MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Kamis, 07 Desember 2017 13:29
Penggunaan Merkuri Dilarang Presiden

Ketahuan, Bakal Kena Sanksi

INSTRUKSI PRESIDEN: Polres Bulungan saat memperlihatkan merkuri hasil sitaan dari penambang emas, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Polres Bulungan menyita sebanyak 5 kilogram merkuri dari penambang emas, belum lama ini. Penyitaan itu terkait instruksi presiden dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 9 Maret agar penggunaan merkuri di tambang rakyat dihentikan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Nurhamdi mengatakan, sudah meminta perusahaan dan masyarakat yang selama ini masih menggunakan merkuri untuk menghentikannya. Pasalnya, merkuri merupakan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Dia juga menyebutkan bahwa produksi merkuri yang ada di Ambon, Maluku, sudah tidak boleh beroperasi. Ambon, kata Nurhamdi, merupakan daerah produsen merkuri terbesar di Indonesia.

“Jangankan menggunakan (merkuri). Produksinya saja sekarang sudah dilarang,” tuturnya saat ditemui, kemarin (6/12).

Pria berkacamata ini menjelaskan, penggunaan merkuri dalam kegiatan pertambangan akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selama ini, merkuri memang dikenal untuk kegiatan pertambangan emas. Fungsinya untuk memisahkan biji emas dengan batuan atau mineral lain.

Jika merkuri ataupun material yang terkena merkuri dibuang ke lingkungan sekitarnya, kandungannya tidak akan bisa terurai, walaupun dalam jangka waktu lama. Misal, jika masuk ke perairan, merkuri akan diserap oleh plankton kemudian terakumulasi hingga di tubuh ikan, karena rantai makanan. Ikan tersebut mengandung merkuri dan berbahaya jika dimakan seperti peristiwa Minamata, Jepang.

Sebagai pengganti merkuri, lanjut Nurhamdi, aktivitas penambangan bisa menggunakan sianida. Menurutnya, sianida lebih mudah dikendalikan dibandingkan merkuri. Sianida juga lebih mudah diuraikan.

“Sianida sifat racunnya bisa hilang, bisa terurai. Kalau merkuri tidak, di dalam air, tanah, dan udara, tidak bisa terurai,” jelasnya.

Dia mengklaim pihaknya selalu memberikan sosialisasi bahaya menggunakan merkuri untuk penambangan. Baik kepada perusahaan maupun masyarakat. Namun, dia mengatakan, yang sulit adalah menjangkau usaha-usaha penambangan ilegal, karena diluar wewenang DLH Kaltara.

Dikatakan, masyarakat seharusnya lebih memperhatikan aspek keselataman dan kesehatan kerja. Sebab, penggunaan merkuri memiliki akibat secara langsung pada manusia. Di antaranya kulit gatal, terbakar atau terkelupas dan lainnya.

Menurutnya, penggunaan merkuri lebih banyak dilakukan oleh pertambangan rakyat dibandingkan oleh perusahaan. Di Kaltara, lanjutnya, sudah tidak ada perusahaan yang menggunakan merkuri.

“Masyarakat seharusnya lebih mementingkan kesehatan dibandingkan jumlah hasil yang diraih. Karena dampaknya buruk bagi kesehatan dan paling penting itu sudah dilarang oleh Presiden, serta sudah ada satgas (satuan tugas) yang menanganinya. Ketika ketahuan menggunakan merkuri akan diamankan oleh aparat,” paparnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:57

Mabes Polri Segera Tinjau Lokasi SPN

TANJUNG SELOR - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara menargetkan rencana pembangunan Sekolah Polisi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:54

Makan Kerupuk Bersama Sepanjang 750 Meter

MEMERIAHKAN - Masyarakat RT 53 Gang Kumis, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Tanjung Selor memeriakan Hari…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:19

Pendapatan Berkurang, Terpikir Jadi Nelayan

TANJUNG SELOR – Para motoris tambangan perahu yang menghubungkan Tanjung Palas dan Tanjung Selor…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:06

12 Kg Sabu-Sabu Diamankan lewat Nunukan

TANJUNG SELOR - Kepolisian bersama Bea Cukai Nunukan, sejak awal Agustus ini disibukkan dengan pengungkapan…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:02

Sanksi Bisa Pengurangan Insentif

GUBERNUR Kaltara Irianto Lambrie menanggapi terkait razia yang menjaring Aparatur Sipil Negara (ASN)…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:52

Terima Permohonan Gugatan DCS

TANJUNG SELOR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Utara, telah menerima dua permohonan…

Kamis, 16 Agustus 2018 15:04

Penertiban PKL Tunggu Instruksi Bupati

TANJUNG SELOR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bulungan akan melakukan penertipan pedagang…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:50

Awasi Kebakaran Lahan Gambut

TANJUNG SELOR - Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, untuk…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:24

ASN Terjaring Razia Diberikan Sanksi

TANJUNG SELOR - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltara, yang terjaring razia…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:16

Sehari, Tiga Kali Listrik Padam

WARGA Tanjung Selor dan sekitarnya harus merasakan pemadaman listrik hingga tiga kali dalam sehari.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .