MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 04 Januari 2018 13:38
Sempat Berkumpul, Sang Ayah Sampaikan Pesan untuk Direlakan

Korban Meninggal Tragedi Speedboat Anugrah Express: Ahmad dan Yuliana (3-Habis)

TERIMA SANTUNAN: Anak korban meninggal tragedi speedboat Anugrah Express disambangi Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Senin (1/1).

PROKAL.CO, Tragedi terbaliknya speedboat Anugrah Express di Sungai Kayan, Bulungan pada Senin (1/1). Juga merenggut nyawa pasangan suami istri yang merupakan warga Jalan Pahlawan Tanjung Selor. Yakni, Ahmad dan Yuliana.

 

PURWANTO, Tanjung Selor

 

SUASANA duka masih menyelimuti keluarga Ahmad dan Yuliana. Bahkan, usaha salon yang dirintis pasangan Ahmad-Yuliana masih terlihat tutup saat media ini menyambangi pada Selasa (2/1).

Di teras rumah terparkir kendaraan roda dua dan roda empat. Sanak keluarga korban yang berjumlah empat orang tengah duduk di teras rumah sembari mengobrol. Salah satu keluarga korban pun menghampiri media ini.

Tak berselang lama, kedua anak korban speedboat Anugrah Express, Ayu Raihan Fadillah dan Alya Safadillah keluar dari dalam rumah. Keduanya mengenakan hijab kemudian menghampiri pewarta.

Keduanya saat kejadian bersama orangtuanya berangkat menggunakan speedboat Anugrah Express dengan jadwal keberangkatan pukul 08.15. Sebelum kejadian nahas tersebut, keluarga itu meninggalkan rumah untuk menuju ke Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor pada pukul 07.00. Padahal, rencananya keberangkatan mereka ingin ikut speedboat pukul 08.40 atau pukul 10.00 untuk menuju Tarakan.

Menurut pengakuan Ayu Raihan Fadillah, sengaja berangkat pagi-pagi dari Tanjung Selor agar bisa jalan-jalan saat tiba di Kota Tarakan. Karena keberangkatan mereka ke Tarakan untuk mengantarkan Ayu untuk berangkat ke Malang, Jawa Timur. Karena saat itu masa libur sekolah sudah usai.

Ayu merupakan siswi kelas 11 SMAN 1 Malang. Rencananya, keberangkatan Ayu akan diantar oleh ibunya, Yuliana. Sementara ayah dan adiknya yang bernama Alya Safadillah hanya mengantarkan sampai di Bandara Juwata Tarakan saja.

“Tapi sebenarnya kami ingin berangkat hari ini (Selasa). Tapi keinginan ibu agar berangkat Senin biar adik juga bisa ikut ke Tarakan. Karena adik sekolah di sini (Tanjung Selor),” ucapnya.

Saat berada di speedboat tersebut, Ayu memang terpisah jarak tempat duduk dengan orangtua dan adiknya. Ayu duduk paling belakang dekat dengan mesin speedboat. Dia memilih duduk paling belakang agar bisa kena angin.

Sebelum kejadian tersebut, diakui Ayu tidak ada firasat apa-apa bakal terjadi. Namun, nahas sekitar lima menit selepas meninggalkan Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. Speedboat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan yang diduga menabrak kayu. Menurutnya, speedboat tak langsung terbalik. Tetapi perlahan-lahan miring lalu terbalik.

Ayu memang tidak sempat menggunakan pelampung saat speedboat terbalik. Dia mengaku keluarganya sempat berkumpul saat speedboat sudah terbalik. Namun, hanya beberapa detik seluruh keluarga terpisah, karena kepanikan di dalam speedboat.

“Masing-masing penumpang ingin menyelamatkan diri,” kenangnya.

Alya Safadillah mengaku sangat kehilangan sosok kedua orangtuanya. Terutama sang ayah yang dianggapnya mudah bergaul dengan orang lain, sopan dan disiplin saat mendidik. “Bapak itu mudah bergaul sama siapa saja. Dapat dilihat saat prosesi pemakaman, banyak yang mengantarkan beliau. Termasuk saat disalatkan,” ujarnya.

Hal yang tak dilupakan Alya saat tragedi memilukan itu, ayahnya sempat berpesan agar dapat merelakan kepergian orangtuanya. “Saat kami berkumpul pas speedboat terbalik, beliau bilang relakan bapak sama ibu,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, ayahnya sempat sadar sebelum bantuan tiba untuk memberikan pertolongan dan dibawa menuju rumah sakit menggunakan mobil ambulans. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, denyut nadi ayahnya masih ada. Tetapi dalam perjalanan itu, ayahnya tidak mendapatkan penanganan untuk memberikan bantuan pernapasan.

“Kurang dapat penanganan selama perjalanan menuju rumah sakit. Dalam perjalanan itulah bapak sudah tidak ada,” katanya.

Berbeda dengan almarhumah ibunya yang sempat tertolong hingga sampai rumah sakit. Akan tetapi, takdir berkata lain. Ibunya pun menyusul ayahnya. (*/fen)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 11:56

Petaka Dini Hari di Laut Bunyu, Petaka Dini Hari di Laut Bunyu

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara kembali terjadi. Kali…

Selasa, 13 November 2018 11:43

Kembali Diusulkan Tahun Depan

FORMASI yang diperoleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara pada penerimaan CPNS…

Selasa, 13 November 2018 11:21

Desak Dewan Percepat Pembahasan APBD

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi dan DPRD Kaltara hanya memiliki…

Senin, 12 November 2018 21:28

Berawal dari Keprihatinan, Buat Aplikasi Informasi Rawan Laka

Melalui ajang Nasional Young Inventor Award (NYIA) yang diselenggarakan Lembaga…

Senin, 12 November 2018 21:12

Gubernur Tegaskan Tak Ada Defisit

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menegaskan pada…

Senin, 12 November 2018 21:10

Dipastikan Banyak Formasi Tak Terisi

TANJUNG SELOR - Seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Pemprov Kaltara…

Minggu, 11 November 2018 19:10

APK Belum Selesai

MASA kampanye peserta pemilu tahun depan, telah berjalan hingga April…

Minggu, 11 November 2018 18:49

34 Peserta Lulus Passing Grade

TANJUNG SELOR - Sudah sepekan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya…

Sabtu, 10 November 2018 14:38

Siapkan Persyaratan untuk Tol Bulungan-Berau

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat…

Sabtu, 10 November 2018 14:36

Jaringan Internet Jadi Kendala Pemdes

TANJUNG SELOR – Pelaporan penggunaan dana desa saat ini harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .