MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 11 Januari 2018 13:14
Kaltara Rawan Bencana Alam
Tanah longsor yang merusak rumah warga Tarakan, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Wilayah Kalimantan Utara ternyata memiliki banyak potensi bencana alam. Banjir, tanah longsor hingga gempa bumi menjadi ancaman yang mengintai daerah di Kaltara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Muhammad Pandi mengatakan, setiap daerah di Kaltara memiliki karakteristik sendiri yang berkaitan dengan potensi bencana. Kabupaten Bulungan, misalnya. Pandi mengatakan, banjir, tanah longsor dan gelombang pasang menjadi bencana alam yang menjadi ancaman.

Kemudian, Tarakan memiliki potensi bencana alam berupa tanah longsor, gempa bumi dan pasang air laut. Malinau dan Tana Tidung berpotensi bencana tanah longsor, banjir dan puting beliung. Sementara, Nunukan memiliki potensi banjir di sebagian daerah, terutama Lumbis Ogong dan Sembakung.

Pandi mengatakan, pihaknya sudah mulai mengembangkan inovasi Sistem Informasi Kebencanaan yang mendata persoalan bencana alam di Kaltara. Lewat sistem informasi ini, kata dia, BPBD Kaltara juga melatih personel dari BPBD kabupaten/kota agar bisa mengintegrasikan informasi kebencanaan antara di kabupaten/kota dengan provinsi.

“Kita pakai aplikasi InaRISK milik BNPB, jadi informasinya terpusat antara pusat dan daerah. Jadi, ini merupakan sistem peringatan dini bencana alam. Misalnya, curah hujan tinggi yang bisa sebabkan banjir akan terpetakan dan muncul di layar,” tuturnya.

Dia mengatakan, untuk Kaltara, Kabupaten Nunukan sudah ada enam unit Early Warning System (EWS) yang digunakan untuk mendeteksi banjir. Alat tersebut, kata dia, dipasang di Kecamatan Sembakung dan Lumbis. Dengan alat tersebut, jika terjadi debit air yang melebihi kapasitas, maka akan ada alarm dengan bunyi sirine.

“(Penggunaan EWS, Red) Ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat oleh BPBD Nunukan. Karena masyarakat juga harus diberi pencerahan dan pemahaman terkait hal ini. Makanya alat yang dipasang kalau melebihi ambang batas, sirine akan berbunyi. Kalau sudah berbunyi masyarakat harus diungsikan dan titik pengungsian sudah disiapkan,” paparnya.

Selain EWS, lanjutnya, di Nunukan juga sudah terpasang alat pendeteksi longsong di 18 titik. Alat tersebut merupakan hasil kerja sama antara BPBD Nunukan dengan Universitas Gajah Mada (UGM).

Terkait potensi bencana alam di Kaltara, Pandi mengatakan, pihaknya sudah mengajukan untuk dibuat peraturan daerah (Perda). “Perda tentang penanggulangan bencana, sudah kami serahkan ke DPRD untuk dilakukan pembahasan,” ujarnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 13:17

Seorang PNS Diduga Nge-Grab

KEBERADAAN layanan jasa transportasi berbasis online, Grab, di satu sisi mengancam pendapatan sopir…

Jumat, 20 Juli 2018 13:10

Ikuti Regulasi atau Tidak Boleh Beroperasi

TARAKAN – Kontroversi terhadap kehadiran layanan jasa transportasi berbasis online, Grab, terutama…

Jumat, 20 Juli 2018 13:07

Jasad Tanpa Kepala Ditemukan

TANJUNG SELOR – Kejadian heboh menggegerkan warga Bulungan dan sekitarnya pada Kamis (19/7). Pasalnya,…

Jumat, 20 Juli 2018 13:03

Terhambat Bahasa Daerah, Tembus Pedalaman Kaltara

Berlawal dari keprihatinan terhadap rendahnya tingkat membaca anak-anak di Kaltara, segelintir anak…

Kamis, 19 Juli 2018 01:56

Korsleting Listrik, Api Bakar Atap Rumah

TANJUNG SELOR - Rumah milik Petlen, 59 tahun, yang berada di Jalan Perdamaian RT 79 Kelurahan Tanjung…

Kamis, 19 Juli 2018 01:54

Berharap Kesetiaan Pelanggan, Hemat Waktu dan Isi Dompet

Perahu bermesin tempel terlihat lalu lalang di Sungai Kayan. Moda transportasi tradisional itu masih…

Kamis, 19 Juli 2018 01:49

Perlu Pendataan Ulang

ADA 11 aset yang dikembalikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ke Pemerintah Kabupaten Bulungan,…

Rabu, 18 Juli 2018 14:40

Sepekan, Tujuh Kasus Narkoba Diungkap

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kaltara selama sepekan ini berhasil…

Rabu, 18 Juli 2018 14:29

Tak Ada Tambahan Waktu

TANJUNG SELOR – Jelang batas akhir pendaftaran calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Rabu, 18 Juli 2018 14:28

Bikin Keluarga Terkejut, Dikenal Bersahaja dan Pekerja Keras

Muhammad Riharja harus pulang ke kampung halaman dalam keadaan tragis. Ia dibunuh oleh orang gila, saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .