MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 11 Januari 2018 13:19
Masing-Masing Bawa SK Hanura
MENDAFTAR: Pasangan Khairul-Effendhi menuju KPU Tarakan, kemarin (10/1). Di hari yang sama, pasangan Badrun-Ince pun mendaftar.

PROKAL.CO, TARAKAN — Pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota di hari terakhir, Rabu (10/1), dukungan Partai Hanura masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, pasangan Khairul—Effendhi Djuprianto, serta Badrun-Ince A Rifai saling klaim mengantongi dukungan dari Hanura.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan sampai memberikan tenggat waktu hingga pukul 12 tadi malam, bagi kedua pasangan itu untuk memastikan mana yang sah didukung Partai Hanura dari daerah hingga pusat. 

Sebab, berdasarkan hasil penelitian sementara dari syarat pencalonan kedua pasangan ketika melakukan pendaftaran di KPU Tarakan, masih ditemukan kekurangan persyaratan dukungan Hanura.

Pasangan Khairul dan Effendhi Djuprianto, misalnya. Dalam surat keputusan (SK) dukungan DPP Partai Hanura yang di dalamnya membatalkan SK dukungan kepada pasangan Badrun-Ince Rifai, serta mendukung pasangan Khairul-Effendhi Djuprianto, KPU Tarakan menemukan tidak ada tanda tangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding. Yang ada hanya tanda tangan Ketua Umum Oemar Sapta Oddang dan Wakil Sekretaris Jenderal. 

Sedangkan pasangan Badrun-Ince Rifai membawa SK dukungan yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen DPP Partai Hanura, tidak dilengkapi dengan tanda tangan pengurus Hanura Tarakan dan Kaltara pada surat kesepakatan antara parpol dengan pasangan calon.  

Setelah mengonfirmasi kepada help desk KPU RI, KPU Tarakan mendapatkan informasi ternyata persoalan ini didasari pada konflik di internal DPP Partai Hanura. Karena itu, demi kebaikan bersama, pihaknya meminta pasangan bakal calon untuk melengkapi dokumen persyaratan pencalonan terlebih dahulu, termasuk menyelesaikan konflik di Partai Hanura.

“Ternyata ada konflik internal DPP Partai Hanura. Di help desk KPU RI menyerahkan sepenuhnya kepada kami. Namun, kami tetap meminta kepada LO DPD Partai Hanura untuk melakukan koordinasi dengan LO Hanura yang ada di Jakarta untuk menyelesaikan hal ini,” ujar Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo.

Sekretaris DPD Partai Hanura Kalimantan Utara Mursalim Kahar menjelaskan, dari apa yang sudah tampak oleh mata, sebenarnya sudah jelas bahwa dukungan Partai Hanura berpihak kepada Khairul dan Effendhi Djuprianto.

Selain dibuktikan dengan terbitnya SK baru, meski hanya ditandatangani oleh Ketua Umum dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura, saat deklarasi pun telihat seluruh pengurus dari pusat hingga daerah hadir di acara Khairul dan Effendhi, sampai mengantarkan mereka mendaftar di KPU Tarakan. 

Munculnya konflik di internal DPP Partai Hanura, Mursalim membenarkannya. Namun, ia mengganggap hal itu hanya miskomunikasi saja di antara unsur pimpinan. Mursalim pun enggan menuduh Sekjen DPP Partai Hanura sebagai biang keroknya. Ia hanya mengutarakan ada oknum yang bermain. 

“Ini sebenarnya ada miskomunikasi dari awal, informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran. Jadi tanda kutip ada sesuatu, ada udang di balik batu. Mungkin karena itu sehingga Sekjen tidak mau mengakui,” ujar Mursalim.

Sepengetahuannya, Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Oddang sudah memerintahkan Sekjen Sarifuddin Sudding untuk menandatangani SK pengganti dukungan dari pasangan Badrun-Ince Rifai kepada Khairul-Effendhi Djuprianto. Namun, karena tidak melakukannya, maka dilakukan rapat pleno untuk segera mengesahkan SK tersebut. 

Adapun jatuhnya pilihan terakhir kepada Khairul-Effendhi, beber Mursalim, karena pasangan ini memang didukung dari bawah, yakni pengurus di Tarakan dan Kaltara. Ini sesuai juklak pengusungan calon yang ditetapkan Partai Hanura. Sehingga, Oesman Sapta Oddang pun menyetujui dukungan partainya kepada pasangan OKE.

“Itu sebenarnya sudah disampaikan oleh Ketum bahwa yang diinginkan adalah dokter Khairul. Hanya karena ada miskomunikasi yang sengaja dibuat, dipelintir nama, akhirnya berubah,” tuturnya. 

Mursalim memastikan bahwa persoalan dukungan ini sebenarnya sudah klir dengan terbitnya SK baru yang dibawa Khairul-Effendhi Djuprianto. Adapun penyelesaiannya, hanya menungggu konfirmasi dari LO DPP Partai Hanura. Namun, pada intinya dukungan resmi sudah diberikan kepada Khairul-Effendhi Djuprianto.

“SK yang benar adalah SK yang terakhir,” tegasnya. 

Sementara itu, di pihak Badrun menegaskan surat keputusan (SK) Partai Hanura yang dikembalikan oleh KPU saat pendaftaran akan segera dikoordinasikan ke pengurus pusat. Dalam hal ini Ketua dan Sekjen DPP Hanura. 

“Saya akan mengonfirmasikan segera hal ini ke DPP untuk meminta petunjuk. Pada prinsipnya kami sangat menghormati tanda tangan Ketua dan Sekjen DPP Hanura. Karena itu asli,” tegas Badrun dalam press rilisnya yang diterima awak media ini dari media center tim pemenangan Badrun Ince Rifai, Rabu (10/1).

Namun, pria yang masih menjabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara ini sepertinya akan legawa jika Hanura lepas dari tangannya. Karena ia mengaku tidak mau ambil pusing dengan kekurangan yang masih tampak dalam lampiran persyaratan pencalonan yang ditujukan ke KPU.

Dengan mengantongi SK Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berjumlah 6 kursi, cukup baginya untuk maju sebagai bakal calon wali kota. Hal itu pun sudah diaminkan oleh KPU Tarakan. 

“Itu tidak masalah, karena dalam politik itu dinamis. Tapi akan tetap kami koordinasikan untuk bertemu dengan siapa saja dengan niat yang lurus untuk menyelesaikan ketentuan yang ada. Sebenarnya sudah kami tempuh melalui rekomendasi atau mandat dari DPP Hanura ke ketua DPC Tarakan dan ketua DPW Kaltara, tapi dari DPW tidak sempat karena kesibukannya,” ujarnya.

Terkait mekanisme dan prosedur bakal calon yang diusung partai politik, dijelaskan Badrun, telah dilakukan secara hierarki di Partai Hanura. “Saya mendaftar di DPC Hanura, kemudian berdasarkan pendaftaran itu nama saya ada sebagai salah satu pelamar. Tapi mekanisme internal mereka secara hierarki itu di internal partai. Yang jelas, nama saya sampai ke DPP, saya tidak mungkin bawa sendiri nama saya ke pusat dong,” ucap Badrun.   

Dikatakannya, langkah yang dilakukan dengan membawa SK Hanura ke KPU merupakan sikap patuh pada aturan di internal partai pengusung. “Saya tidak pernah berpikir negatif dan lain-lain. Tapi sayang dong kalau nanti karena ulah-ulah yang barangkali tidak jelas, partai besar ini dengan 3 kursi mubazir. Sebagai instrumen demokrasi tentu ini sangat penting dan bermanfaat, apalagi tahun politik 2018 dan 2019,” bebernya.

Bagaimana tanggapan Badrun tentang pengurus Partai Hanura yang tidak bersama pendukung BAIS menuju KPU? “Saya menghormati itu, itulah demokrasi. Dalam demokrasi tidak bisa memaksa,” ujarnya.

“Tanpa Hanura dengan 6 kursi ini, KPU sudah menerima kita sebagai peserta Pilkada Tarakan, karena telah memenuhi syarat. Tapi karena kami menghormati  keputusan Ketua dan Sekjen DPP Hanura, kami meminta waktu sampai deadline terakhir supaya Partai Hanura ini tidak mubazir,” ujarnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Rabu, 26 September 2018 15:04

Pariwisata Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

TARAKAN - Naik turunnya ekonomi nasional yang dipengaruhi perekonomian dunia, perlu disiati dengan mengkaji…

Selasa, 25 September 2018 12:02

Perusahaan Jerman Tertarik Investasi Air Bersih

TARAKAN – Persoalan air bersih yang kerap menjadi keluhan warga Tarakan, menarik minat perusahaan…

Selasa, 25 September 2018 11:26

APBD-P untuk Bayar Utang

TARAKAN – DPRD Tarakan akhirnya memanggil Pemerintah Kota untuk mempertanyakan draf Kebijakan…

Selasa, 25 September 2018 11:25

Nyaleg, Kursi Wawali Kosong

TARAKAN – Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat resmi mundur dari jabatannya, bersamaan…

Selasa, 25 September 2018 11:19

Awas Salah Pilih! Inilah Ciri-Ciri Daging Ayam Segar

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan mengimbau masyarakat agar lebih…

Senin, 24 September 2018 16:36

Pengendara Sepeda Kehilangan Kaki

TARAKAN – Salah seorang warga yang bersepeda menuruni jalan menanjak di kawasan Mamburungan, Kecamatan…

Senin, 24 September 2018 16:25

Begadang Berujung Kecelakaan

TARAKAN - Kecelakaan tunggal terjadi di RT 11 Mamburungan, sekira pukul 15.00 Wita, Ahad (23/9). Sebuah…

Senin, 24 September 2018 16:18

Baznas Incar Zakat Profesi Wakil Rakyat

TARAKAN – Guna menambah penerimaan, Badan Amil Zakat Infak dan Sedekah Nasional (Baznas) Tarakan…

Senin, 24 September 2018 16:15

Gang Kerang Bersalin Beton

TARAKAN – Warga di RT 17 Kelurahan Lingkas Ujung tidak lama lagi bisa beraktivitas dengan fasilitas…

Senin, 24 September 2018 16:12

Terduga Teroris Akan Jalani Persidangan

TERDUGA teroris berinisial AS yang menebar ancaman lewat video berdurasi 2 menit 50 detik pada Mei lalu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .