MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 05 Januari 2018 13:37
Harga Rumput Laut Kembali Anjlok
MENUMPUK: Pembudidaya enggan menjual rumput laut karena harga saat ini anjlok.

PROKAL.CO, TARAKAN – Rumput laut kini menjadi salah satu komoditas andalan di Tarakan. Budidaya rumput laut banyak dilakukan oleh warga yang tinggal di pesisir pantai, terutama di Kelurahan Pantai Amal dan Juata Laut.

Namun, memasuki awal tahun, pembudidaya rumput laut di Tarakan diresahkan dengan penurunan harga. Kondisi ini sudah terjadi seminggu lamanya. Akibatnya, rumput laut mereka hanya tertahan di rumah, karena belum ada pembeli.

“Ada sudah satu minggu, tidak ada yang mau beli karena masalahnya tahun baru, tertutup gudang,” keluh Askar, warga RT 07 Kelurahan Pantai Amal, Kamis (4/12).

Informasi yang diperoleh Askar, rencananya hari ini para pengumpul baru menerima pembelian rumput laut. Itu pun kalau mereka jadi membuka pembelian. Jika tidak, maka akan rumput laut Askar terus menumpuk di rumahnya.

Namun, persoalan mendasar, beber Askar, karena harga rumput laut yang jatuh saat ini. Askar enggan menjual jika hanya dihargai Rp 14 ribu per kilogram. Padahal, harga standar Rp 18 ribu per kilogram. Jika dijual dengan harga murah, keuntungannya tidak sebanding dengan modal dan jerih payah yang sudah dilakukan.

Padahal, bulan lalu harga rumput lalu sempat melonjak hingga Rp 21 ribu per kilogram untuk kualitas bagus. “Sebenarnya ada yang mau beli, tapi murah. Rp 14 ribu saja. Maunya Rp 20 atau Rp 21 ribu,” lanjutnya.

Beruntung, rumput lautnya tidak mudah busuk. Apalagi jika kondisi siang hari disinari matahari sehingga Askar bisa menjemur setiap hari rumput lautnya. Karena semakin kering kondisi rumput laut akan membuatnya semakin tahan lama.

Salah satu pengumpul rumput laut, Rosnaini membenarkan sempat tidak dibukanya pembelian saat dua hari menjelang tutup tahun. Karena mengikuti atasannya. Namun, sejak awal tahun ia sudah membuka pembelian rumput laut. Tapi dengan harga yang memang murah. Menyesuaikan harga yang dipatok atasannya, yakni pemilik pabrik.

“Harga rumput laut sekarang Rp 15 ribu, itu pun yang bersih dan kering. Kalau standarnya Rp 14 ribu,” ujarnya.

Ia mengakui banyak pembudidaya yang enggan menjual rumput lautnya jika mengikuti harga saat ini. Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak, karena mengikuti harga yang sudah di patok pabrik rumput laut.

“Kami hanya pengumpul saja, masih ada di atas kami. Barangkali atasan kami ada kerugian atau bagaimana, atau memang dari pusatnya segitu dikasih. Kami tidak tahu, cuma kami dipatok harga sekian,” bebernya.

Pemerintah Kota Tarakan sendiri sejauh ini belum mengambil tindakan terkait anjloknya harga rumput laut. Menurut Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tarakan Wipraptono Soebagio, menyatakan pemerintah tidak punya kewenangan mengatur harga rumput laut. Yang bisa distabilkan hanya kebutuhan sembilan bahan pokok.

“Coba dibuka di peraturan Menteri Perdagangan. Itu komoditi apa saja yang bisa diatur oleh pemerintah, yang saya ingat hanya 9 bahan pokok,” ujarnya.

Yang bisa dilakukan pemerintah, lanjutnya, hanya memfasilitasi pembudidaya rumput laut dan pembeli dalam hal ini pengumpul hingga pabrik untuk bernegosiasi soal harga. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 11:56

Distributor Pupuk Masih Kurang

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Andi Santiaji Pananrangi…

Senin, 15 Januari 2018 11:45

Jumlah PKH Diperkirakan Tak Berubah

TANJUNG SELOR – Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos)…

Senin, 15 Januari 2018 11:38

Kenaikan Harga Beras Dikeluhkan

TARAKAN – Dalam kurun waktu satu bulan terakhir terjadi dua kali kenaikan harga beras di Tarakan.…

Minggu, 14 Januari 2018 13:40

Kembangkan BUMDes dan Prokudes

TANJUNG SELOR – Alokasi dana desa dari pemerintah setiap tahunnya selalu meningkat. Di Kaltara…

Minggu, 14 Januari 2018 13:35

Harga Cabai Naik

TANJUNG SELOR - Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional awal bulan ini mengalami penurunan. Berdasarkan…

Sabtu, 13 Januari 2018 12:33

Skema Penyaluran Dana Desa Berubah

TANJUNG SELOR – Skema [enyaluran dana desa yang sebelumnya dibagi dalam dua tahap, mulai tahun…

Rabu, 10 Januari 2018 11:35

Kementan Lirik Potensi Kaltara

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara menjadi salah satu daerah yang menjadi target dari Kementerian…

Selasa, 09 Januari 2018 12:32

Ekspor Kepiting Bertelur Naik 20 Persen

TARAKAN – Stasiun Karantina Ikan Kelas II Tarakan mencatat adanya peningkatan ekspor kepiting…

Minggu, 07 Januari 2018 15:18

Stok Beras Aman hingga 4 Bulan

TANJUNG SELOR – Persediaan beras Bulog di Kabupaten Bulungan aman hingga 4 bulan kedepan. Saat…

Minggu, 07 Januari 2018 15:15

Produk Lokal Belum Digarap Maksimal

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara memiliki berbagai produk yang saat ini belum digarap maksimal.…

Skema Penyaluran Dana Desa Berubah

Harga Cabai Naik

Kenaikan Harga Beras Dikeluhkan

HET Beras Dicuekin Pedagang

Kembangkan BUMDes dan Prokudes

Distributor Pupuk Masih Kurang

Pertambangan dan Perkebunan Pengaruhi Ekonomi Kaltara

Jumlah PKH Diperkirakan Tak Berubah

Sektor Pertambangan Masih Jadi Andalan

Tarakan Jadi Pilot Project Gerakan Non Tunai
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .