MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 05 Januari 2018 13:37
Harga Rumput Laut Kembali Anjlok
MENUMPUK: Pembudidaya enggan menjual rumput laut karena harga saat ini anjlok.

PROKAL.CO, TARAKAN – Rumput laut kini menjadi salah satu komoditas andalan di Tarakan. Budidaya rumput laut banyak dilakukan oleh warga yang tinggal di pesisir pantai, terutama di Kelurahan Pantai Amal dan Juata Laut.

Namun, memasuki awal tahun, pembudidaya rumput laut di Tarakan diresahkan dengan penurunan harga. Kondisi ini sudah terjadi seminggu lamanya. Akibatnya, rumput laut mereka hanya tertahan di rumah, karena belum ada pembeli.

“Ada sudah satu minggu, tidak ada yang mau beli karena masalahnya tahun baru, tertutup gudang,” keluh Askar, warga RT 07 Kelurahan Pantai Amal, Kamis (4/12).

Informasi yang diperoleh Askar, rencananya hari ini para pengumpul baru menerima pembelian rumput laut. Itu pun kalau mereka jadi membuka pembelian. Jika tidak, maka akan rumput laut Askar terus menumpuk di rumahnya.

Namun, persoalan mendasar, beber Askar, karena harga rumput laut yang jatuh saat ini. Askar enggan menjual jika hanya dihargai Rp 14 ribu per kilogram. Padahal, harga standar Rp 18 ribu per kilogram. Jika dijual dengan harga murah, keuntungannya tidak sebanding dengan modal dan jerih payah yang sudah dilakukan.

Padahal, bulan lalu harga rumput lalu sempat melonjak hingga Rp 21 ribu per kilogram untuk kualitas bagus. “Sebenarnya ada yang mau beli, tapi murah. Rp 14 ribu saja. Maunya Rp 20 atau Rp 21 ribu,” lanjutnya.

Beruntung, rumput lautnya tidak mudah busuk. Apalagi jika kondisi siang hari disinari matahari sehingga Askar bisa menjemur setiap hari rumput lautnya. Karena semakin kering kondisi rumput laut akan membuatnya semakin tahan lama.

Salah satu pengumpul rumput laut, Rosnaini membenarkan sempat tidak dibukanya pembelian saat dua hari menjelang tutup tahun. Karena mengikuti atasannya. Namun, sejak awal tahun ia sudah membuka pembelian rumput laut. Tapi dengan harga yang memang murah. Menyesuaikan harga yang dipatok atasannya, yakni pemilik pabrik.

“Harga rumput laut sekarang Rp 15 ribu, itu pun yang bersih dan kering. Kalau standarnya Rp 14 ribu,” ujarnya.

Ia mengakui banyak pembudidaya yang enggan menjual rumput lautnya jika mengikuti harga saat ini. Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak, karena mengikuti harga yang sudah di patok pabrik rumput laut.

“Kami hanya pengumpul saja, masih ada di atas kami. Barangkali atasan kami ada kerugian atau bagaimana, atau memang dari pusatnya segitu dikasih. Kami tidak tahu, cuma kami dipatok harga sekian,” bebernya.

Pemerintah Kota Tarakan sendiri sejauh ini belum mengambil tindakan terkait anjloknya harga rumput laut. Menurut Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tarakan Wipraptono Soebagio, menyatakan pemerintah tidak punya kewenangan mengatur harga rumput laut. Yang bisa distabilkan hanya kebutuhan sembilan bahan pokok.

“Coba dibuka di peraturan Menteri Perdagangan. Itu komoditi apa saja yang bisa diatur oleh pemerintah, yang saya ingat hanya 9 bahan pokok,” ujarnya.

Yang bisa dilakukan pemerintah, lanjutnya, hanya memfasilitasi pembudidaya rumput laut dan pembeli dalam hal ini pengumpul hingga pabrik untuk bernegosiasi soal harga. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 14:15

Rancang Perluasan Komoditas

KEPALA Biro Perekonomian Setprov Kalimantan Utara Usdiansyah mengatakan, produksi sumber daya alam (SDA)…

Minggu, 07 Oktober 2018 15:10

Awasi Kestabilan Harga di Perbatasan

TANJUNG SELOR – Pengawasan harga barang terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltara, khususnya…

Jumat, 05 Oktober 2018 14:30

Izin Perkebunan Sawit Diperketat

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan akan mengkaji permohonan perpanjangan izin lokasi dan izin usaha perusahaan…

Kamis, 04 Oktober 2018 17:21

Ekspor Kayu Tumbuh 63 Persen

TANJUNG SELOR – Ekspor kayu dari Kalimantan Utara mengalami pertumbuhan pada triwulan I 2018.…

Kamis, 04 Oktober 2018 16:48

Provinsi Diminta Tertibkan Pergub Untuk Atur Harga Udang di Kaltara

TARAKAN – Hasil kunjungan yang dilakukan DPRD Tarakan ke kementerian terkait untuk menyikapi anjloknya…

Senin, 01 Oktober 2018 15:48

Warga Diajak Konsumsi Produk Lokal

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara mempunyai potensi sumber daya alam di tiap kabupaten dan kota.…

Minggu, 30 September 2018 16:44

Jamin SOA Barang Tak Dimonopoli

TANJUNG SELOR – Tingginya harga barang di daerah perbatasan, menjadi perhatian serius Pemprov…

Jumat, 28 September 2018 16:04

Pelaku Usaha Wajib Miliki NIB

TANJUNG SELOR - Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi…

Jumat, 28 September 2018 15:47

Harga Sewa Terlalu Mahal, Investor Mundur Kelola Pabrik Rumput Laut

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan terus berupaya memfungsikan pabrik…

Rabu, 26 September 2018 14:59

ADUH..!! 80 Persen Kebutuhan Warga Masih dari Malaysia

TANJUNG SELOR – Banyaknya barang-barang dari Malaysia yang beredar di daerah perbatasan Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .