MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 13 Januari 2018 12:29
Batas Wilayah Diserahkan ke Kemendagri
SUDAH KLIR: Salah satu batas Bulungan-Berau. Batas yang belum selesai diserahkan ke Kemendagri.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Tahun ini, Kalimantan Utara akan berulang tahun kelima. Pada momen perayaan tahun kelima berdiri, Kaltara juga bakal mendapatkan penilaian dari Kementerian Dalam Negeri untuk akhirnya menjadi provinsi definitif atau daerah otonomi penuh.

Ada 10 aspek yang bakal jadi penilaian Kemendagri kepada daerah otonomi baru (DOB). Yakni, pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD), penataan dan pengisian porsonel OPD, pengisian DPRD, penyelenggaran wajib dan pilihan, pembiayaan dan alokasi, pengalihan aset, batas wilayah, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sarana dan prasarana, serta proses pengalihan ibu kota (pengecualian).

Dari 10 aspek tersebut, Kaltara sudah merampungkan sembilan aspek penilaian. Tinggal batas wilayah yang masih dalam progres penyelesaian. Menurut Kepala Biro Pemerintahan Umum Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara Datu Iqro Ramadhan, soal batas wilayah tersebut tidak menjadi hambatan Kaltara jadi provinsi definitif.

Pasalnya, sampai saat ini persoalan batas wilayah ini progres penyelesaiannya sudah hampir 90 persen. Untuk saat ini, hanya tinggal dua batas wilayah yang belum selesai, yakni batas dalam provinsi antara Nunukan dan Tana Tidung, serta batas antarprovinsi antara Bulungan (Kaltara) dengan Berau (Kaltim).

Datu Iqro mengatakan, batas antara Nunukan dan Tana Tidung sudah sejak 2012 lalu diserahkan ke Kemendagri untuk diselesaikan. Itu berdasarkan kesepakatan Bupati Nunukan yang kala itu dijabat Basri, Bupati Tana Tidung Undunsyah dan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

“Batas antara Bulungan dan Berau masih progres penyelesaian, masih beberapa segmen yang belum klir, itu pun tinggal sedikit,” terangnya, kemarin (12/1).

Masalah batas wilayah ini, lanjutnya, tidak dapat dipungkiri memang menjadi persoalan bukan hanya di Kaltara yang masih berstatus DOB. Provinsi induk Kaltara, Kaltim juga menurutnya masih banyak yang belum 100 persen klir. Baik batas dalam provinsi maupun antarprovinsi. Selain itu, daerah lain di luar Kalimantan juga masih ada yang belum klir.

“Misalnya, di Sumatra Selatan antara Palembang dengan Banyuasin itu belum klir, bahkan sempat terjadi keributan beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Terkait ibu kota, Datu Iqro menyatakan tidak ada masalah meski statusnya belum menjadi kota, masih kecamatan. Soal ibu kota provinsi ini, dia menjelaskan juga masih banyak daerah yang masih belum selesai seperti di Maluku Utara yang sampai kini masih tarik-menarik antara Kota Ternate dan Kota Sopipi sebagai ibu kota. Padahal, sesuai undang-undang, ibu kota Maluku Utara ada di Sopipi.

Meski masih ada yang mengganjal dalam proses penilaian lima tahun Kaltara, Datu Iqro optimistis tidak menghambat Kaltara jadi provinsi definitif. “Apalagi soal batas ini progresnya sudah hampir 90 persen,” tegasnya.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie juga mengungkapkan, dari 10 item penilaian yang menjadi syarat untuk menjadi daerah otonomi penuh, provinsi paling muda di Tanah Air ini sudah menuntaskan 9 item. Satu item yang tersisa hanya penyelesaian batas wilayah.

“Sejak dibentuk, sudah ada beberapa batas wilayah kita yang sudah selesaikan. Sekarang tinggal dua yaitu batas Nunukan-Tana Tidung, dan batas Bulungan-Berau (antarprovinsi),” ungkap Irianto, belum lama ini.

Gubernur meminta kepada jajarannya untuk segera menuntaskan batas wilayah tersebut. Utamanya, kepada pemerintah kabupaten yang berbatasan, Gubernur berharap untuk tidak saling bertahan, dan secepatnya menyepakati batas wilayah keduanya. (rus/fen)


BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 11:25

Bankeu Revisi RTRW Bakal Dipangkas

TANJUNG SELOR – Pemberian bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltara kepada Pemkab Bulungan…

Kamis, 18 Januari 2018 11:53

Dua Raperda Amankan Jalan Kaltara

TANJUNG SELOR – Pembangunan jalan di Kaltara hingga kini terus dilakukan, baik oleh pemerintah…

Kamis, 18 Januari 2018 11:46

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

TANJUNG SELOR – Jalan menanjak di sekitar Kilometer 16 poros Bulungan-Berau, kembali memakan korban.…

Kamis, 18 Januari 2018 11:44

Agen Kapal Survei Kerusakan Dermaga

TARAKAN – Agen kapal tugboat KSA 32/BG Intan 7504 segera merealisasikan janjinya memperbaiki atap…

Rabu, 17 Januari 2018 13:11

Status KLB Difteri Berdampak ke Pariwisata

TARAKAN – Penyakit difteri yang mewabah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Utara, ikut berdampak…

Rabu, 17 Januari 2018 13:10

Tol Udara Dimulai Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Kementerian Perhubungan sejak tahun lalu mulai menggulirkan program tol udara…

Rabu, 17 Januari 2018 12:54

Tunggu Persetujuan Penlok dari Kemenhub

TANJUNG SELOR – Kondisi jalan di Kaltara perlu diamankan dari ancaman kerusakan akibat banyaknya…

Selasa, 16 Januari 2018 11:00

Penumpang Minsen Nyaris Jadi Korban

TARAKAN – Penumpang di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dibuat heboh dengan peristiwa yang terjadi…

Selasa, 16 Januari 2018 10:58

SOA Masih Proses Lelang, Diperkiraan Mulai Awal Februari

TANJUNG SELOR – Subsidi ongkos angkut (SOA) penerbangan perintis telah diusulkan Dinas Perhubungan…

Selasa, 16 Januari 2018 10:52

Pembentukan Tim N219 Tunggu Arahan Gubernur

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menginstruksikan untuk dibentuk tim kecil merealisasikan…

Anak SD Jadi Korban Cabul

Daya PLN Bertambah 3 MW

Posisi Laura Terancam, Gubenur Tunggu Surat Resmi PTUN Samarinda

Hanya Butuh Waktu 30 Menit, Rekonstruksi Pembuangan Janin

Tol Udara Dimulai Tahun Ini

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

Akan Panggil Nakhoda Tugboat

Dua Raperda Amankan Jalan Kaltara

Tunggu Persetujuan Penlok dari Kemenhub

Revisi Perda GSB, Bangunan Lama Dikecualikan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .