MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 05 Januari 2018 13:33
Kadin Sarankan 30 Persen untuk Infrastruktur

Gubernur Sebut Tahun Lalu Lebih 50 Persen

Kilit Laing

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu atensi Pemprov Kalimantan Utara. Itu juga selaras dengan cita-cita perjuangan pembentukan provinsi ke-34 ini, selain mendekatkan rentang kendali pemerintahan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Utara Kilit Laing pun melihat pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan sudah berjalan. Bahkan,saat ini telah dibuka jalan menuju ke perbatasan yang sejak lama menjadi impian warga setempat. Meskipun belum sepenuhnya rampung.

Hanya saja, dirinya menganggap alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan untuk membuka keterisolasian warga perbatasan maupun pedalaman masih kecil. Menurutnya, paling tidak alokasi anggaran khusus pembangunan jalan dan jembatan mencapai 30 persen dari total APBD.

“Karena pembangunan infrastruktur (jalan dan jembatan, Red) itu sangat penting. Infrastruktur merupakan kunci dari semua kepentingan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya kepada pewarta, Kamis (4/1).

Dikatakan, saat ini masih banyak daerah-daerah di pedalaman dan perbatasan yang masih minim pembangunan infrastruktur. Dia mencontohkan di Kabupaten Malinau. Di kabupaten yang memiliki wilayah paling luas di provinsi bungsu ini, kata Kilit Laing, sangat membutuhkan pembangunan jalan dan jembatan.

“Saya berbicara demikian karena saya orang Malinau. Jadi saya tahu kondisi di sana,” ungkapnya.

Namun, dia juga menyadari bahwa pemerintah daerah tidak mungkin bergerak sendiri membangun infrastruktur, karena harus pula mempertimbangkan sisi lain dan menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

Untuk itu, kata dia, pemerintah pusat harus terlibat dan memberikan perhatian khusus pembangunan infrastruktur di Kalimantan Utara. Selain itu, dia juga menyarankan semua pihak, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota menyuarakan ke pusat agar mendapatkan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur.

“Kami pun akan ikut membantu. Kami rencananya akan berkoordinasi dengan Kadin Pusat untuk menggelar dialog bersama Presiden mengangkat persoalan infrastruktur di Kaltara ini,” ujarnya.

“Karena pola pembangunan sekarang tidak hanya oleh pemerintah daerah. Tapi pusat pun harus memberi perhatian,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, di Kalimantan Utara ini ada tiga faktor yang mesti menjadi perhatian. Selain infrastruktur, yakni pemenuhan kebutuhan listrik. Untuk persoalan ini, lanjutnya, semua potensi harus dimanfaatkan agar kebutuhan listrik terpenuhi. Misal, kata dia, memanfaatkan potensi Sungai Kayan di Bulungan, Sungai Mentarang di Malinau dan Sungai Sembakung di Nunukan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air.

Faktor lain yang harus menjadi perhatian Pemprov Kaltara yaitu sektor pertanian. Menurutnya, banyak masyarakat Kaltara yang menggantungkan hidup di sektor pertanian. Karena itu, dia menyarankan agar Pemprov Kaltara dapat mengalokasikan 10 persen anggaran dari APBD untuk sektor pertanian dalam arti luas. Ini juga sesuai cita-cita untuk mewujudkan Kaltara sebagai lumbung pangan.

Sementara itu, terkait saran Kadin Kaltara agar dialokasikan anggaran 30 persen dari APBD, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyatakan bahwa alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur telah melebihi 30 persen. Bahkan, dia menyebut antara 40 hingga 50 persen.

“Tahun lalu itu 50 persen lebih. Tapi infrastruktur itu kan bukan hanya jalan, jembatan, tapi juga untuk kesehatan, pendidikan,” ujarnya.

Di tahun ini pun, lanjutnya, porsi anggaran untuk infrastruktur dalam arti luas tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Bahkan, dirinya menyatakan melakukan rasionalisasi agar dapat menambah anggaran infrastruktur yang kurang, termasuk perkantoran dan melanjutkan program-program yang belum tuntas, dan perbaikan rumah orang miskin, perbaikan sanitasi lingkungan dan air bersih.

“Termasuk bantuan keuangan ke kabupaten/kota. Pada umumnya kan infrastruktur. Rata-rata satu tahun lebih dari Rp 100 miliar untuk bantuan keuangan kabupaten dan kota,” ujarnya. (fen)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 11:52

ESDM Target Selesai Dua Bulan

TANJUNG SELOR – Dewan Energi Nasional (DEN) sudah memberikan deadline atau tenggat waktu kepada…

Selasa, 20 Februari 2018 11:42

DPR Awasi PLTU Gunung Seriang

TARAKAN – Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltara, Ary Yusnita menegaskan akan terus memantau pembangunan…

Selasa, 20 Februari 2018 11:34

Ganti Rugi Kembali Dibahas

WAKIL Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan lahan yang akan dibangun pembangkit listrik tenaga…

Senin, 19 Februari 2018 12:25

RS Tipe B Butuh 23 Dokter

TANJUNG SELOR – Menyusul percepatan realisasi pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B Provinsi Kaltara…

Senin, 19 Februari 2018 11:06

Rendah Karhutla, Dishut Tetap Antisipasi

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Utara…

Senin, 19 Februari 2018 10:52

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

TANJUNG SELOR – Penjualan Albothyl masih terdapat di sejumlah apotek di Tanjung Selor, Bulungan.…

Senin, 19 Februari 2018 10:50

Alat Praktik Siswa Dilengkapi Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Kunjungan kerja Gubernur Kaltara Irianto Lambrie ke Pulau Sebatik, Nunukan, Kamis…

Minggu, 18 Februari 2018 14:05

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor

TANJUNG SELOR - Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan jaringan listrik yang hingga…

Minggu, 18 Februari 2018 14:03

Parpol Diminta Lengkapi Laporan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara telah menganggarkan dana bantuan untuk partai politik (banpol)…

Minggu, 18 Februari 2018 14:02

Banjir Rendam Dua Desa

TANJUNG SELOR - Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Kabupeten Bulungan sejak beberapa hari…

Wali Kota Tarakan Bisa Dicopot, Jika Tak Mau Mengalihkan Tiga UPTD Perikanan

Penetapan NIK Ditarget Pekan Ini, Ishak: Semua Tergantung BKN

Kapolres Tegaskan Murni Kecelakaan

Diskes dan Polisi Masih Tunggu Hasil Lab

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

Banjir Rendam Dua Desa

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

Pembenahan Gudang Farmasi Kaltara, Ditargetkan Rampung Sepekan

Rela Antre demi Dokter Spesialis

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .