MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 05 Januari 2018 13:45
KNKT Butuh Waktu Dua Bulan, Dugaan Sementara karena Kayu
MASIH DISELIDIKI: Dugaan sementara penyebab terbaliknya speedboat Anugrah Express di Sungai Kayan, Senin (1/1), karena menghantam kayu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun tangan menyelidiki penyebab terbaliknya speedboat Anugrah Express di Sungai Kayan, Bulungan, Senin (1/1) lalu.

Informasi yang diperoleh Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dari tim KNKT yang telah berada di Tanjung Selor, untuk sementara penyebab terbaliknya speedboat nahas itu karena menabrak kayu. Namun, lanjut Irianto, KNKT akan menyelidiki lebih jauh, karena kejadian itu merenggut banyak korban jiwa. Data media ini, korban meninggal sebanyak 9 penumpang.

“Penyebab (banyak penumpang meninggal, Red) itu yang akan diselidiki,” ujarnya ketika ditemui wartawan, Kamis (4/1).

Pada pertemuan dengan KNKT, lanjutnya, juga ada beberapa langkah solusi yang akan dilakukan dari hasil evaluasi atau penyelidikan yang dilakukan KNKT, serta usulan dari pemerintah provinsi.

Di antaranya, kata Irianto, untuk jangka panjang mengusulkan perlunya pembangunan pelabuhan speedboat yang layak demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi air di setiap kabupaten, sekaligus untuk penataan perbaikan manajemen.

Untuk pembangunan pelabuhan speedboat ini, menurutnya, jika memungkinkan dengan APBD provinsi, akan dilakukan dengan APBD provinsi. Namun jika tidak, akan meminta bantuan dari APBN.

“Kalau sisi armadanya perlu sertifikasi dari pihak berwenang seperti untuk pabrik pembuatan speedboat,” ujarnya.

Namun untuk penggantian armada sesuai standar nantinya, dia menegaskan tidak bisa dilakukan secara serentak dan segera. Karena dirinya juga melihat kemampuan pemilik speedboat untuk mengganti ke armada yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna. Dia juga mengatakan, yang perlu juga dilakukan perbaikan yaitu tata kelola transportasi air.

“Tapi pihak KNKT juga sudah mengumpulkan pemangku kepentingan, termasuk pemilik speedboat. Semua kooperatif. Bahkan nanti ada semacam gerakan Jumat bersih untuk membersihkan sungai. Tidak hanya di Bulungan, tapi se-Kaltara,” tuturnya.

Selain itu, Irianto juga menyebutkan akan ada pengadaan pelampung khusus anak-anak, pengecekan pelampung apakah layak atau tidak, serta akan dilakukan pelatihan bagi motoris dan ABK.

“Nanti kami undang pihak yang berwenang untuk memberi bimbingan teknis tentang peraturan keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, paling penting pihaknya bisa membuat rekomendasi dari beberapa hal yang ditemukan di lapangan. Baik yang menyangkut kondisi berbahaya maupun penyebab kecelakaan.

“Kami butuh dua bulan untuk menyelesaikan laporan. Sekaligus untuk laporan kecelakaan speedboat yang pernah terjadi di Tarakan, tahun lalu,” ujarnya.

Untuk laporan kecelakaan speedboat di Tarakan, diakuinya, prosesnya sudah final report. Sehingga, ada kemungkinan laporan ini akan bersamaan disampaikan. Sebenarnya, kata dia, dalam menyelesaikan laporan terkait kecelakaan speedboat membutuhkan waktu setahun.

Akan tetapi, untuk kejadian di Kaltara ini pihaknya berusaha bisa menyelesaikan secepatnya agar bisa diketahui penyebabnya. Ada beberapa hal yang disampaikan terkait investigasi bahwa perlunya life jacket khusus anak-anak, speedboat harus memiliki pintu darurat dan radio dapat difungsikan kembali.

“Bagi speedboat yang tak memiliki pintu darurat agar membuat secepatnya,” ujarnya.

Sedangkan radio, kata dia, berfungsi untuk melakukan komunikasi saat sudah meninggalkan pelabuhan maupun untuk memberitahukan cuaca selama perjalanan. “Setidaknya setiap setengah jam motoris dapat menyampaikan laporan terkait kondisi terkini selama perjalanan. Baik itu soal cuaca maupun kondisi sungai, seperti tidak adanya batang hanyut yang dapat membahayakan perjalanan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya akan bertemu dengan pembuat speedboat. Soal layak atau tidak penggunaan bahan fiber glass, menurut dia, setiap armada memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Termasuk menyangkut bahan pembuatan speedboat.

Terlepas tragedi terbaliknya speedboat Anugrah Express, tragedi serupa yang terjadi 26 Juli 2017 di perairan Tarakan, sampai saat ini msih dalam proses pemeriksaan KNKT. Menurut investigator pelayaran KNKT, Bambang Safari Alwi, prosesnya saat ini sudah tahap penyelesaian. Namun, ia belum bisa membuka ke media hasil investigasi sementara.

“Saat ini kami belum bisa menyampaikan rekomendasinya. Karena terlebih dahulu kami akan mengirim ke instansi-instansi terkait untuk dimintai tanggapan. Jika dalam hasil tanggapan mereka menyetujui. Baru bisa kami rilis hasilnya,” ujar Bambang.

Sebelum dipublikasikan, pihaknya terlebih dahulu akan meminta juga tanggapan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Setelah rekomendasi dan tanggapan mereka selesai, barulah KNKT mengeluarkan rekomendasi laporan finalnya. Selanjutnya, dimasukkan ke sistem agar dapat dilihat masyarakat umum.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan KNKT bersifat ilmiah hingga sedetail-detailnya. Bahkan, sampai ke desain kapal. Dengan didukung laporan masyarakat seperti saksi, nakhoda dan lain-lain. Karena KNKT sendiri memiliki tim ahli dalam hal arsitek kapal.

“Di KNKT itu lengkap. Namun, memang untuk melakukan pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bisa tiga bulan hingga satu tahun lamanya,” ucapnya. (uno/mrs/fen2)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 11:52

ESDM Target Selesai Dua Bulan

TANJUNG SELOR – Dewan Energi Nasional (DEN) sudah memberikan deadline atau tenggat waktu kepada…

Selasa, 20 Februari 2018 11:42

DPR Awasi PLTU Gunung Seriang

TARAKAN – Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltara, Ary Yusnita menegaskan akan terus memantau pembangunan…

Selasa, 20 Februari 2018 11:34

Ganti Rugi Kembali Dibahas

WAKIL Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan lahan yang akan dibangun pembangkit listrik tenaga…

Senin, 19 Februari 2018 12:25

RS Tipe B Butuh 23 Dokter

TANJUNG SELOR – Menyusul percepatan realisasi pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B Provinsi Kaltara…

Senin, 19 Februari 2018 11:06

Rendah Karhutla, Dishut Tetap Antisipasi

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Utara…

Senin, 19 Februari 2018 10:52

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

TANJUNG SELOR – Penjualan Albothyl masih terdapat di sejumlah apotek di Tanjung Selor, Bulungan.…

Senin, 19 Februari 2018 10:50

Alat Praktik Siswa Dilengkapi Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Kunjungan kerja Gubernur Kaltara Irianto Lambrie ke Pulau Sebatik, Nunukan, Kamis…

Minggu, 18 Februari 2018 14:05

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor

TANJUNG SELOR - Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan jaringan listrik yang hingga…

Minggu, 18 Februari 2018 14:03

Parpol Diminta Lengkapi Laporan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara telah menganggarkan dana bantuan untuk partai politik (banpol)…

Minggu, 18 Februari 2018 14:02

Banjir Rendam Dua Desa

TANJUNG SELOR - Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Kabupeten Bulungan sejak beberapa hari…

Wali Kota Tarakan Bisa Dicopot, Jika Tak Mau Mengalihkan Tiga UPTD Perikanan

Penetapan NIK Ditarget Pekan Ini, Ishak: Semua Tergantung BKN

Kapolres Tegaskan Murni Kecelakaan

Diskes dan Polisi Masih Tunggu Hasil Lab

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

Banjir Rendam Dua Desa

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

Pembenahan Gudang Farmasi Kaltara, Ditargetkan Rampung Sepekan

Rela Antre demi Dokter Spesialis

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .