MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 05 Januari 2018 13:45
KNKT Butuh Waktu Dua Bulan, Dugaan Sementara karena Kayu
MASIH DISELIDIKI: Dugaan sementara penyebab terbaliknya speedboat Anugrah Express di Sungai Kayan, Senin (1/1), karena menghantam kayu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun tangan menyelidiki penyebab terbaliknya speedboat Anugrah Express di Sungai Kayan, Bulungan, Senin (1/1) lalu.

Informasi yang diperoleh Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dari tim KNKT yang telah berada di Tanjung Selor, untuk sementara penyebab terbaliknya speedboat nahas itu karena menabrak kayu. Namun, lanjut Irianto, KNKT akan menyelidiki lebih jauh, karena kejadian itu merenggut banyak korban jiwa. Data media ini, korban meninggal sebanyak 9 penumpang.

“Penyebab (banyak penumpang meninggal, Red) itu yang akan diselidiki,” ujarnya ketika ditemui wartawan, Kamis (4/1).

Pada pertemuan dengan KNKT, lanjutnya, juga ada beberapa langkah solusi yang akan dilakukan dari hasil evaluasi atau penyelidikan yang dilakukan KNKT, serta usulan dari pemerintah provinsi.

Di antaranya, kata Irianto, untuk jangka panjang mengusulkan perlunya pembangunan pelabuhan speedboat yang layak demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi air di setiap kabupaten, sekaligus untuk penataan perbaikan manajemen.

Untuk pembangunan pelabuhan speedboat ini, menurutnya, jika memungkinkan dengan APBD provinsi, akan dilakukan dengan APBD provinsi. Namun jika tidak, akan meminta bantuan dari APBN.

“Kalau sisi armadanya perlu sertifikasi dari pihak berwenang seperti untuk pabrik pembuatan speedboat,” ujarnya.

Namun untuk penggantian armada sesuai standar nantinya, dia menegaskan tidak bisa dilakukan secara serentak dan segera. Karena dirinya juga melihat kemampuan pemilik speedboat untuk mengganti ke armada yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna. Dia juga mengatakan, yang perlu juga dilakukan perbaikan yaitu tata kelola transportasi air.

“Tapi pihak KNKT juga sudah mengumpulkan pemangku kepentingan, termasuk pemilik speedboat. Semua kooperatif. Bahkan nanti ada semacam gerakan Jumat bersih untuk membersihkan sungai. Tidak hanya di Bulungan, tapi se-Kaltara,” tuturnya.

Selain itu, Irianto juga menyebutkan akan ada pengadaan pelampung khusus anak-anak, pengecekan pelampung apakah layak atau tidak, serta akan dilakukan pelatihan bagi motoris dan ABK.

“Nanti kami undang pihak yang berwenang untuk memberi bimbingan teknis tentang peraturan keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, paling penting pihaknya bisa membuat rekomendasi dari beberapa hal yang ditemukan di lapangan. Baik yang menyangkut kondisi berbahaya maupun penyebab kecelakaan.

“Kami butuh dua bulan untuk menyelesaikan laporan. Sekaligus untuk laporan kecelakaan speedboat yang pernah terjadi di Tarakan, tahun lalu,” ujarnya.

Untuk laporan kecelakaan speedboat di Tarakan, diakuinya, prosesnya sudah final report. Sehingga, ada kemungkinan laporan ini akan bersamaan disampaikan. Sebenarnya, kata dia, dalam menyelesaikan laporan terkait kecelakaan speedboat membutuhkan waktu setahun.

Akan tetapi, untuk kejadian di Kaltara ini pihaknya berusaha bisa menyelesaikan secepatnya agar bisa diketahui penyebabnya. Ada beberapa hal yang disampaikan terkait investigasi bahwa perlunya life jacket khusus anak-anak, speedboat harus memiliki pintu darurat dan radio dapat difungsikan kembali.

“Bagi speedboat yang tak memiliki pintu darurat agar membuat secepatnya,” ujarnya.

Sedangkan radio, kata dia, berfungsi untuk melakukan komunikasi saat sudah meninggalkan pelabuhan maupun untuk memberitahukan cuaca selama perjalanan. “Setidaknya setiap setengah jam motoris dapat menyampaikan laporan terkait kondisi terkini selama perjalanan. Baik itu soal cuaca maupun kondisi sungai, seperti tidak adanya batang hanyut yang dapat membahayakan perjalanan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya akan bertemu dengan pembuat speedboat. Soal layak atau tidak penggunaan bahan fiber glass, menurut dia, setiap armada memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Termasuk menyangkut bahan pembuatan speedboat.

Terlepas tragedi terbaliknya speedboat Anugrah Express, tragedi serupa yang terjadi 26 Juli 2017 di perairan Tarakan, sampai saat ini msih dalam proses pemeriksaan KNKT. Menurut investigator pelayaran KNKT, Bambang Safari Alwi, prosesnya saat ini sudah tahap penyelesaian. Namun, ia belum bisa membuka ke media hasil investigasi sementara.

“Saat ini kami belum bisa menyampaikan rekomendasinya. Karena terlebih dahulu kami akan mengirim ke instansi-instansi terkait untuk dimintai tanggapan. Jika dalam hasil tanggapan mereka menyetujui. Baru bisa kami rilis hasilnya,” ujar Bambang.

Sebelum dipublikasikan, pihaknya terlebih dahulu akan meminta juga tanggapan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Setelah rekomendasi dan tanggapan mereka selesai, barulah KNKT mengeluarkan rekomendasi laporan finalnya. Selanjutnya, dimasukkan ke sistem agar dapat dilihat masyarakat umum.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan KNKT bersifat ilmiah hingga sedetail-detailnya. Bahkan, sampai ke desain kapal. Dengan didukung laporan masyarakat seperti saksi, nakhoda dan lain-lain. Karena KNKT sendiri memiliki tim ahli dalam hal arsitek kapal.

“Di KNKT itu lengkap. Namun, memang untuk melakukan pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bisa tiga bulan hingga satu tahun lamanya,” ucapnya. (uno/mrs/fen2)


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 18:00
BREAKING NEWS

Stevanus Tewas dalam Kecelakaan Speedboat

TARAKAN - Ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan didatangi sejumlah keluarga korban kecelakaan…

Selasa, 22 Mei 2018 16:31
BREAKING NEWS

Speedboat Tabrak Pohon, Korban Luka Parah, Satu Bayi Pingsan

TARAKAN - Kecelakaan speedboat kembali terjadi, kini giliran SB Harapan Baru keberangkatan pukul 12.00…

Selasa, 22 Mei 2018 14:51

Kasus Terduga Teroris Terus Dilidik

TANJUNG SELOR – Terduga teroris berinisial AS, berumur 22 tahun merupakan pemuda asal Bumi Paguntaka-sebutan…

Selasa, 22 Mei 2018 14:32

Pesawat Nurtanio Masih Uji Terbang

TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara terus melakukan komunikasi sebagai tindaklanjut…

Selasa, 22 Mei 2018 14:15

Seribu Rumah Dicat, Gunakan Dana Swadaya

Penataan kawasan kumuh di Kelurahan Selumit Pantai segera dilakukan Pemerintah Kota Tarakan. Diperkirakan,…

Selasa, 22 Mei 2018 14:12

Formasi CPNS di Sosmed Hoaks

TANJUNG SELOR – Beberapa waktu lalu, di media sosial sempat ramai beredar informasi bahwa kuota…

Senin, 21 Mei 2018 14:40

Temui Moeldoko, Gubernur Bahas Listrik

JAKARTA – Lobi-lobi di tingkat pusat agar mendapat dukungan pembangunan, gencar dilakukan Gubernur…

Senin, 21 Mei 2018 14:27

Dapat Beasiswa ke Yaman, Ajak Generasi Muda Belajar Agama

Bagi generasi millenial, menjadi Youtuber atau Selebgram, merupakan pekerjaan yang lebih menarik. Namun…

Senin, 21 Mei 2018 14:24

Perbaikan di Apau Kayan Butuh Dana Besar

TANJUNG SELOR – Membangun infrastruktur jalan di perbatasan Indonesia-Malaysia tepatnya di Apau…

Minggu, 20 Mei 2018 14:41

Terlibat Narkoba, ASN Dipecat

TANJUNG SELOR – Perang terhadap narkoba tidak hanya menjadi slogan di lingkungan Pemprov…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .