MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Rabu, 10 Januari 2018 11:38
Kaltara Jadi Daerah Transit Terorisme
Basiran

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Penangkapan terduga terorisme di wilayah Kalimantan Utara jelang pergantian tahun ini, menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk waspada terhadap aktivitas radikalisme.

Wilayah Kaltara yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina merupakan jalur yang sangat strategis untuk masuk dan keluarnya pelaku terorisme.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltara Basiran mengatakan, wilayah Kaltara, khususnya Nunukan adalah wilayah terbuka yang menjadi daerah transit dari Malaysia dan Filipina. Terutama, saat ini dengan adanya gejolak terorisme di daerah Marawi, Filipina, para pelaku dipastikan menyasar wilayah Kaltara.

Dia mengatakan, penangkapan terduga teroris di Nunukan karena dikhawatirkan bisa merekrut masyarakat setempat. Sebab, kata dia, keberadaan pelaku terorisme, khususnya dari Filipina tidak mudah terdeteksi karena secara fisik seperti masyarakat umumnya.

Bahkan, dia melihat ada kemungkinan pelaku terorisme ini tidak hanya satu orang. Alasannya, karena kemiripan fisik tersebut antara masyarakat Indonesia, Filipina maupun Malaysia. Tidak seperti warga dari Eropa atau Amerika yang secara fisik sangat berbeda.

“Teroris ini kan mereka tidak tinggal diam, kalau mati satu akan tumbuh lagi. Karena ini kan ideologi yang berkembang terus. Makanya kita tidak boleh lengah dan bekerja sama terintegrasi, BNPT (Badan Nasional Penganggulangan Terorisme), Polri, TNI dan pemrintah daerah,” ujarnya.

Peran masyarakat, kata Basiran, juga diperlukan untuk melakukan pencegahan tindak terorisme di Kaltara. Antara lain dengan selalu melaporkan ketika ada warga baru atau pendatang di area tempat tinggal, baik warga lokal maupun asing. Sebab, proses masuk terorisme layaknya masyarakat pada umumnya.

“Jalurnya saat ini memang terbuka, karena belum ada jalur khusus,” sebutnya.

Untuk diketahui, pada 31 Desember lalu, tim Densus 88 menangkap Reza Nurzamil (26), di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan penyidikan awal, Reza merupakan anggota kelompok Ansharut Daulah asal Tasikmalaya. Ia bertugas sebagai agen hijrah Filipina dengan wilayah tugas pos 2 Nunukan. Kasus tersebut hingga kini masih didalami oleh Densus 88 Mabes Polri. (rus/fen)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 11:54

Tambang Emas Ilegal Makan Korban

TANJUNG SELOR – Aktivitas tambang emas ilegal di sekitar Kalambakas,…

Senin, 12 November 2018 22:34

Lahan Pertanian Abadi Belum Mendesak

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara…

Minggu, 11 November 2018 19:12

Perusda Tak Diseriusi Pemkab

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terkesan tidak serius menyelesaikan…

Minggu, 11 November 2018 19:00

Korban Kekerasan Enggan Melapor

TANJUNG SELOR - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat…

Sabtu, 10 November 2018 14:51

Dibutuhkan Inovasi Baru

PENGEMBANGAN program Unit Kesehatan Sekolah (UKS) diminta tidak dilakukan sendiri.…

Sabtu, 10 November 2018 14:41

Kampung KB untuk Tingkatkan Kualitas Penduduk

TANJUNG SELOR - Berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang…

Jumat, 09 November 2018 14:57

Lapas Nunukan Kedatangan Warga Baru

TANJUNG SELOR – Puluhan narapidana di Rutan Polres Bulungan dipindahkan…

Rabu, 07 November 2018 15:18

Satpol PP Hanya Beri Imbauan

TANJUNG SELOR – Hak pejalan kaki di sejumlah tempat di…

Rabu, 07 November 2018 15:15

Perpustakaan Keliling Sulit Jangkau Kawasan Transmigrasi

TANJUNG SELOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan Gerakan…

Rabu, 07 November 2018 14:50

Cakupan POMP Bulungan 100 Persen

DINAS Kesehatan (Diskes) Kaltara memperoleh data untuk kabupaten yang telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .