MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 09 Januari 2018 12:24
Akses ke Tiga Kecamatan Terputus, Jembatan Sungai Karai Disapu Banjir
SALING BANTU: Jembatan di Sungai Karai disapu banjir pada Ahad (7/1). Akibatnya, akses menuju tiga kecamatan terputus.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pembangunan jembatan di Sungai Karai tak juga mendapat perhatian Pemkab Bulungan. Padahal, jembatan yang menghubungkan Desa Baratan - Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, itu merupakan akses menuju tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Peso dan Peso Hilir.

Karena tak ada perhatian dari Pemkab Bulungan untuk mengganti konstruksi jembatan dengan yang lebih baik, kondisinya pun hanya seadanya dan memprihatinkan. Bahkan, jembatan yang hanya menggunakan kayu gelondongan itu disapu banjir pada Ahad (7/1), sekira pukul 18.00 Wita. Akibatnya, akses darat menuju Tanjung Palas Barat, Peso dan Peso Hilir pun terputus.

Personel Polsek Tanjung Palas Barat, Bripka Ali Mustofa, ambruknya jembatan baru diketahui pada saat kondisi air sungai surut. Hujan deras yang mengguyur pada pukul 16.00 pada akhir pekan lalu, membuat jembatan tergenang oleh luapan air sungai.

Dia juga mengatakan, sebelum jembatan tersebut ambruk, sejak dua minggu lalu ingin diperbaiki. Tetapi terkendala alat berat dan material berupa kayu. Dia juga mengatakan bahwa kondisi jembatan akan ambruk sudah ada tanda-tanda.

“Untuk perbaikan sebelum jembatan ambruk perlu menambah 3-4 batang kayu. Tapi berhubung pada Sabtu (6/1) dan Minggu (7/1) hujan deras, maka urung dikerjakan,” ungkapnya.

Ambruknya jembatan itu mendapat perhatian dari anggota DPRD Bulungan dan Kaltara yang turun langsung meninjau lokasi. Ketua Komisi III DPRD Bulungan Moh Nafis mengatakan, dibutuhkan jembatan darurat, setidaknya pengerjaan bisa dikebut dalam minggu-minggu ini.

“Ke depan perlu dipikirkan untuk membuat jembatan yang permanen dengan konstruksi yang kokoh agar ketika air sungai meluap, jembatan pun tidak terkena,” ujarnya.

Dia juga menekankan agar pemerintah daerah dapat memperhatikan. Apalagi, merupakan akses darat satu-satunya bagi masyarakat. Apabila untuk membangun jembatan permanen terkendala anggaran, menurutnya, pemerintah daerah bisa mengajukan di anggaran perubahan nanti.

“Diperlukan juga kerja sama antara Pemkab Bulungan dan Pemprov Kaltara untuk membangun jembatan ini. Jangan saling lempar tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kaltara Kosman Kajan pun meminta adanya pembuatan jembatan darurat. Terputusnya akses masyarakat ini, kata dia, membuat segala aktivitas jadi terhambat. Dikhawatirkannya jika ada masyarakat yang sakit kesulitan dirujuk ke rumah sakit.

“Kami juga mengharapkan dari pihak perusahaan untuk membantu. Pemerintah daerah pun harus bergerak cepat mengatasi masalah ini. Pembangunan jembatan ini sudah kami usulkan, tetapi terbentur kewenangan,” terangnya.

Pasalnya, lanjut dia, akses jembatan menuju ketiga kecamatan itu masih menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Karena sifatnya darurat dan perlu jadi perhatian, dia meminta Pemkab Bulungan maupun Pemprov Kaltara segera menindaklanjuti.

“Ini untuk kepentingan masyarakat banyak. Tidak adanya akses jembatan menyulitkan masyarakat untuk melintas, baik yang menggunakan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 6 November 2016, jembatan Sungai Karai itu pun pernah ambruk. Agar bisa tetap dilalui kendaraan, warga pun gotong royong memperbaiki. Namun tidak ditindaklanjuti oleh Pemkab Bulungan dengan mengganti menggunakan konstruksi baja atau beton.

Bupati Bulungan Sudjati yang dikonfirmasi media ini, lagi-lagi beralasan Pemkab Bulungan tidak punya dana untuk membangun jembatan di Sungai Karai. “Kami mau membangun jembatan di daerah transmigrasi yang hanya beberapa meter saja tidak bisa. Belum punya uang,” ujarnya.

Mantan Sekkab Bulungan ini mengatakan, jembatan tersebut akan digarap oleh Pemprov Kaltara. Dia juga menyebut bahwa sudah ada SK (surat keputusan) dari provinsi. Namun, kondisi keuangan Pemprov juga saat ini juga terbatas sehingga tidak berjalan.

“Ya, untuk sementara perbaikan pakai jembatan kayu,” katanya. (uno/rus/fen)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 11:56

Petaka Dini Hari di Laut Bunyu, Petaka Dini Hari di Laut Bunyu

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara kembali terjadi. Kali…

Selasa, 13 November 2018 11:43

Kembali Diusulkan Tahun Depan

FORMASI yang diperoleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara pada penerimaan CPNS…

Selasa, 13 November 2018 11:21

Desak Dewan Percepat Pembahasan APBD

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi dan DPRD Kaltara hanya memiliki…

Senin, 12 November 2018 21:28

Berawal dari Keprihatinan, Buat Aplikasi Informasi Rawan Laka

Melalui ajang Nasional Young Inventor Award (NYIA) yang diselenggarakan Lembaga…

Senin, 12 November 2018 21:12

Gubernur Tegaskan Tak Ada Defisit

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menegaskan pada…

Senin, 12 November 2018 21:10

Dipastikan Banyak Formasi Tak Terisi

TANJUNG SELOR - Seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Pemprov Kaltara…

Minggu, 11 November 2018 19:10

APK Belum Selesai

MASA kampanye peserta pemilu tahun depan, telah berjalan hingga April…

Minggu, 11 November 2018 18:49

34 Peserta Lulus Passing Grade

TANJUNG SELOR - Sudah sepekan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya…

Sabtu, 10 November 2018 14:38

Siapkan Persyaratan untuk Tol Bulungan-Berau

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat…

Sabtu, 10 November 2018 14:36

Jaringan Internet Jadi Kendala Pemdes

TANJUNG SELOR – Pelaporan penggunaan dana desa saat ini harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .