MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 05 Januari 2018 13:45
KNKT Butuh Waktu Dua Bulan, Dugaan Sementara karena Kayu
MASIH DISELIDIKI: Dugaan sementara penyebab terbaliknya speedboat Anugrah Express di Sungai Kayan, Senin (1/1), karena menghantam kayu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun tangan menyelidiki penyebab terbaliknya speedboat Anugrah Express di Sungai Kayan, Bulungan, Senin (1/1) lalu.

Informasi yang diperoleh Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dari tim KNKT yang telah berada di Tanjung Selor, untuk sementara penyebab terbaliknya speedboat nahas itu karena menabrak kayu. Namun, lanjut Irianto, KNKT akan menyelidiki lebih jauh, karena kejadian itu merenggut banyak korban jiwa. Data media ini, korban meninggal sebanyak 9 penumpang.

“Penyebab (banyak penumpang meninggal, Red) itu yang akan diselidiki,” ujarnya ketika ditemui wartawan, Kamis (4/1).

Pada pertemuan dengan KNKT, lanjutnya, juga ada beberapa langkah solusi yang akan dilakukan dari hasil evaluasi atau penyelidikan yang dilakukan KNKT, serta usulan dari pemerintah provinsi.

Di antaranya, kata Irianto, untuk jangka panjang mengusulkan perlunya pembangunan pelabuhan speedboat yang layak demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi air di setiap kabupaten, sekaligus untuk penataan perbaikan manajemen.

Untuk pembangunan pelabuhan speedboat ini, menurutnya, jika memungkinkan dengan APBD provinsi, akan dilakukan dengan APBD provinsi. Namun jika tidak, akan meminta bantuan dari APBN.

“Kalau sisi armadanya perlu sertifikasi dari pihak berwenang seperti untuk pabrik pembuatan speedboat,” ujarnya.

Namun untuk penggantian armada sesuai standar nantinya, dia menegaskan tidak bisa dilakukan secara serentak dan segera. Karena dirinya juga melihat kemampuan pemilik speedboat untuk mengganti ke armada yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna. Dia juga mengatakan, yang perlu juga dilakukan perbaikan yaitu tata kelola transportasi air.

“Tapi pihak KNKT juga sudah mengumpulkan pemangku kepentingan, termasuk pemilik speedboat. Semua kooperatif. Bahkan nanti ada semacam gerakan Jumat bersih untuk membersihkan sungai. Tidak hanya di Bulungan, tapi se-Kaltara,” tuturnya.

Selain itu, Irianto juga menyebutkan akan ada pengadaan pelampung khusus anak-anak, pengecekan pelampung apakah layak atau tidak, serta akan dilakukan pelatihan bagi motoris dan ABK.

“Nanti kami undang pihak yang berwenang untuk memberi bimbingan teknis tentang peraturan keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, paling penting pihaknya bisa membuat rekomendasi dari beberapa hal yang ditemukan di lapangan. Baik yang menyangkut kondisi berbahaya maupun penyebab kecelakaan.

“Kami butuh dua bulan untuk menyelesaikan laporan. Sekaligus untuk laporan kecelakaan speedboat yang pernah terjadi di Tarakan, tahun lalu,” ujarnya.

Untuk laporan kecelakaan speedboat di Tarakan, diakuinya, prosesnya sudah final report. Sehingga, ada kemungkinan laporan ini akan bersamaan disampaikan. Sebenarnya, kata dia, dalam menyelesaikan laporan terkait kecelakaan speedboat membutuhkan waktu setahun.

Akan tetapi, untuk kejadian di Kaltara ini pihaknya berusaha bisa menyelesaikan secepatnya agar bisa diketahui penyebabnya. Ada beberapa hal yang disampaikan terkait investigasi bahwa perlunya life jacket khusus anak-anak, speedboat harus memiliki pintu darurat dan radio dapat difungsikan kembali.

“Bagi speedboat yang tak memiliki pintu darurat agar membuat secepatnya,” ujarnya.

Sedangkan radio, kata dia, berfungsi untuk melakukan komunikasi saat sudah meninggalkan pelabuhan maupun untuk memberitahukan cuaca selama perjalanan. “Setidaknya setiap setengah jam motoris dapat menyampaikan laporan terkait kondisi terkini selama perjalanan. Baik itu soal cuaca maupun kondisi sungai, seperti tidak adanya batang hanyut yang dapat membahayakan perjalanan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya akan bertemu dengan pembuat speedboat. Soal layak atau tidak penggunaan bahan fiber glass, menurut dia, setiap armada memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Termasuk menyangkut bahan pembuatan speedboat.

Terlepas tragedi terbaliknya speedboat Anugrah Express, tragedi serupa yang terjadi 26 Juli 2017 di perairan Tarakan, sampai saat ini msih dalam proses pemeriksaan KNKT. Menurut investigator pelayaran KNKT, Bambang Safari Alwi, prosesnya saat ini sudah tahap penyelesaian. Namun, ia belum bisa membuka ke media hasil investigasi sementara.

“Saat ini kami belum bisa menyampaikan rekomendasinya. Karena terlebih dahulu kami akan mengirim ke instansi-instansi terkait untuk dimintai tanggapan. Jika dalam hasil tanggapan mereka menyetujui. Baru bisa kami rilis hasilnya,” ujar Bambang.

Sebelum dipublikasikan, pihaknya terlebih dahulu akan meminta juga tanggapan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Setelah rekomendasi dan tanggapan mereka selesai, barulah KNKT mengeluarkan rekomendasi laporan finalnya. Selanjutnya, dimasukkan ke sistem agar dapat dilihat masyarakat umum.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan KNKT bersifat ilmiah hingga sedetail-detailnya. Bahkan, sampai ke desain kapal. Dengan didukung laporan masyarakat seperti saksi, nakhoda dan lain-lain. Karena KNKT sendiri memiliki tim ahli dalam hal arsitek kapal.

“Di KNKT itu lengkap. Namun, memang untuk melakukan pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bisa tiga bulan hingga satu tahun lamanya,” ucapnya. (uno/mrs/fen2)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:52

Longsor di Jalan Lingkar Sebatik, Ancam Keselamatan Warga, Belum Ada Penanganan

SEBATIK BARAT – Kondisi jalan lingkar Sebatik, tepatnya di Bukit Menangis RT 06 Desa Bambangan,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:49

Bangkitkan Semangat Nasionalime di Tengah Keterbatasan

Lima tahun sudah sekolah tapal batas Darul Furqon hadir di Sebatik Tengah. Keberadaannya mampu memberikan…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:58

Bangun Laboratorium Uji Mutu

TANJUNG SELOR - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Disperindagkop…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:50

Bentuk Desa Tangguh Bencana

TANJUNG SELOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara mempunyai program membuat desa tangguh…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:38

Gelar Upacara di Sekolah Tapal Batas

Semarak Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tidak hanya dirasakan masyarakat perkotaan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:45

Berkas Laka Speedboat Belum Lengkap

BERKAS kasus kecelakaan laut Speedboat Harapan Baru, belum sepenuhnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:46

Sempat Jual Sapi, Kini Punya Belasan Kapal LCT

Meraih kesuksesan pasti melalui proses. Begitupun yang dualami Jupri Budiman Pahit dan manis menjalani…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:43

Capaian Imunisasi MR 21,68 Persen

TANJUNG SELOR - Meski pemberian vaksin Measles Rubella (MR) masih menuai pro kontra di kalangan masyarakat…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:39

Sertifikasi Halal sambil Jalan

PRO dan kontra yang terjadi akibat vaksin imunisasi Measles Rubella (MR) menimbulkan keresahan bagi…

Selasa, 14 Agustus 2018 15:51

Satu Kepala OPD Terjaring Razia Satpol PP

TANJUNG SELOR – Penekanan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie agar PNS maupun pegawai tidak tetap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .