MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Kamis, 07 Desember 2017 13:29
Penggunaan Merkuri Dilarang Presiden

Ketahuan, Bakal Kena Sanksi

INSTRUKSI PRESIDEN: Polres Bulungan saat memperlihatkan merkuri hasil sitaan dari penambang emas, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Polres Bulungan menyita sebanyak 5 kilogram merkuri dari penambang emas, belum lama ini. Penyitaan itu terkait instruksi presiden dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 9 Maret agar penggunaan merkuri di tambang rakyat dihentikan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Nurhamdi mengatakan, sudah meminta perusahaan dan masyarakat yang selama ini masih menggunakan merkuri untuk menghentikannya. Pasalnya, merkuri merupakan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Dia juga menyebutkan bahwa produksi merkuri yang ada di Ambon, Maluku, sudah tidak boleh beroperasi. Ambon, kata Nurhamdi, merupakan daerah produsen merkuri terbesar di Indonesia.

“Jangankan menggunakan (merkuri). Produksinya saja sekarang sudah dilarang,” tuturnya saat ditemui, kemarin (6/12).

Pria berkacamata ini menjelaskan, penggunaan merkuri dalam kegiatan pertambangan akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selama ini, merkuri memang dikenal untuk kegiatan pertambangan emas. Fungsinya untuk memisahkan biji emas dengan batuan atau mineral lain.

Jika merkuri ataupun material yang terkena merkuri dibuang ke lingkungan sekitarnya, kandungannya tidak akan bisa terurai, walaupun dalam jangka waktu lama. Misal, jika masuk ke perairan, merkuri akan diserap oleh plankton kemudian terakumulasi hingga di tubuh ikan, karena rantai makanan. Ikan tersebut mengandung merkuri dan berbahaya jika dimakan seperti peristiwa Minamata, Jepang.

Sebagai pengganti merkuri, lanjut Nurhamdi, aktivitas penambangan bisa menggunakan sianida. Menurutnya, sianida lebih mudah dikendalikan dibandingkan merkuri. Sianida juga lebih mudah diuraikan.

“Sianida sifat racunnya bisa hilang, bisa terurai. Kalau merkuri tidak, di dalam air, tanah, dan udara, tidak bisa terurai,” jelasnya.

Dia mengklaim pihaknya selalu memberikan sosialisasi bahaya menggunakan merkuri untuk penambangan. Baik kepada perusahaan maupun masyarakat. Namun, dia mengatakan, yang sulit adalah menjangkau usaha-usaha penambangan ilegal, karena diluar wewenang DLH Kaltara.

Dikatakan, masyarakat seharusnya lebih memperhatikan aspek keselataman dan kesehatan kerja. Sebab, penggunaan merkuri memiliki akibat secara langsung pada manusia. Di antaranya kulit gatal, terbakar atau terkelupas dan lainnya.

Menurutnya, penggunaan merkuri lebih banyak dilakukan oleh pertambangan rakyat dibandingkan oleh perusahaan. Di Kaltara, lanjutnya, sudah tidak ada perusahaan yang menggunakan merkuri.

“Masyarakat seharusnya lebih mementingkan kesehatan dibandingkan jumlah hasil yang diraih. Karena dampaknya buruk bagi kesehatan dan paling penting itu sudah dilarang oleh Presiden, serta sudah ada satgas (satuan tugas) yang menanganinya. Ketika ketahuan menggunakan merkuri akan diamankan oleh aparat,” paparnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 12:57

Kerahkan 35 Personel Pengamanan

TANJUNG SELOR - Polres Bulungan siap memberi pengamanan khusus pada perayaan Imlek, sebagai bentuk mengantisipasi…

Jumat, 16 Februari 2018 12:54

Jaga Keindahan Taman

TANJUNG SELOR – Agar keindahan taman di sepanjang Sungai Kayan tetap terjaga, kebersihan menjadi…

Jumat, 16 Februari 2018 12:47

Bandara Sebatik Tetap Diperjuangkan

TANJUNG SELOR – Meski Kementerian Perhubungan tidak merekomendasikan pembangunan bandara di Pulau…

Kamis, 15 Februari 2018 13:05

Lagi, Pemkab Akan Jual Aset

TANJUNG SELOR - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bulungan menjadwalkan lelang aset…

Kamis, 15 Februari 2018 13:04

Dua Mobil Seruduk Median Jalan

TANJUNG SELOR – Warga di sekitar Jalan Jelarai, tepatnya di sekitar Pengadilan Negeri Tanjung…

Kamis, 15 Februari 2018 13:01

Pemutakhiran Akta Kelahiran Baru 4 Ribu

TANJUNG SELOR – Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)…

Kamis, 15 Februari 2018 12:54

Cari Solusi Pengalihan Tiga UPTD

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara dalam waktu dekat bakal melakukan pertemuan dengan Pemerintah…

Kamis, 15 Februari 2018 12:52

Petakan Kebutuhan Guru di Kaltara

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara menggelar uji kompetensi guru…

Kamis, 15 Februari 2018 12:42

Ratusan Lampion Hiasi Jalan Sudirman

TANJUNG SELOR – Persiapan warga Tionghoa di Tanjung Selor, Bulungan untuk menyambut Imlek mulai…

Rabu, 14 Februari 2018 14:14

Jalan Tergenang Bikin Kesal

TANJUNG SELOR – Saluran pembuangan dari badan jalan ke drainase yang buntu, menyebabkan sejumlah…

Sabu Setengah Miliar lewat Kulteka

Wings Air Buka Rute Baru

Tipe PLBN Sungai Nyamuk Paling Tinggi

Enam Pendaftar Gugur

Dua Mobil Seruduk Median Jalan

Ratusan Lampion Hiasi Jalan Sudirman

Jalan Tergenang Bikin Kesal

Disdik Tekankan Akreditasi Sekolah

Kasus Penipuan Penjualan Tanah, Oknum PNS Bakal Diberhentikan

Tak Mampu Bayar Biaya Berobat
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .