditemukannya kartu identitas ganda. Yakni, menggunakan kartu identitas Indonesia dan Malaysia, terutama yang bermukim di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Kepemilikan kartu identitas dari negara tetangga, menurutnya, untuk memudahkan masyarakat saat bekerja dan melintasi batas. Padahal, bagi warga negara Indonesia sudah sangat jelas bahwa setiap warga negara hanya diperbolehkan memiliki satu kartu identitas.

"Kesulitan untuk memberikan layanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan karena kondisi geografis. Sehingga, menyulitkan petugas Disdukcapil kabupaten menjangkau," ujarnya, Sabtu (13/1).

Dia menyebutkan, Kaltara memiliki dua kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, yakni Kabupaten Nunukan dan Malinau. Meskipun demikian, petugas Disdukcapil telah berupaya memberikan pelayanan terhadap kepemilikan kartu kependudukan.

"Warga yang ada diperbatasan seyogianya memiliki KTP Indonesia. Tapi melihat kebutuhan warga di perbatasan untuk perekonomian masih mengandalkan negara tetangga," ujarnya.

Solusinya, diperlukan untuk membangun pertokoan di wilayah perbatasan agar yang menjadi kebutuhan warga pun dapat terpenuhi, tanpa harus mencari di negara tetangga. Secara aturan, kata Sumaji, warga perbatasan hanya boleh memiliki satu identitas diri. Namun, untuk mengoptimalkan pelayanan petugas Disdukcapil kabupaten dibutuhkan anggaran. Sementara anggaran yang tersedia di masing-masing kabupaten untuk saat ini sangat minim.

"Kami memang tidak memiliki wewenang, tapi bila melihat kondisi di wilayah perbatasan tentu harus dipikirkan bersama. Terutama yang menyangkut identitas kependudukan di sana (perbatasan)," ujarnya. (uno/fen)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 14:19

Penderita ISPA Mencapai 9.828 Orang

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan Bulungan mencatat 10 penyakit paling banyak diderita warga, baik…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:10

POPM Masih 72 Persen

TANJUNG SELOR – Pemberian obat pencegaha massal (POPM) kaki gajah atau filariasis yang dimulai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:23

30 Persen Balita Pendek di Daerah Tertinggal

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang Sosial, Budaya dan Pemerintahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:55

Utamakan Program Literasi di Desa

TANJUNG SELOR – Program literasi akan difokuskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:54

Pasar Jelarai Ditarget Awal 2019

TANJUNG SELOR – Pasar tradisional yang dibangun di Desa Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan,…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:40

Investasi Berdampak ke PAD

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:24

Target Imunisasi MR Tersisa 13 Persen

TANJUNG SELOR – Upaya merealisasikan target pemberian imunisasi atau vaksin measles rubella (MR),…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:22

Ubah Stigma Penderita HIV/AIDS

TANJUNG SELOR - Kasus Human Immunodeficiency virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:19

PAD dari Pasar Sulit Terealisasi, Ini Alasannya

TANJUNG SELOR – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi maupun biaya sewa tempat di…

Kamis, 18 Oktober 2018 14:00

Ada Isu, Tapi Pejabat Ini Yakin Tak Ada Telur Palsu

TANJUNG SELOR – Beredarnya isu telur palsu yang dijual di pasaran, membuat resah warga Tanjung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .