MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 13 Desember 2017 12:27
Sidang Kasus Pembunuhan Diwarnai Keributan
DIJAGA KETAT: Aparat kepolisian mengawal ketat sidang kasus penikaman yang mengakibatkan tewasnya MI di PN Tarakan, Selasa (12/12).

PROKAL.CO, TARAKAN – Suasana di salah satu ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Selasa (12/12), sempat memanas karena aksi protes dari puluhan keluarga korban kasus penikaman.

Sidang dengan terdakwa Muhammad Nur, kemarin, merupakan sidang perdana kasus penikaman yang menewaskan MI di sekitar Jalan Wijaya Kesuma, Juni lalu.

Sidang itu sedianya mendengarkan dakwaan. Namun, urung terlaksana setelah penasihat hukum (PH) yang ditunjuk majelis hakim menolak mendampingi terdakwa di persidangan.

Memanasnya suasana persidangan yang dipimpin Christo E.N Sitorus ini sudah terlihat sejak awal. Salah satu pengunjung bahkan melemparkan botol kaca kecil ke arah terdakwa, karena kesal. Namun, mengenai meja majelis hakim sehingga pecah. 

Akhirnya, pimpinan sidang meminta pengawalan aparat kepolisian yang lebih banyak untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, terutama kepada terdakwa. Sidang pun tetap berjalan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Namun, saat sidang selesai dan terdakwa hendak memasuki mobil tahanan Kejaksaan Negeri Tarakan, salah satu pengunjung sempat memukul terdakwa, namun berhasil dilerai aparat yang melakukan penjagaan.

Sidang juga sempat diskors 10 menit untuk memanggil PH agar bisa mendampingi terdakwa. Namun, dari 3 PH di PN Tarakan, hanya ada satu saja yang hadir. Dan, ia pun menolak masuk ke ruang sidang.

“Menurut laporan panitera pengganti tadi, PH tidak bersedia. Padahal, sidang ini tidak main-main, karena ancaman hukumannya mati atau seumur hidup. Jadi, harus didampingi PH. Dakwaan tidak bisa dibacakan karena terdakwa tidak didampingi PH,” ujar Christo saat di persidangan.

Solusinya, PN Tarakan akan menyurati Pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang ada di Tarakan maupun Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang ada di PN Tarakan, karena tidak ada PH mau mendampingi terdakwa.

Persidangan akhirnya ditunda hingga Selasa (19/12) pekan depan. Masih dengan agenda mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Usai sidang, Christo yang juga Humas PN Tarakan menuturkan, jika solusi itu masih juga diacuhkan, maka pihaknya akan menyurati pengurus Peradi dan KAI di Samarinda atau ke Jakarta. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 18:00
BREAKING NEWS

Stevanus Tewas dalam Kecelakaan Speedboat

TARAKAN - Ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan didatangi sejumlah keluarga korban kecelakaan…

Selasa, 22 Mei 2018 16:31
BREAKING NEWS

Speedboat Tabrak Pohon, Korban Luka Parah, Satu Bayi Pingsan

TARAKAN - Kecelakaan speedboat kembali terjadi, kini giliran SB Harapan Baru keberangkatan pukul 12.00…

Selasa, 22 Mei 2018 14:32

Pesawat Nurtanio Masih Uji Terbang

TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara terus melakukan komunikasi sebagai tindaklanjut…

Selasa, 22 Mei 2018 14:15

Seribu Rumah Dicat, Gunakan Dana Swadaya

Penataan kawasan kumuh di Kelurahan Selumit Pantai segera dilakukan Pemerintah Kota Tarakan. Diperkirakan,…

Selasa, 22 Mei 2018 14:12

Formasi CPNS di Sosmed Hoaks

TANJUNG SELOR – Beberapa waktu lalu, di media sosial sempat ramai beredar informasi bahwa kuota…

Senin, 21 Mei 2018 14:40

Temui Moeldoko, Gubernur Bahas Listrik

JAKARTA – Lobi-lobi di tingkat pusat agar mendapat dukungan pembangunan, gencar dilakukan Gubernur…

Senin, 21 Mei 2018 14:27

Dapat Beasiswa ke Yaman, Ajak Generasi Muda Belajar Agama

Bagi generasi millenial, menjadi Youtuber atau Selebgram, merupakan pekerjaan yang lebih menarik. Namun…

Senin, 21 Mei 2018 14:24

Perbaikan di Apau Kayan Butuh Dana Besar

TANJUNG SELOR – Membangun infrastruktur jalan di perbatasan Indonesia-Malaysia tepatnya di Apau…

Minggu, 20 Mei 2018 14:41

Terlibat Narkoba, ASN Dipecat

TANJUNG SELOR – Perang terhadap narkoba tidak hanya menjadi slogan di lingkungan Pemprov…

Minggu, 20 Mei 2018 14:35

Belum Ada Kompetisi, Masyarakat Ingin Banyak Pilihan Maskapai

Transportasi udara menjadi akses paling mudah dan cepat bagi masyarakat di Kalimantan Utara untuk bepergian.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .