MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 03 Januari 2018 13:21
Perubahan Nomenklatur Bisa Dirundingkan

Soal Pengeloaan Lapangan Migas

Irianto Lambrie

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie tidak terlalu mempermasalahkan perubahan nomenklatur pengelolaan blok migas, yang seharusnya Blok Nunukan menjadi Blok Bengara I dan wilayah kerja Sei Menggaris.

Karena menurutnya, perubahan tersebut tidak terlalu prinsip dan masih bisa dirundingkan dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas atau SKK Migas. Lalu, Pemprov Kaltara bisa menugaskan BUMD lain untuk terlibat dalam pengelolaan lapangan migas melalui participating interest (PI) 10 persen.

“Sama seperti di Kaltim, kan belum ada BUMD khusus yang menerima (ikut mengelola, Red) Blok Mahakam,” ujarnya, Selasa (2/1).

Dia juga menegaskan, yang paling penting sekarang adalah membentuk BUMD terlebih dahulu. Yakni, PT Migas Kaltara Jaya untuk terlibat dalam pengelolaan lapangan migas sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10 Persen pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi.

“Jadi ndak usah berpikir rumit. Yang penting tekad kita membentuk BUMD untuk menambah pendapatan asli daerah,” ujar Irianto.

“Kalau ada hambatan kita perbaiki,” sambungnya.

Dia juga mengatakan, untuk terlibat dalam pengelolaan lapangan atau blok migas tidak sebentar. Prosesnya membutuhkan waktu yang panjang. Dicontohkannya keterlibatan Pemprov Kaltim dalam pengelolaan Blok Mahakam.

Kalaupun BUMD khusus untuk terlibat dalam pengelolaan lapangan migas belum terbentuk, lanjutnya, Pemprov Kaltara tetap bisa terlibat jika Pertamina yang mengambil alih seperti skema pengelolaan Blok Mahakam.

“Kalau ndak, kita harus setor uang. Mampu ndak kita? Kalau ndak, kita ndak bisa (ikut mengelola lapangan migas). Karena itu bisnis,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kaltara Andi Zakaria mengatakan, di draf Raperda PT Migas Kaltara Jaya memuat rencana keikutsertaan pengelolaan wilayah kerja (WK) Blok Nunukan di Kabupaten Bulungan. Tapi, justru pada tahap finalisasi berubah nomenklatur menjadi pengelolaan WK Bengara I dan WK Sei Menggaris.

“Saat pembahasan berjalan, draf yang diajukan oleh Pemprov ada kesalahan wilayah kerja. Itu pun baru kami tahu di ending,” ujarnya, pekan lalu.

Dia juga mengatakan, participating interest (PI) 10 persen dari PT Pertamina Hulu Energi Company (PHENC) sebagai pihak kontraktor, baru diajukan Pemprov Kaltara setelah melewati masa yang sudah ditentukan, yakni satu tahun. Karena PI 10 persen sudah disampaikan PT PHENCH pada 4 Februari 2016.

Artinya, kata dia, paling lambat 4 Februrari 2017 seharusnya Pemprov Kaltara sudah bisa menyatakan kesiapan terkait pengelolaan Blok Nunukan sesuai tawaran dari PT PHENCH. Akan tetapi, pada kenyataannya draf Raperda PT Migas Kaltara Jaya baru diajukan ke DPRD Kaltara pada Juli 2017.

“Jadi sudah melebihi batas waktu satu tahun, draf Raperda PT Migas Kaltara Jaya yang diajukan Pemprov sudah kedaluwarsa,” ujarnya. (fen) 


BACA JUGA

Jumat, 13 April 2018 14:25

Realisasi PBB Masih Minim

TANJUNG SELOR – Realisasinya pajak bumi dan bangunan di triwulan I tahun ini yaitu Rp 109.116.168…

Jumat, 13 April 2018 14:16

BI Klaim Rupiah Beredar hingga Pelosok

TARAKAN – Kalimantan Utara dipilih sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi pilot…

Jumat, 13 April 2018 13:52

Ekspor-Impor Februari Merosot

TANJUNG SELOR – Ekspor dan impor di Kalimantan Utara pada Februari 2018 mencatatkan penurunan.…

Jumat, 13 April 2018 13:47

Kaltara Dapat Dividen Rp 29 M

TANJUNG SELOR – PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim dan Kaltara (Bankaltimtara) berhasil menjaga…

Kamis, 12 April 2018 13:51

OJK Awasi Ketat Kinerja BPR

TARAKAN – Geliat pembangunan di Kalimantan Utara yang terus tumbuh dan berkembang, ikut mendorong…

Kamis, 12 April 2018 13:47

Kejar Target PBB

POTENSI pendapatan yang diperoleh Pemerintah Kota Tarakan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam setahun…

Kamis, 12 April 2018 13:32

Tiongkok Kurangi Impor, HBA Turun

TANJUNG SELOR – Setelah terus mengalami kenaikan sejak tahun lalu, harga batu bara acuan (HBA)…

Rabu, 11 April 2018 11:30

WAH GAWAT !!! Pangkalan ‘Timbun’ Elpiji 3 Kg

TARAKAN – Keluhan warga terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram sejak beberapa hari belakangan, ditindaklanjuti…

Selasa, 10 April 2018 11:59

Jumlah Pengusaha Lokal Tergerus

TARAKAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat adanya persaingan usaha yang tidak sehat…

Selasa, 10 April 2018 11:15

Elpiji 3 Kg Langka Lagi

TARAKAN – Elpiji 3 kg masih menjadi pilihan banyak warga Tarakan, meski di Bumi Paguntaka –sebutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .