MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Kamis, 07 Desember 2017 13:29
Penggunaan Merkuri Dilarang Presiden

Ketahuan, Bakal Kena Sanksi

INSTRUKSI PRESIDEN: Polres Bulungan saat memperlihatkan merkuri hasil sitaan dari penambang emas, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Polres Bulungan menyita sebanyak 5 kilogram merkuri dari penambang emas, belum lama ini. Penyitaan itu terkait instruksi presiden dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 9 Maret agar penggunaan merkuri di tambang rakyat dihentikan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Nurhamdi mengatakan, sudah meminta perusahaan dan masyarakat yang selama ini masih menggunakan merkuri untuk menghentikannya. Pasalnya, merkuri merupakan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Dia juga menyebutkan bahwa produksi merkuri yang ada di Ambon, Maluku, sudah tidak boleh beroperasi. Ambon, kata Nurhamdi, merupakan daerah produsen merkuri terbesar di Indonesia.

“Jangankan menggunakan (merkuri). Produksinya saja sekarang sudah dilarang,” tuturnya saat ditemui, kemarin (6/12).

Pria berkacamata ini menjelaskan, penggunaan merkuri dalam kegiatan pertambangan akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selama ini, merkuri memang dikenal untuk kegiatan pertambangan emas. Fungsinya untuk memisahkan biji emas dengan batuan atau mineral lain.

Jika merkuri ataupun material yang terkena merkuri dibuang ke lingkungan sekitarnya, kandungannya tidak akan bisa terurai, walaupun dalam jangka waktu lama. Misal, jika masuk ke perairan, merkuri akan diserap oleh plankton kemudian terakumulasi hingga di tubuh ikan, karena rantai makanan. Ikan tersebut mengandung merkuri dan berbahaya jika dimakan seperti peristiwa Minamata, Jepang.

Sebagai pengganti merkuri, lanjut Nurhamdi, aktivitas penambangan bisa menggunakan sianida. Menurutnya, sianida lebih mudah dikendalikan dibandingkan merkuri. Sianida juga lebih mudah diuraikan.

“Sianida sifat racunnya bisa hilang, bisa terurai. Kalau merkuri tidak, di dalam air, tanah, dan udara, tidak bisa terurai,” jelasnya.

Dia mengklaim pihaknya selalu memberikan sosialisasi bahaya menggunakan merkuri untuk penambangan. Baik kepada perusahaan maupun masyarakat. Namun, dia mengatakan, yang sulit adalah menjangkau usaha-usaha penambangan ilegal, karena diluar wewenang DLH Kaltara.

Dikatakan, masyarakat seharusnya lebih memperhatikan aspek keselataman dan kesehatan kerja. Sebab, penggunaan merkuri memiliki akibat secara langsung pada manusia. Di antaranya kulit gatal, terbakar atau terkelupas dan lainnya.

Menurutnya, penggunaan merkuri lebih banyak dilakukan oleh pertambangan rakyat dibandingkan oleh perusahaan. Di Kaltara, lanjutnya, sudah tidak ada perusahaan yang menggunakan merkuri.

“Masyarakat seharusnya lebih mementingkan kesehatan dibandingkan jumlah hasil yang diraih. Karena dampaknya buruk bagi kesehatan dan paling penting itu sudah dilarang oleh Presiden, serta sudah ada satgas (satuan tugas) yang menanganinya. Ketika ketahuan menggunakan merkuri akan diamankan oleh aparat,” paparnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 12:31

Tambahan Buku Terkendala Anggaran

TANJUNG SELOR – Dinas Perpustakaan dan Arsip Bulungan mengajukan penambahan sebanyak 6.000 buku…

Kamis, 14 Desember 2017 12:29

Ingatkan Pegawai Bekerja Lebih Baik

TANJUNG SELOR – Tahapan seleksi CPNS di lingkungan Pemprov Kaltara sudah selesai. Bahkan penetapan…

Kamis, 14 Desember 2017 12:22

Akun Facebook Ketua KNPI Dibajak, Modus Kejahatan dengan Meminta Bantuan

TANJUNG SELOR – Hati-hati dengan media sosial saat ini, terutama Facebook. Akhir-akhir ini, Facebook…

Kamis, 14 Desember 2017 12:17

Kepala OPD Diberi Waktu 7 Hari, Sampaikan Usulan untuk Mutasi

TANJUNG SELOR – Rencana mutasi pegawai di lingkungan Pemprov Kaltara masih terus berproses. Ada…

Rabu, 13 Desember 2017 12:38

KPU Serahkan Hasil Penelitian Perbaikan Parpol

TANJUNG SELOR – Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), hasil penelitian administrasi perbaikan…

Rabu, 13 Desember 2017 12:33

Apresiasi Program Guru 3T

TANJUNG SELOR – Kementerian Agama (Kemenag) memrogramkan pengiriman guru untuk penempatan di daerah…

Rabu, 13 Desember 2017 12:29

Dewan Beri Dua Alternatif, Terkait Persoalan SMAN 2 Tanjung Selor

TANJUNG SELOR – Rencana Pemprov Kaltara memindahkan kegiatan belajar mengajar para pelajar SMAN…

Rabu, 13 Desember 2017 12:19

Mutasi Segera Dirapatkan

TANJUNG SELOR – Rencana mutasi pegawai di lingkungan Pemprov Kaltara pada Desember ini, masih…

Selasa, 12 Desember 2017 12:29

Lepas Kendali, Pengendara Meninggal

TANJUNG SELOR – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bulungan mengevakuasi jenazah KA (41), korban…

Selasa, 12 Desember 2017 12:23

Penyusunan Dapil Tunggu DAK2

TANJUNG SELOR – Sejumlah partai politik (Parpol) calon peserta pemilu pada 2019 mendatang mengikuti…

Warga Ditemukan Gantung Diri

Daerah Belum Terima Edaran Mendikbud

Mayat di Km 4 Diduga Korban Pembunuhan

SADIS !!! Sabu-Sabu Tak Sesuai Takaran, Leher Teman Dipukul Sampai Meninggal

Lagi, Internet Disorot Warga

Lepas Kendali, Pengendara Meninggal

Tak Ada Laboratorium, Uji Sampel ke Samarinda

Penyusunan Dapil Tunggu DAK2

Rekrutmen Direktur PDAM Dikritisi

Biaya Perawatan Umairah Ditanggung Perusahaan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .