MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Kamis, 07 Desember 2017 13:29
Penggunaan Merkuri Dilarang Presiden

Ketahuan, Bakal Kena Sanksi

INSTRUKSI PRESIDEN: Polres Bulungan saat memperlihatkan merkuri hasil sitaan dari penambang emas, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Polres Bulungan menyita sebanyak 5 kilogram merkuri dari penambang emas, belum lama ini. Penyitaan itu terkait instruksi presiden dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 9 Maret agar penggunaan merkuri di tambang rakyat dihentikan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Nurhamdi mengatakan, sudah meminta perusahaan dan masyarakat yang selama ini masih menggunakan merkuri untuk menghentikannya. Pasalnya, merkuri merupakan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Dia juga menyebutkan bahwa produksi merkuri yang ada di Ambon, Maluku, sudah tidak boleh beroperasi. Ambon, kata Nurhamdi, merupakan daerah produsen merkuri terbesar di Indonesia.

“Jangankan menggunakan (merkuri). Produksinya saja sekarang sudah dilarang,” tuturnya saat ditemui, kemarin (6/12).

Pria berkacamata ini menjelaskan, penggunaan merkuri dalam kegiatan pertambangan akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selama ini, merkuri memang dikenal untuk kegiatan pertambangan emas. Fungsinya untuk memisahkan biji emas dengan batuan atau mineral lain.

Jika merkuri ataupun material yang terkena merkuri dibuang ke lingkungan sekitarnya, kandungannya tidak akan bisa terurai, walaupun dalam jangka waktu lama. Misal, jika masuk ke perairan, merkuri akan diserap oleh plankton kemudian terakumulasi hingga di tubuh ikan, karena rantai makanan. Ikan tersebut mengandung merkuri dan berbahaya jika dimakan seperti peristiwa Minamata, Jepang.

Sebagai pengganti merkuri, lanjut Nurhamdi, aktivitas penambangan bisa menggunakan sianida. Menurutnya, sianida lebih mudah dikendalikan dibandingkan merkuri. Sianida juga lebih mudah diuraikan.

“Sianida sifat racunnya bisa hilang, bisa terurai. Kalau merkuri tidak, di dalam air, tanah, dan udara, tidak bisa terurai,” jelasnya.

Dia mengklaim pihaknya selalu memberikan sosialisasi bahaya menggunakan merkuri untuk penambangan. Baik kepada perusahaan maupun masyarakat. Namun, dia mengatakan, yang sulit adalah menjangkau usaha-usaha penambangan ilegal, karena diluar wewenang DLH Kaltara.

Dikatakan, masyarakat seharusnya lebih memperhatikan aspek keselataman dan kesehatan kerja. Sebab, penggunaan merkuri memiliki akibat secara langsung pada manusia. Di antaranya kulit gatal, terbakar atau terkelupas dan lainnya.

Menurutnya, penggunaan merkuri lebih banyak dilakukan oleh pertambangan rakyat dibandingkan oleh perusahaan. Di Kaltara, lanjutnya, sudah tidak ada perusahaan yang menggunakan merkuri.

“Masyarakat seharusnya lebih mementingkan kesehatan dibandingkan jumlah hasil yang diraih. Karena dampaknya buruk bagi kesehatan dan paling penting itu sudah dilarang oleh Presiden, serta sudah ada satgas (satuan tugas) yang menanganinya. Ketika ketahuan menggunakan merkuri akan diamankan oleh aparat,” paparnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 12:44

Daftar Potensial Non KTP-el Capai 625 Jiwa

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara masih menemukan…

Senin, 19 November 2018 12:32

Empat Kabupaten Belum Serahkan LPj

PENYALURAN dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Provinsi Kaltara triwulan akhir…

Minggu, 18 November 2018 14:46

Sarankan Tambang Emas Dilegalkan

TANJUNG SELOR – Aktivitas penambangan emas secara ilegal di Kecamatan…

Minggu, 18 November 2018 14:45

Tilang Naik 10 Kasus

TANJUNG SELOR – Pelanggaran yang dilakukan pengendara, baik sepeda motor…

Sabtu, 17 November 2018 02:34

Perbaikan Atap Stadion Terkendala Anggaran

TANJUNG SELOR – Perbaikan atap Stadion Andi Tjatjok di Tanjung…

Sabtu, 17 November 2018 02:31

Program Rehabilitasi Kurang Direspons

TANJUNG SELOR – Program rehabilitasi bagi para pecandu narkoba kurang mendapat…

Sabtu, 17 November 2018 02:27

Tarik Paksa, Bakal Diproses Hukum

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara akan menindak…

Jumat, 16 November 2018 11:18

Hutan Adat Masih Nihil

TANJUNG SELOR – Sejumlah daerah di Kalimantan Utara telah memiliki…

Jumat, 16 November 2018 10:43

Siapa Saja Penerima Beasiswa? Pekan Depan Diumumkan

SIAPA yang berhak menerima beasiswa Kaltara Cerdas, bisa diketahui pada…

Jumat, 16 November 2018 10:37

Desak Timsel Tuntaskan Rekrutmen Dirut Perusda

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Sudjati mengaku dirinya telah meminta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .