MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 12 Januari 2018 12:11
Bantah Telat, Sabirin Siapkan Langkah Hukum

Polemik Pilkada Tarakan

Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Sabirin Sanyong menepati janjinya datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan untuk mendaftar sebagai bakal calon wali kota bersama pasangannya, Tajuddin Tuwo. Ia datang menjelang detik-detik ditutupnya pendafataran pada Rabu (10/1) malam.

Pasangan Sabirin–Tajuddin datang dengan membawa SK dukungan dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dari dua partai itu, sudah cukup mengantarkan keduanya maju di Pilkada Tarakan, karena memiliki 5 kursi perwakilan di legislatif.

Namun, KPU Tarakan tidak menerima pendaftaran Sabirin–Tajuddin, karena dianggap melewati batas akhir pendaftaran. Tapi Sabirin membantah jika dianggap melewati batas waktu pendaftaran. Karena sepengatahuannya, ia bersama Tajuddin Tuwo dan timnya tiba beberapa menit sebelum pukul 12 malam.

“Pernyataan bahwa ada ketelatan kami datang lewat dari jam 12 itu adalah pernyataan KPU. Sementara di jam kami pas jam 12. Jam yang lain bahkan kurang,” ujar Sabirin di posko pemenangannya di Kelurahan Karang Anyar, Kamis (11/1).

Ia juga tidak menerima cara KPU Tarakan mengambil keputusan sepihak tanpa dihadiri seluruh komisionernya. Yang ia lihat saat tiba di KPU, hanya Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo dan salah satu komisioner lain saja, Fajar. Sedangkan jumlah komisioner KPU Tarakan ada 5 orang.

“Sejauh yang saya pahami bahwa pengambilan keputusan di KPU melalui mekanisme pleno. Tidak serta merta langsung diputuskan sendiri,” ujarnya.

Parahnya lagi, lanjut Sabirin, tidak hadirnya tiga komisioner lain karena pulang lebih awal. Mestinya, kata dia, mereka menunggu sampai berakhirnya waktu pendaftaran. Informasi yang diperolehnya, pukul 22.00 satu per satu komisioner KPU Tarakan pulang. Sehingga, yang tersisa hanya dua orang saja.

“Kenapa kemudian komisioner ini meninggalkan kantor pada jam 10 (malam). Padahal batas akhir jam 12,” protesnya.

Menyikapi persoalan tersebut, Sabirin menegaskan akan menempuh jalur hukum. Dirinya sudah menyewa pengacara untuk membawa kasus ini ke Dewan Kehormatan KPU. Dengan tuntutan memperbolehkan pihaknya melakukan pendaftaran.

“Kami akan melakukan upaya hukum. Akan melakukan gugatan ke Dewan Kehormatan KPU di Jakarta. Kami sudah menunjuk pengacara untuk menangani kasus ini. Langkah-langkah hukum ini dalam rangka bagaimana proses pilkada 2018 tidak meninggalkan hukum,” ujarnya.

Ia pun mengaku telah menjelaskan kepada Ketua KPU Tarakan bahwa dalam hierarki hukum ada sosiologi hukum. Dimana dalam mengambil kebijakan ada kondisi-kondisi yang bisa dikaji. Apalagi, hanya terkait perbedaan waktu yang terhitung beberapa menit saja. Oleh karena itu, kata dia, mestinya dalam melihat kasus ini KPU Tarakan bisa meninjau dari sisi sosiologi hukum.

Pengacara Sabirin–Tajuddin, Muklis Ramlan mengaku telah menyiapkan berkas tuntutan kliennya. Kemungkinan akan dilakukan pada Senin pekan depan. “Kalau batas waktu jam 00, saya kira perdebatannya selesai kita buka saja CCTV. Kemudian ada beberapa juga sanggahan bahwa sebelum jam 12 kami sudah di lapangan. Kemudian juga adanya alasan bahwa komisioner tinggal 2, yang lain sudah pulang, sangat tidak etis, karena seluruh komisioner KPU se-Indonesia bertahan hingga jam 12. Itu kesalahan fatal,” ujarnya.

Di sisi lain, Muklis mengharapkan komisioner KPU Tarakan memahami bahwa proses menuju pendaftaran yang dilakukan kliennya memakan waktu sangat panjang dan menghabiskan banyak hal.

“Ini tidak mudah, menghabiskan energi, biaya, dan sebagainya. Kemudian dengan kelengkapan persyaratan yang kami bawa ke KPU, seharusnya diterima. KPU Tarakan tidak boleh menolak seluruh persyaratan yang dibawa,” ujarnya.

Namun dia tidak mau berspekulasi bisa memenangkan gugatan ini. Pihaknya hanya berupaya untuk bisa membawannya ke Dewan Kehormatan KPU.

 

Pantauan Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo, pasangan dengan sebutan SANTUN itu tiba 66 menit setelah ditutupnya pendaftaran.

Teguh mengaku hanya sempat mengajak Sabirin–Tajuddin dan timnya masuk ke ruang pendaftaran untuk mengambil dokumentasi kedatangan. Namun, tidak untuk menerima dan memeriksa berkas syarat pencalonan dan calon mereka.

“Ternyata jam 12 lewat 6 (menit) beliau datang. Yang maksudnya ingin mendaftar, tetapi sesuai aturan yang kami pedomani, di dalam proses pendaftaran hari pertama dan kedua sampai jam 4 (sore). Hari ketiga dilakukan sampai jam 12 malam. Ketika lewat dari jam itu, maka kami tidak bisa menerima,” ujar Teguh. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 11:57

Target Lebih Banyak Serap Pencaker

TARAKAN – Pelaksanaan job fair yang dilakukan Pemkot Tarakan dengan melibatkan beberapa perusahaan…

Selasa, 20 Februari 2018 11:54

Ngaku Guru Tari, Embat Anting-Anting Pelajar

TARAKAN – Orangtua yang memakaikan anak-anaknya perhiasan emas, harus waspada. Kemarin (19/2),…

Selasa, 20 Februari 2018 11:38

BKPPD Tunggu Hasil Panwaslu

BADAN Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Tarakan juga telah mendapatkan informasi adanya…

Selasa, 20 Februari 2018 11:36

Dua Kadis Acungkan Salam Khas Paslon, Terancam Kena Sanksi Pidana

TARAKAN – Sanksi yang bisa diterima dua kepala dinas di Pemkot Tarakan berinisial BS dan SW cukup…

Senin, 19 Februari 2018 12:33

Internet Putus Gara-Gara Longsor

TARAKAN – Jaringan internet lagi-lagi dikeluhkan warga Kalimantan Utara sejak beberapa hari terakhir.…

Minggu, 18 Februari 2018 14:04

Desak Pusat Realisasikan DOB Apau Kayan

TANJUNG SELOR – Salah satu usulan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di Kalimantan Utara adalah…

Sabtu, 17 Februari 2018 14:03

Warga Filipina Diproses Imigrasi

TARAKAN – Lima nelayan asal Filipina yang berhasil diselamatkan setelah terombang-ambing selama…

Sabtu, 17 Februari 2018 13:58

BPK Ingatkan soal Utang Proyek

TARAKAN – Persoalan utang, tidak luput dari perhatian Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan…

Jumat, 16 Februari 2018 12:58

Target Tarakan Bebas Sampah

TARAKAN – Dalam rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari, Kepala Dinas…

Kamis, 15 Februari 2018 13:06

Kenaikan Tarif Parkir Kendaraan Hanya untuk Fasilitas Pemerintah

TARAKAN - Peraturan daerah (Perda) yang dikeluarkan Pemkot Tarakan tentang kenaikan tarif parkir telah…

UMI: Nomor Satu Mudah Diingat

Warna-Warni Kampung Pelangi di Pesisir Tarakan

Sanksi Pemecatan untuk Oknum Petugas Avsec

Desak Pusat Realisasikan DOB Apau Kayan

BPK Ingatkan soal Utang Proyek

Belum Temukan Pelanggaran

Kenaikan Tarif Parkir Kendaraan Hanya untuk Fasilitas Pemerintah

Warga Filipina Diproses Imigrasi

Arief Diberi Tugas Awasi ASN

Nomor 3 Dianggap Berkah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .