MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 11 Januari 2018 13:16
Bupati Akui Progres DOB Minim
Sudjati

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Presidium Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Tanjung Selor terus mempertanyakan progres pemekaran desa dan kecamatan kepada Pemkab Bulungan.

Terkait hal tersebut, Bupati Bulungan Sudjati mengaku perkembangan pemekaran desa dan kecamatan progresnya masih minim. Masih diberlakukannya moratorium pemekaran desa menjadi penyebabnya. Selain itu, belum ada kesiapan untuk kegiatan operasional desa setelah dibentuk.

Sudjati menjelaskan, setelah dibentuk desa, maka harus ada sistem pemerintahannya sendiri, termasuk dana operasional. Desa yang dibentuk sesuai undang-undang juga diberikan alokasi dana desa (DD).

“Siapa yang akan menanggung operasionalnya, karena dana di kabupaten juga terbatas. Jadi, untuk melangkah lebih jauh masih belum bisa,” ujarnya, belum lama ini.

Namun mantan Sekkab Bulungan ini mengaku Pemkab tetap melaksanakan pemetaan rencana pemekaran desa dan kecamatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Dia menyebut pihaknya terus mendorong masalah pemekaran desa dan kecamatan dari tingkat rukun tetangga (RT). Selain itu, batas-batas desa yang menjadi salah satu syarat pemekaran juga perlu diselesaikan.

“Harapan kami tahun 2018 ini sudah ada desa dan kecamatan baru. Tetapi itu kembali lagi apakah pemerintah bisa memberikan pengecualian bagi kita atau tidak untuk memekarkan desa dan kecamatan," ujarnya.

Dia menambahkan, untuk memenuhi persyaratan menjadi DOB, Tanjung Selor membutuhkan tiga kecamatan baru. Setiap kecamatan, kata dia, minimal ada 10 desa. Kemudian, satu desa minimal harus berpenduduk 1.500 jiwa atau 300 kepala keluarga (KK).

“Kami pernah meminta pengecualian tetapi belum disetujui, karena kami berharap pemerintah bisa memberikan pengecualian bagi Bulungan untuk memekarkan desa dan kecamatan di tengah kondisi masih berlakunya moratorium. Tapi belum disetujui, karena Tanjung Selor bukan termasuk daerah perbatasan,” paparnya.

Sudjati mencontohkan kondisi yang terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat. Di Mamuju, kata dia, juga belum dijadikan kota dan masih berstatus kecamatan meski merupakan ibu kota provinsi. “Di sana sudah tiga kali ganti kepala daerah tapi belum berhasil juga (dimekarkan),” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 11:32

Sembilan Titik Rawan Laka

TANJUNG SELOR – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara memetakan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:07

Dua OPD Pemprov Naik Status

TANJUNG SELOR – Terjadi perubahan tipe organisasi perangkat daerah (OPD)…

Minggu, 09 Desember 2018 11:05

Sembilan Peserta SKB Tak Hadir

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Pemprov…

Minggu, 09 Desember 2018 11:03

Kaltara Di-deadline 14 Desember

TANJUNG SELOR – Pembahasan APBD Kaltara 2019 telah difasilitasi Direktorat…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:35

Intensitas Hujan Masih Normal

INTENSITAS hujan di Bulungan terus mengalami peningkatan. Namun, menurut data…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:31

9.743 Peserta Tunggak Iuran BPJS

TANJUNG SELOR – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Bulungan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:14

APBD Kaltara Difasilitasi Kemendagri

TANJUNG SELOR – Penetapan bersama APBD Kaltara 2019 yang belum…

Kamis, 06 Desember 2018 14:31

Humas Kaltara Masuk Nominasi Medsos Terbaik

TANGERANG – Meski belum meraih juara, prestasi membanggakan ditorehkan oleh…

Kamis, 06 Desember 2018 14:22

Penetapan DPTHP-2 Molor

TANJUNG SELOR - Rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua…

Rabu, 05 Desember 2018 09:27

Paman Garap Keponakan, Korban Ngaku Sudah 7 Kali

TANJUNG SELOR – Aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .