MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 14 Desember 2017 11:57
Cari Handphone Berujung Maut

Sempat Diingatkan Petugas Keamanan

EVAKUASI: Kalep tersengat listrik di bangunan bertingkat milik warga di Jalan Pulau Banda, Rabu (13/12).

PROKAL.CO, TARAKAN – Dua peristiwa warga tersengat listrik terjadi di Tarakan. Pertama terjadi pada Selasa (12/12) malam, sekira pukul 21.30. Di tempat berbeda terjadi pada Rabu (13/12), sekira pukul 10.20.

Pada peristiwa ini, satu orang meninggal dunia. Yakni, Muhammad Hasbi As-Siddik (17), yang meninggal di lokasi kejadian di gedung Akper Kaltara Jalan P Lumpuran RT 16 Kelurahan Kampung 1/Skip pada Selasa (12/12) malam.

Siswa kelas III SMK Farmasi ini, meninggal setelah diduga tanpa sengaja memegang kabel jaringan listrik tegangan tinggi yang melintas di atas toilet gedung baru Akper Kaltara, yang juga menjadi asrama putri.

Gedung Akper Kaltara sendiri masih berada dalam satu wilayah dengan SMK Kesehatan, karena bernaung di bawah yayasan yang sama, Yayasan Akper Kaltara. 

Sepengetahuan salah satu guru SMK Kesehatan, Muhammad Riski, keberadaan anak didiknya di gedung tersebut pada Selasa malam untuk mengambil handphone teman wanita yang tertinggal di sekitar toilet, di sisi kanan gedung baru Akper Kaltara.

Padahal, kata Riski, pelajar yang biasa disapa Hasbi itu sudah disuruh oleh satpam agar tidak berada di lingkungan sekolah pada malam hari. Ia pun sudah sempat meninggalkan sekolah tersebut. Namun, Hasbi kembali dan nekat masuk melalui celah tanpa sepengetahuan petugas sekolah.

“Dia itu naik di atas WC (toilet) karena dia manjat. Tapi untuk kronologisnya saya kurang tahu, tanya polisi saja. Pokoknya setahu saya dia manjat, penasaran HP (handphone)-nya di mana,” tutur Riski yang juga guru mata pelajaran pendidikan jasmani sekaligus guru BK SMK Kesehatan.

Riski sendiri tidak habis pikir anak didiknya mencari handphone teman wanitanya sampai di atas toilet yang berada terpisah dari gedung baru Akper Kaltara. Saat di atas toilet itulah Hasbi tanpa sengaja memegang kabel jaringan tegangan tinggi dan membuat tubuhnya tak bisa lepas dari kabel hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

“Dia (Hasbi) juga tidak tahu kalau kabel itu listrik. Dia kira kabel biasa. Makanya yang saya dapat info dia sempat terlempar. Cuma karena tegangannya kuat, dia kembali nyangkut di kabel itu,” beber Riski.

Informasi yang diperolehnya, butuh dua jam bagi petugas untuk mengevakuasi Hasbi dari kabel tersebut. Karena menunggu pemadaman jaringan listrik tegangan tinggi dari salah satu perusahaan swasta.

Riski sendiri baru mengetahui musibah tersebut pada Rabu pagi, setelah melihat anak didiknya yang lain berkumpul di depan sekolah untuk melayat ke rumah duka, yang juga tidak jauh dari SMK Kesehatan.

Riski pun tidak menduga anak didiknya begitu cepat dipanggil Yang Maha Kuasa. Pasalnya, beberapa hari sebelum musibah itu, ia masih berbincang dengan almarhum terkait tugas-tugas di sekolah. Terakhir pada Selasa pagi, Riski sempat menasihati Hasbi agar bisa mengikuti ujian yang sedang berlangsung.

Kepala SMK Kesehatan Ludofikus Duhu, mengaku kaget dan tidak menduga dengan meninggalnya Hasbi yang tersengat listrik. “Saya pertama dikasih tahu guru. Saya juga kaget. Dia bilang begini, begini. Langsung saya ke sini, ternyata sudah dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

Ludofikus Duhu menegaskan musibah ini murni karena kecelakaan. Namun, ia mengaku tidak mengetahui persis kronologi musibah tersebut, karena saat kejadian tidak berada di TKP. Dia juga ikut merasa kehilangan dengan kepergian Hasbi. Karena ia dikenal siswa yang baik dan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, terutama olahraga.

Sebagai rasa bela sungkawa, sekolah meliburkan siswa-siswinya dari jadwal belajar pada Selasa. Padahal, kemarin merupakan jadwal ujian sekolah. “Kami merasa sangat kehilangan sekali,” imbuhnya.

Sementara itu, informasi dari kepolisian berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap salah satu saksi, Risky Wulandari yang diduga teman dekat almarhum, menyatakan bahwa pada Selasa malam sehabis salat Isya, ia mendatangi Hasbi di toko parfum yang tak jauh dari asrama tersebut.

“Saksi meminta tolong kepada korban untuk mencari  HP saksi yang jatuh di belakang asrama tersebut,” kata Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Perwira Subbag Humas Ipda Deny Mardiyanto, kemarin.

Setelah itu, Risky bersama Hasbi menuju asrama untuk mencari HP yang hilang. Pada saat itu, ia mencari senter dengan masuk ke asrama. Sementara almarhum naik ke atas bangunan toilet yang ada di lantai dua asrama tersebut menggunakan tangga kayu.

Risky yang telah mendapatkan senter, keluar dari asramanya untuk mencari Hasbi. Namun, justru tidak menemukan. Ia lalu kembali masuk ke asrama. Tidak lama berselang, salah satu rekan saksi bernama Navva, keluar dari asrama dan melihat ada asap di atas toilet.

“Kemudian Navva memberitahukan kepada saksi bahwa almarhum mungkin sedang merokok di atas toilet,” ujar Deny.

Mendengar informasi itu, saksi mencoba melihat dan ternyata almarhum sudah terbaring di atas kabel listrik dengan tubuh hangus. Saksi pun langsung berteriak yang membuat seluruh penghuni asrama kaget dan berhambur keluar mencari asal suara.

Sementara itu, Rabu (13/12), sekira pukul 10.20 Wita, di tempat yang tak jauh dari peristiwa pertama, tepatnya di Jalan Pulau Banda RT 11 Kelurahan Kampung 1/Skip, Kalep (36), juga tersengat listrik setelah menyentuh jaringan tegangan tinggi milik PLN menggunakan bahan penghantar listrik jenis alumunium saat sedang bekerja bangunan di toko milik Anwar.

Kalep diketahui tersengat listrik setelah sebelumnya terdengar suara ledakan yang cukup besar. Mendengar ledakan tersebut, rekan-rekannya kaget dan langsung mencari asal suara. Ternyata ditemukan Kalep sudah terbaring dengan luka bakar serius.

“Rencana dia mau melester, res plang pakai ada alumunium yang biasanya kami pakai untuk meluruskan tembok. Mungkin ketinggian mengangkat (almunium, Red)-nya, lalu kesenggol (jaringan tegangan tinggi),” beber Amir, rekan kerja Kalep.

Kalep saat tersengat listrik lalu terpental sehingga tidak melengket di jaringan. Warga Kampung Enam ini hanya mengalami luka bakar, namun cukup serius di kedua kaki hingga paha, serta di tangan kanannya karena memegang alumunium.  

Proses evakuasi Kalep berlangsung kurang lebih setengah jam, karena kesulitan menurunkan korban dari lantai tiga toko tersebut. Kepolisian, petugas BPBD, pemadam kebakaran bersama warga baru bisa menurunkan Kalep sekira pukul 11.00 Wita dan langsung dibawa ke RSUD Tarakan.

Musibah tersebut bukan yang pertama kali terjadi di toko itu. Sebulan lalu, justru Amir yang menjadi korban tersengat listrik. Ia pun masih bisa selamat dan bekerja kembali di toko itu.

“Ini masih ada bekasnya, belum sembuh total. Ya, begitu juga. Saya malah pegang besi untuk ngait campuran ke atas. Ketinggian pula saya angkat di situ, kesenggol juga,” ungkap Amir, seraya memperlihatkan bekas luka bakar di tangannya. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 15:56

Antisipasi Penyelundupan Pekerja Ilegal ke Malaysia, Polda Perketat Pintu Keberangkatan

TANJUNG SELOR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara Brigjen Indrajit menegaskan,…

Selasa, 23 Oktober 2018 15:55

BP3TKI Akan Fasilitasi lewat Perusahaan Resmi

PULUHAN Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Sabah, kembali dideportasi oleh pemerintah…

Selasa, 23 Oktober 2018 15:53

Target KTP-el Terbentur Peralatan

TANJUNG SELOR – Target rekam data KTP-el kemungkinan tidak tercapai. Ada dua hal yang jadi kendala…

Selasa, 23 Oktober 2018 13:54

CPNS Pemprov Bakal Ikuti 4.752 Pelamar

PELAMAR CPNS Pemprov Kaltara yang telah menyerahkan berkas persyaratan tinggal menunggu pengumuman.…

Selasa, 23 Oktober 2018 13:46

Rp 200 Juta untuk 100 Lansia

TANJUNG SELOR - Dinas Sosial (Dissos) Kaltara telah menyalurkan bantuan sosial dalam bentuk uang maupun…

Selasa, 23 Oktober 2018 13:41

Ajak Makmurkan Masjid, Beri Semangat ke Anak Muda

Akhirnya, Ustaz Abdul Somad menginjakkan kakinya ke Kalimantan Utara, Senin (22/10). Apa saja pesan-pesan…

Senin, 22 Oktober 2018 13:04

49 WNI Gagal Diberangkatkan ke Tawau

NUNUKAN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara menggagalkan keberangkatan puluhan warga…

Senin, 22 Oktober 2018 12:58

Pemprov Usul 3.000 Unit Bantuan Perbaikan Rumah Warga

TANJUNG SELOR - Untuk membenahi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah yang kondisinya kurang layak…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:21

Bupati Bulungan Diberi Gelar, Ini Nama Gelarnya..

TANJUNG SELOR - Perayaan HUT ke-228 Tanjung Selor dan HUT ke-58 Kabupaten Bulungan, dirangkai dengan…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:18

Terus Perjuangkan Anggaran Pendidikan

TANJUNG SELOR - Pembangunan bidang pendidikan jadi perhatian Pemprov Kaltara, selain infrastruktur.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .