MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 05 Januari 2018 13:37
Harga Rumput Laut Kembali Anjlok
MENUMPUK: Pembudidaya enggan menjual rumput laut karena harga saat ini anjlok.

PROKAL.CO, TARAKAN – Rumput laut kini menjadi salah satu komoditas andalan di Tarakan. Budidaya rumput laut banyak dilakukan oleh warga yang tinggal di pesisir pantai, terutama di Kelurahan Pantai Amal dan Juata Laut.

Namun, memasuki awal tahun, pembudidaya rumput laut di Tarakan diresahkan dengan penurunan harga. Kondisi ini sudah terjadi seminggu lamanya. Akibatnya, rumput laut mereka hanya tertahan di rumah, karena belum ada pembeli.

“Ada sudah satu minggu, tidak ada yang mau beli karena masalahnya tahun baru, tertutup gudang,” keluh Askar, warga RT 07 Kelurahan Pantai Amal, Kamis (4/12).

Informasi yang diperoleh Askar, rencananya hari ini para pengumpul baru menerima pembelian rumput laut. Itu pun kalau mereka jadi membuka pembelian. Jika tidak, maka akan rumput laut Askar terus menumpuk di rumahnya.

Namun, persoalan mendasar, beber Askar, karena harga rumput laut yang jatuh saat ini. Askar enggan menjual jika hanya dihargai Rp 14 ribu per kilogram. Padahal, harga standar Rp 18 ribu per kilogram. Jika dijual dengan harga murah, keuntungannya tidak sebanding dengan modal dan jerih payah yang sudah dilakukan.

Padahal, bulan lalu harga rumput lalu sempat melonjak hingga Rp 21 ribu per kilogram untuk kualitas bagus. “Sebenarnya ada yang mau beli, tapi murah. Rp 14 ribu saja. Maunya Rp 20 atau Rp 21 ribu,” lanjutnya.

Beruntung, rumput lautnya tidak mudah busuk. Apalagi jika kondisi siang hari disinari matahari sehingga Askar bisa menjemur setiap hari rumput lautnya. Karena semakin kering kondisi rumput laut akan membuatnya semakin tahan lama.

Salah satu pengumpul rumput laut, Rosnaini membenarkan sempat tidak dibukanya pembelian saat dua hari menjelang tutup tahun. Karena mengikuti atasannya. Namun, sejak awal tahun ia sudah membuka pembelian rumput laut. Tapi dengan harga yang memang murah. Menyesuaikan harga yang dipatok atasannya, yakni pemilik pabrik.

“Harga rumput laut sekarang Rp 15 ribu, itu pun yang bersih dan kering. Kalau standarnya Rp 14 ribu,” ujarnya.

Ia mengakui banyak pembudidaya yang enggan menjual rumput lautnya jika mengikuti harga saat ini. Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak, karena mengikuti harga yang sudah di patok pabrik rumput laut.

“Kami hanya pengumpul saja, masih ada di atas kami. Barangkali atasan kami ada kerugian atau bagaimana, atau memang dari pusatnya segitu dikasih. Kami tidak tahu, cuma kami dipatok harga sekian,” bebernya.

Pemerintah Kota Tarakan sendiri sejauh ini belum mengambil tindakan terkait anjloknya harga rumput laut. Menurut Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tarakan Wipraptono Soebagio, menyatakan pemerintah tidak punya kewenangan mengatur harga rumput laut. Yang bisa distabilkan hanya kebutuhan sembilan bahan pokok.

“Coba dibuka di peraturan Menteri Perdagangan. Itu komoditi apa saja yang bisa diatur oleh pemerintah, yang saya ingat hanya 9 bahan pokok,” ujarnya.

Yang bisa dilakukan pemerintah, lanjutnya, hanya memfasilitasi pembudidaya rumput laut dan pembeli dalam hal ini pengumpul hingga pabrik untuk bernegosiasi soal harga. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Jumat, 13 April 2018 14:25

Realisasi PBB Masih Minim

TANJUNG SELOR – Realisasinya pajak bumi dan bangunan di triwulan I tahun ini yaitu Rp 109.116.168…

Jumat, 13 April 2018 14:16

BI Klaim Rupiah Beredar hingga Pelosok

TARAKAN – Kalimantan Utara dipilih sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi pilot…

Jumat, 13 April 2018 13:52

Ekspor-Impor Februari Merosot

TANJUNG SELOR – Ekspor dan impor di Kalimantan Utara pada Februari 2018 mencatatkan penurunan.…

Jumat, 13 April 2018 13:47

Kaltara Dapat Dividen Rp 29 M

TANJUNG SELOR – PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim dan Kaltara (Bankaltimtara) berhasil menjaga…

Kamis, 12 April 2018 13:51

OJK Awasi Ketat Kinerja BPR

TARAKAN – Geliat pembangunan di Kalimantan Utara yang terus tumbuh dan berkembang, ikut mendorong…

Kamis, 12 April 2018 13:47

Kejar Target PBB

POTENSI pendapatan yang diperoleh Pemerintah Kota Tarakan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam setahun…

Kamis, 12 April 2018 13:32

Tiongkok Kurangi Impor, HBA Turun

TANJUNG SELOR – Setelah terus mengalami kenaikan sejak tahun lalu, harga batu bara acuan (HBA)…

Rabu, 11 April 2018 11:30

WAH GAWAT !!! Pangkalan ‘Timbun’ Elpiji 3 Kg

TARAKAN – Keluhan warga terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram sejak beberapa hari belakangan, ditindaklanjuti…

Selasa, 10 April 2018 11:59

Jumlah Pengusaha Lokal Tergerus

TARAKAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat adanya persaingan usaha yang tidak sehat…

Selasa, 10 April 2018 11:15

Elpiji 3 Kg Langka Lagi

TARAKAN – Elpiji 3 kg masih menjadi pilihan banyak warga Tarakan, meski di Bumi Paguntaka –sebutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .