MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 07 Desember 2017 13:02
Sempat Hanya Didampingi Tetangga, Hari Ini Jalani Operasi

Fatimah, Nenek 80 Tahun yang Menderita Tumor

HARI INI DIOPERASI: Nenek Patimang atau Fatimah dijaga oleh anaknya, Asse (49), di RSD dr Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor.

PROKAL.CO, Kepala pusing dan sakit di paha selalu dirasakan nenek Patimang atau Fatimah setiap hari. Dalam sepekan ini, keberadaan nenek berusia sekitar 80 tahun ini di RSD Dr Soemarno Sostroatmodjo mengundang keprihatinan karena tanpa anak yang mendampinginya.

 

RUSDIYONO, Tanjung Selor

 

DI ujung kiri ruang Bougenville RSD Dr Soemarno Sostroatmodjo, terbaring Nenek Patimang (Fatimah) dengan selang infus yang tertancap di lengan kanannya. Kamar dengan enam bangsal itu hanya ada Fatimah dan dua pasien lain yang letaknya berjauhan.

Rabu (6/12), sekira pukul 14.30 Wita, ruangan dengan dominasi warna putih itu sangat lengang. Dua orang di luar ruangan menyapa dengan ramah kedatangan media ini yang sebelumnya sudah menunggu sekira 15 menit untuk mendapatkan izin dari pihak rumah sakit menjenguk Fatimah.

Setelah memperkenalkan diri dengan dua orang yang menyapa itu, diketahui yang satu merupakan anak Fatimah. Namanya Asse. Usianya 49 tahun. Yang kedua bernama Sitiamang (31), tetangga Fatimah di RT 3 Desa Tanah Kuning. Sitiamang diketahui merupakan orang yang membawa Fatimah ke rumah sakit bersama suaminya sekitar sepekan lalu.

“Ini malam ketujuh di rumah sakit. Sebelumnya dirawat di Puskesmas Tanah Kuning sekitar tiga hari,” tutur Sitiamang memulai perbincangan.

Sang anak, Asse mengatakan, ibunya memiliki penyakit tumor berupa benjolan daging yang besarnya saat ini seperti bola voli. Benjolan besar itu terdapat di antara kedua pahanya. Anak satu-satunya Fatimah itu mengaku benjolan besar sudah diderita sejak sekitar 20 tahun lalu. Namun, tidak ada yang tahu tentang benjolan besar itu sampai sudah mulai membesar.

“Kalau mau melihat (benjolannya), tidak apa-apa,” ucap Asse sembari memperlihatkan benjolan yang ukurannya memang hampir seperti bola voli.

“Selama ini dia tidak pernah mau dibawa ke rumah sakit, karena tidak ada biaya dan tidak pernah dilihatkan ke orang, malu,” sambungnya.

Pria asal Bone, Sulawesi Selatan ini mengatakan, untuk berjalan, Fatimah sering merasa sakit. Karena ukuran benjolan yang semakin membesar dan cukup berat. Bahkan, saat berjalan terkadang harus duduk dulu untuk menahan sakit.

Dia mengungkapkan bahwa kepergiannya ke Sulawesi Selatan adalah untuk melihat anaknya yang mengalami kecelakaan di Bone. Dia berada di Bone kurang lebih sekitar tiga bulan. Setelah itu, dia mendapati kabar bahwa ibunya masuk rumah sakit yang diberitahukan oleh suami dari Sitiamang. Dia sendiri sebenarnya tidak tega meninggalkan ibunya sendiri, namun karena kondisi anaknya yang membuat ia harus pulang kampung.

“Saat masuk Puskesmas Tanah Kuning, saya juga sudah dikabari,” ungkapnya.

Selama ini, kata dia, anak dan istrinya tidak tinggal bersamanya di Tanah Kuning. Dia hanya tinggal dengan ibunya di wilayah pesisir Bulungan itu dengan menjadi nelayan, tukang panjat pohon kelapa, hingga sol sepatu. Selama 15 tahun di Kaltara, dia dan ibunya itu pernah tinggal di Tarakan, sebelum akhirnya ke Bulungan.

Di Tanah Kuning, dia dan ibunya sempat mendapatkan bantuan rumah sederhana dari pemerintah daerah. “Meski tidak besar, hanya satu kamar, tapi bersyukur,” katanya.

Sepekan di rumah sakit, hari ini, Fatimah bakal dioperasi. Operasi akan dilakukan pada pagi ini. Untuk operasi tersebut, Fatimah membutuhkan delapan kantong darah dan sudah ada enam di rumah sakit. Sisanya, dua kantong lagi akan diambil hari ini di PMI Bulungan.

“Untuk biaya operasi saya dengar cuma bayar separuh saja, tapi belum tahu rinciannya berapa,” akunya.

Jika sudah dioperasi dan sehat, Asse berniat membawa ibunya kembali ke Bone. Namun, dirinya belum tahu apakah ibunya tersebut mau untuk pulang ke kampung kelahirannya. Fatimah pun sering menolak saat diajak kembali ke Bone dan lebih memilih tinggal di Tanah Kuning. (*/fen)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 22:49
BREAKING NEWS

Rumah Makan Dilalap si Jago Merah

TARAKAN - Kebakaran terjadi di rumah makan (RM) Mandor 3 Jalan Yos Sudarso RT 13 nomor 7 Kelurahan Karang…

Kamis, 14 Desember 2017 12:19

76 Jabatan Tak Terisi, Pemberkasan hingga 24 Desember

TANJUNG SELOR – Kabar gembira bagi para pendaftar CPNS Pemprov Kaltara yang sudah menunggu pengumuman…

Kamis, 14 Desember 2017 11:57

Cari Handphone Berujung Maut

TARAKAN – Dua peristiwa warga tersengat listrik terjadi di Tarakan. Pertama terjadi pada Selasa…

Kamis, 14 Desember 2017 11:54

Polres Siapkan 200 Personel

GUNA mengamankan kedatangan Kapolri di Tanjung Selor, sejumlah personel Polres Bulungan akan dikerahkan…

Kamis, 14 Desember 2017 11:53

Kunjungan Kapolri Bakal Jadi Sejarah

TANJUNG SELOR – Kapolri Jenderal Tito Karnavian direncanakan bakal melakukan kunjungan ke Kalimantan…

Kamis, 14 Desember 2017 11:51

Terbitan Yudhistira Tak Beredar di Bulungan

TANJUNG SELOR – Beredarnya buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kelas 6 SD dengan…

Rabu, 13 Desember 2017 12:27

Sidang Kasus Pembunuhan Diwarnai Keributan

TARAKAN – Suasana di salah satu ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Selasa (12/12), sempat…

Rabu, 13 Desember 2017 10:42
BREAKING NEWS

Pekerja bangunan Terlempar, Diduga Tersengat Listrik

TARAKAN - Warga di Jalan Pulau Banda Kelurahan Kampung Satu, Rabu (13/12) dikagetkan bunyi seperti suara…

Selasa, 12 Desember 2017 12:22

Pengumuman CPNS Tunggu Arahan Gubernur

TANJUNG SELOR – Hasil akhir penerimaan CPNS Pemprov Kaltara hingga kini belum dilakukan pengumuman.…

Selasa, 12 Desember 2017 12:20

Penjual Obat Jadi Tersangka Kasus Pembuangan Janin

TARAKAN – Pihak kepolisian kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus pembuangan janin di tepi…

Dua Kabupaten Lambat Serahkan LPj Dana Desa

Express Air Berminat Jadi Operator

Syarat Desa Harus Jelas

Baru Berusia 22 Tahun, Selesaikan S-2 Hanya Delapan Bulan

Wisata Pantai Masih Perlu Sentuhan

Pembuang Bayi di Tarakan Terancam 5 Tahun Kurungan

Pengumuman CPNS Tunggu Arahan Gubernur

Pemkab Disarankan Berkoordinasi, Percepat Revisi RTRW Bulungan

Penjual Obat Jadi Tersangka Kasus Pembuangan Janin

Sidang Kasus Pembunuhan Diwarnai Keributan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .