MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 04 Januari 2018 13:38
Sempat Berkumpul, Sang Ayah Sampaikan Pesan untuk Direlakan

Korban Meninggal Tragedi Speedboat Anugrah Express: Ahmad dan Yuliana (3-Habis)

TERIMA SANTUNAN: Anak korban meninggal tragedi speedboat Anugrah Express disambangi Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Senin (1/1).

PROKAL.CO, Tragedi terbaliknya speedboat Anugrah Express di Sungai Kayan, Bulungan pada Senin (1/1). Juga merenggut nyawa pasangan suami istri yang merupakan warga Jalan Pahlawan Tanjung Selor. Yakni, Ahmad dan Yuliana.

 

PURWANTO, Tanjung Selor

 

SUASANA duka masih menyelimuti keluarga Ahmad dan Yuliana. Bahkan, usaha salon yang dirintis pasangan Ahmad-Yuliana masih terlihat tutup saat media ini menyambangi pada Selasa (2/1).

Di teras rumah terparkir kendaraan roda dua dan roda empat. Sanak keluarga korban yang berjumlah empat orang tengah duduk di teras rumah sembari mengobrol. Salah satu keluarga korban pun menghampiri media ini.

Tak berselang lama, kedua anak korban speedboat Anugrah Express, Ayu Raihan Fadillah dan Alya Safadillah keluar dari dalam rumah. Keduanya mengenakan hijab kemudian menghampiri pewarta.

Keduanya saat kejadian bersama orangtuanya berangkat menggunakan speedboat Anugrah Express dengan jadwal keberangkatan pukul 08.15. Sebelum kejadian nahas tersebut, keluarga itu meninggalkan rumah untuk menuju ke Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor pada pukul 07.00. Padahal, rencananya keberangkatan mereka ingin ikut speedboat pukul 08.40 atau pukul 10.00 untuk menuju Tarakan.

Menurut pengakuan Ayu Raihan Fadillah, sengaja berangkat pagi-pagi dari Tanjung Selor agar bisa jalan-jalan saat tiba di Kota Tarakan. Karena keberangkatan mereka ke Tarakan untuk mengantarkan Ayu untuk berangkat ke Malang, Jawa Timur. Karena saat itu masa libur sekolah sudah usai.

Ayu merupakan siswi kelas 11 SMAN 1 Malang. Rencananya, keberangkatan Ayu akan diantar oleh ibunya, Yuliana. Sementara ayah dan adiknya yang bernama Alya Safadillah hanya mengantarkan sampai di Bandara Juwata Tarakan saja.

“Tapi sebenarnya kami ingin berangkat hari ini (Selasa). Tapi keinginan ibu agar berangkat Senin biar adik juga bisa ikut ke Tarakan. Karena adik sekolah di sini (Tanjung Selor),” ucapnya.

Saat berada di speedboat tersebut, Ayu memang terpisah jarak tempat duduk dengan orangtua dan adiknya. Ayu duduk paling belakang dekat dengan mesin speedboat. Dia memilih duduk paling belakang agar bisa kena angin.

Sebelum kejadian tersebut, diakui Ayu tidak ada firasat apa-apa bakal terjadi. Namun, nahas sekitar lima menit selepas meninggalkan Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. Speedboat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan yang diduga menabrak kayu. Menurutnya, speedboat tak langsung terbalik. Tetapi perlahan-lahan miring lalu terbalik.

Ayu memang tidak sempat menggunakan pelampung saat speedboat terbalik. Dia mengaku keluarganya sempat berkumpul saat speedboat sudah terbalik. Namun, hanya beberapa detik seluruh keluarga terpisah, karena kepanikan di dalam speedboat.

“Masing-masing penumpang ingin menyelamatkan diri,” kenangnya.

Alya Safadillah mengaku sangat kehilangan sosok kedua orangtuanya. Terutama sang ayah yang dianggapnya mudah bergaul dengan orang lain, sopan dan disiplin saat mendidik. “Bapak itu mudah bergaul sama siapa saja. Dapat dilihat saat prosesi pemakaman, banyak yang mengantarkan beliau. Termasuk saat disalatkan,” ujarnya.

Hal yang tak dilupakan Alya saat tragedi memilukan itu, ayahnya sempat berpesan agar dapat merelakan kepergian orangtuanya. “Saat kami berkumpul pas speedboat terbalik, beliau bilang relakan bapak sama ibu,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, ayahnya sempat sadar sebelum bantuan tiba untuk memberikan pertolongan dan dibawa menuju rumah sakit menggunakan mobil ambulans. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, denyut nadi ayahnya masih ada. Tetapi dalam perjalanan itu, ayahnya tidak mendapatkan penanganan untuk memberikan bantuan pernapasan.

“Kurang dapat penanganan selama perjalanan menuju rumah sakit. Dalam perjalanan itulah bapak sudah tidak ada,” katanya.

Berbeda dengan almarhumah ibunya yang sempat tertolong hingga sampai rumah sakit. Akan tetapi, takdir berkata lain. Ibunya pun menyusul ayahnya. (*/fen)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 11:52

ESDM Target Selesai Dua Bulan

TANJUNG SELOR – Dewan Energi Nasional (DEN) sudah memberikan deadline atau tenggat waktu kepada…

Selasa, 20 Februari 2018 11:42

DPR Awasi PLTU Gunung Seriang

TARAKAN – Anggota Komisi VII DPR RI asal Kaltara, Ary Yusnita menegaskan akan terus memantau pembangunan…

Selasa, 20 Februari 2018 11:34

Ganti Rugi Kembali Dibahas

WAKIL Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan lahan yang akan dibangun pembangkit listrik tenaga…

Senin, 19 Februari 2018 12:25

RS Tipe B Butuh 23 Dokter

TANJUNG SELOR – Menyusul percepatan realisasi pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B Provinsi Kaltara…

Senin, 19 Februari 2018 11:06

Rendah Karhutla, Dishut Tetap Antisipasi

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Utara…

Senin, 19 Februari 2018 10:52

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

TANJUNG SELOR – Penjualan Albothyl masih terdapat di sejumlah apotek di Tanjung Selor, Bulungan.…

Senin, 19 Februari 2018 10:50

Alat Praktik Siswa Dilengkapi Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Kunjungan kerja Gubernur Kaltara Irianto Lambrie ke Pulau Sebatik, Nunukan, Kamis…

Minggu, 18 Februari 2018 14:05

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor

TANJUNG SELOR - Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan jaringan listrik yang hingga…

Minggu, 18 Februari 2018 14:03

Parpol Diminta Lengkapi Laporan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara telah menganggarkan dana bantuan untuk partai politik (banpol)…

Minggu, 18 Februari 2018 14:02

Banjir Rendam Dua Desa

TANJUNG SELOR - Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Kabupeten Bulungan sejak beberapa hari…

Wali Kota Tarakan Bisa Dicopot, Jika Tak Mau Mengalihkan Tiga UPTD Perikanan

Penetapan NIK Ditarget Pekan Ini, Ishak: Semua Tergantung BKN

Kapolres Tegaskan Murni Kecelakaan

Diskes dan Polisi Masih Tunggu Hasil Lab

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

Banjir Rendam Dua Desa

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

Pembenahan Gudang Farmasi Kaltara, Ditargetkan Rampung Sepekan

Rela Antre demi Dokter Spesialis

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .