MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 06 Desember 2017 13:05
Bisa untuk Pengawet Makanan, Kewalahan Terima Pesanan

Paijan, Pembuat Minyak dari Batok Kelapa

WARGA KREATIF: Paijan Nur Erli bekerja di rumahnya membuat minyak dari batok kelapa untuk berbagai manfaat.

PROKAL.CO, Ubah Batok Kelapa jadi Asap Cair Pembasmi Rayap, Raih Juara Harapan II Lomba TTG Tingkat Nasional.

Kelapa mulai dari akar, batang pohon, daun hingga buah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan rupiah. Paijan Nur Eli, misalnya. Warga Tarakan ini memanfaatkan batok kelapa yang diolah menghasilkan produk asap cair.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

GAGASAN Paijan muncul berawal ketika warga Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat ini sering menjumpai limbah batok kelapa di Pasar Gusher hanya digunakan untuk bahan bakaran pengganti arang.

Benda ini memang kurang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Jika tidak dimanfaatkan untuk bahan pembakaran, oleh warga Tarakan biasanya disebut tempurung kelapa ini sering dibuang begitu saja oleh pedagang kelapa.

Paijan lantas mencari ide agar batok kelapa itu bisa memberikan penghasilan baginya. Ditangannya batok kelapa pun kemudian disulap menjadi asap cair sebagai bahan pengawet makanan alami.

Bukan itu saja. Dari tempurung itu Paijan juga membuat produk yang bermanfaat bagi petani. Yakni, asap cair pengganti pestisida untuk pertanian ramah lingkungan.

"Awalnya saya sering bakar ikan, kok tempurung kelapa ada minyaknya? Berarti bisa diambil. Makanya saya coba-coba dan hasilnya memang benar," ujarnya, Selasa (5/12).

Inovasi bapak yang sudah dikaruniai tiga anak ini mampu menggaet hati Pemkot Tarakan. Produknya pun diikutkan dalam lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kalimantan Utara dan berhasil menjuarai lomba.

Ia pun dipercaya menjadi wakil Kaltara di ajang yang sama tingkat nasional.  Dan, berkat kerja kerasnya, Pajian meraih juara harapan dua. Dari batok kelapa, Paijan mampu menciptakan tiga macam jenis minyak. Yakni, grade 3 untuk minyak yang baru sekali suling sehingga warnanya masih hitam pekat dan bau asap. Grade 2 yaitu warna minyak sudah agak jernih dan grade 1 warna minyak cukup jernih.

Untuk bisa menghasilkan minyak, batok kelapa ditaruh dalam wadah yang tertutup. Kemudian tabung penyimpanan batok kelapa yang sudah ditutup rapat dipanasi hingga 150 derajat celsius. Uap dari batok kelapa diembunkan dengan menggunakan pipa kecil sepanjang 1 meter yang ujungnya diberi tabung lebih kecil.

Penyulingan tersebut membutuhkan waktu setidaknya 2 hari. Bahan bakar penyulingan mengunakan briket arang batok kelapa yang sudah disuling.
Paijan sendiri memastikan bahwa produknya dapat digunakan untuk bahan pengawet makanan alami, meskipun belum ada penelitian terkait khasiat minyak batok kelapa buatannya.

Minyak grade 1 dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan alami dan juga ikan. Sedangkan grade 2 dapat membuat kayu tahan lama dan tahan rayap. Sedangkan untuk grade 3 digunakan sebagai pengganti pestisida dan menyuburkan lahan.

Hasil inovasinya itu pun mulai diproduksi untuk khalayak luas. Untuk harga, Paijan menjual per botol berukuran kecil sebesar Rp 20-50 ribu. Ia pun mengaku kewalahan memenuhi permintaan warga yang terbilang banyak.

"Pelanggan sudah banyak, ada dari petani, penjual ikan dan tukang bangunan. Tetapi produksi masih terbatas. Dalam 2 hari hanya dapat 1 liter dengan bahan baku batok kelapa sebanyak 10 kilogram,” ungkapnya.

“Sebenarnya ada alat yang memiliki kapasitas 50 kilogram, tetapi masih dalam perbaikan sehingga menggunakan alat modifikasi," tambahnya.

Untuk melihat kualitas produksi minyak batok kelapanya, Paijan telah melakukan kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan penelitian apakah berbahaya atau tidak saat dikonsumsi, karena digunakan sebagai bahan pengawet makanan.

Sedangkan untuk pertanian, minyak batok kelapa ini sudah terbukti mampu menangkal beberapa hama sehingga para petani tidak lagi harus membeli pestisida beracun yang tidak ramah lingkungan.

Paijan mengaku tidak kesulitan mencari bahan baku batok kelapa. Ia bisa mendapatkannya di pedagang kelapa kompleks Pasar Gusher yang persis berada di sebelah rumahnya.

Selain dibuat menjadi minyak, arang batok kelapa sebenarnya juga bisa dibuat sabun oleh Paijan. Namun, untuk inovasinya itu ia belum seriusi dan masih fokus pada pembuatan minyak. (*/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 14:02

Sebatik Jadi Sentra Kelautan dan Perikanan

TANJUNG SELOR – Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pembangunan 20 Sentra Kelautan…

Sabtu, 17 Februari 2018 13:59

Rela Antre demi Dokter Spesialis

TANJUNG SELOR – Masyarakat di daerah perbatasan membutuhkan peningkatan pelayanan kesehatan, terutama…

Jumat, 16 Februari 2018 12:53

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

TANJUNG SELOR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara menargetkan hasil tangkapan ikan nelayan…

Jumat, 16 Februari 2018 12:51

Mesin Rusak, Nelayan Filipina Hanyut hingga Laut Sulawesi

TARAKAN – Lima warga Filipina ditemukan terapung di Laut Sulawesi, setelah kapal mereka mengalami…

Jumat, 16 Februari 2018 12:48

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

TANJUNG SELOR – Wilayah Kalimantan Utara memiliki banyak potensi bencana alam. Berdasarkan pengamatan…

Jumat, 16 Februari 2018 12:45

Pelimpahan Aset Dipantau BPK

TARAKAN - Persoalan aset menjadi salah satu penekanan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan…

Kamis, 15 Februari 2018 12:59

Politik Uang Hasilkan Koruptor

TARAKAN – Sebelum melakukan agenda kampanye mulai hari ini, empat pasangan calon wali kota dan…

Rabu, 14 Februari 2018 13:40

Pembenahan Gudang Farmasi Kaltara, Ditargetkan Rampung Sepekan

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie meminta Dinas Kesehatan (Diskes) untuk melakukan…

Rabu, 14 Februari 2018 13:38

Penetapan NIK Ditarget Pekan Ini, Ishak: Semua Tergantung BKN

TANJUNG SELOR – Peserta seleksi CPNS Pemprov Kaltara 2017 yang dinyatakan lulus mulai bertanya-tanya…

Selasa, 13 Februari 2018 12:34

Wali Kota Tarakan Bisa Dicopot, Jika Tak Mau Mengalihkan Tiga UPTD Perikanan

TANJUNG SELOR – Pengalihan kewenangan dan aset tiga unit pelaksana teknis daerah (UPTD) perikanan…

Wali Kota Tarakan Bisa Dicopot, Jika Tak Mau Mengalihkan Tiga UPTD Perikanan

Revisi Perda GSB Terkesan Lambat

Penetapan NIK Ditarget Pekan Ini, Ishak: Semua Tergantung BKN

Kapolres Tegaskan Murni Kecelakaan

Polisi Sudah Periksa 2 Orang, Terkait Laporan Pencemaran Nama Baik Gubernur

Diskes dan Polisi Masih Tunggu Hasil Lab

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

Pemilik Kapal Didenda Rp 1,3 M

Objek Wisata ‘Makan’ Korban Jiwa

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .