MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 12 Januari 2018 12:11
Bantah Telat, Sabirin Siapkan Langkah Hukum

Polemik Pilkada Tarakan

Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Sabirin Sanyong menepati janjinya datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan untuk mendaftar sebagai bakal calon wali kota bersama pasangannya, Tajuddin Tuwo. Ia datang menjelang detik-detik ditutupnya pendafataran pada Rabu (10/1) malam.

Pasangan Sabirin–Tajuddin datang dengan membawa SK dukungan dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dari dua partai itu, sudah cukup mengantarkan keduanya maju di Pilkada Tarakan, karena memiliki 5 kursi perwakilan di legislatif.

Namun, KPU Tarakan tidak menerima pendaftaran Sabirin–Tajuddin, karena dianggap melewati batas akhir pendaftaran. Tapi Sabirin membantah jika dianggap melewati batas waktu pendaftaran. Karena sepengatahuannya, ia bersama Tajuddin Tuwo dan timnya tiba beberapa menit sebelum pukul 12 malam.

“Pernyataan bahwa ada ketelatan kami datang lewat dari jam 12 itu adalah pernyataan KPU. Sementara di jam kami pas jam 12. Jam yang lain bahkan kurang,” ujar Sabirin di posko pemenangannya di Kelurahan Karang Anyar, Kamis (11/1).

Ia juga tidak menerima cara KPU Tarakan mengambil keputusan sepihak tanpa dihadiri seluruh komisionernya. Yang ia lihat saat tiba di KPU, hanya Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo dan salah satu komisioner lain saja, Fajar. Sedangkan jumlah komisioner KPU Tarakan ada 5 orang.

“Sejauh yang saya pahami bahwa pengambilan keputusan di KPU melalui mekanisme pleno. Tidak serta merta langsung diputuskan sendiri,” ujarnya.

Parahnya lagi, lanjut Sabirin, tidak hadirnya tiga komisioner lain karena pulang lebih awal. Mestinya, kata dia, mereka menunggu sampai berakhirnya waktu pendaftaran. Informasi yang diperolehnya, pukul 22.00 satu per satu komisioner KPU Tarakan pulang. Sehingga, yang tersisa hanya dua orang saja.

“Kenapa kemudian komisioner ini meninggalkan kantor pada jam 10 (malam). Padahal batas akhir jam 12,” protesnya.

Menyikapi persoalan tersebut, Sabirin menegaskan akan menempuh jalur hukum. Dirinya sudah menyewa pengacara untuk membawa kasus ini ke Dewan Kehormatan KPU. Dengan tuntutan memperbolehkan pihaknya melakukan pendaftaran.

“Kami akan melakukan upaya hukum. Akan melakukan gugatan ke Dewan Kehormatan KPU di Jakarta. Kami sudah menunjuk pengacara untuk menangani kasus ini. Langkah-langkah hukum ini dalam rangka bagaimana proses pilkada 2018 tidak meninggalkan hukum,” ujarnya.

Ia pun mengaku telah menjelaskan kepada Ketua KPU Tarakan bahwa dalam hierarki hukum ada sosiologi hukum. Dimana dalam mengambil kebijakan ada kondisi-kondisi yang bisa dikaji. Apalagi, hanya terkait perbedaan waktu yang terhitung beberapa menit saja. Oleh karena itu, kata dia, mestinya dalam melihat kasus ini KPU Tarakan bisa meninjau dari sisi sosiologi hukum.

Pengacara Sabirin–Tajuddin, Muklis Ramlan mengaku telah menyiapkan berkas tuntutan kliennya. Kemungkinan akan dilakukan pada Senin pekan depan. “Kalau batas waktu jam 00, saya kira perdebatannya selesai kita buka saja CCTV. Kemudian ada beberapa juga sanggahan bahwa sebelum jam 12 kami sudah di lapangan. Kemudian juga adanya alasan bahwa komisioner tinggal 2, yang lain sudah pulang, sangat tidak etis, karena seluruh komisioner KPU se-Indonesia bertahan hingga jam 12. Itu kesalahan fatal,” ujarnya.

Di sisi lain, Muklis mengharapkan komisioner KPU Tarakan memahami bahwa proses menuju pendaftaran yang dilakukan kliennya memakan waktu sangat panjang dan menghabiskan banyak hal.

“Ini tidak mudah, menghabiskan energi, biaya, dan sebagainya. Kemudian dengan kelengkapan persyaratan yang kami bawa ke KPU, seharusnya diterima. KPU Tarakan tidak boleh menolak seluruh persyaratan yang dibawa,” ujarnya.

Namun dia tidak mau berspekulasi bisa memenangkan gugatan ini. Pihaknya hanya berupaya untuk bisa membawannya ke Dewan Kehormatan KPU.

 

Pantauan Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo, pasangan dengan sebutan SANTUN itu tiba 66 menit setelah ditutupnya pendaftaran.

Teguh mengaku hanya sempat mengajak Sabirin–Tajuddin dan timnya masuk ke ruang pendaftaran untuk mengambil dokumentasi kedatangan. Namun, tidak untuk menerima dan memeriksa berkas syarat pencalonan dan calon mereka.

“Ternyata jam 12 lewat 6 (menit) beliau datang. Yang maksudnya ingin mendaftar, tetapi sesuai aturan yang kami pedomani, di dalam proses pendaftaran hari pertama dan kedua sampai jam 4 (sore). Hari ketiga dilakukan sampai jam 12 malam. Ketika lewat dari jam itu, maka kami tidak bisa menerima,” ujar Teguh. (mrs/fen)


BACA JUGA

Rabu, 26 September 2018 15:04

Pariwisata Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

TARAKAN - Naik turunnya ekonomi nasional yang dipengaruhi perekonomian dunia, perlu disiati dengan mengkaji…

Selasa, 25 September 2018 12:02

Perusahaan Jerman Tertarik Investasi Air Bersih

TARAKAN – Persoalan air bersih yang kerap menjadi keluhan warga Tarakan, menarik minat perusahaan…

Selasa, 25 September 2018 11:26

APBD-P untuk Bayar Utang

TARAKAN – DPRD Tarakan akhirnya memanggil Pemerintah Kota untuk mempertanyakan draf Kebijakan…

Selasa, 25 September 2018 11:25

Nyaleg, Kursi Wawali Kosong

TARAKAN – Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat resmi mundur dari jabatannya, bersamaan…

Selasa, 25 September 2018 11:19

Awas Salah Pilih! Inilah Ciri-Ciri Daging Ayam Segar

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan mengimbau masyarakat agar lebih…

Senin, 24 September 2018 16:36

Pengendara Sepeda Kehilangan Kaki

TARAKAN – Salah seorang warga yang bersepeda menuruni jalan menanjak di kawasan Mamburungan, Kecamatan…

Senin, 24 September 2018 16:25

Begadang Berujung Kecelakaan

TARAKAN - Kecelakaan tunggal terjadi di RT 11 Mamburungan, sekira pukul 15.00 Wita, Ahad (23/9). Sebuah…

Senin, 24 September 2018 16:18

Baznas Incar Zakat Profesi Wakil Rakyat

TARAKAN – Guna menambah penerimaan, Badan Amil Zakat Infak dan Sedekah Nasional (Baznas) Tarakan…

Senin, 24 September 2018 16:15

Gang Kerang Bersalin Beton

TARAKAN – Warga di RT 17 Kelurahan Lingkas Ujung tidak lama lagi bisa beraktivitas dengan fasilitas…

Senin, 24 September 2018 16:12

Terduga Teroris Akan Jalani Persidangan

TERDUGA teroris berinisial AS yang menebar ancaman lewat video berdurasi 2 menit 50 detik pada Mei lalu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .