MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 06 Desember 2017 13:05
Bisa untuk Pengawet Makanan, Kewalahan Terima Pesanan

Paijan, Pembuat Minyak dari Batok Kelapa

WARGA KREATIF: Paijan Nur Erli bekerja di rumahnya membuat minyak dari batok kelapa untuk berbagai manfaat.

PROKAL.CO, Ubah Batok Kelapa jadi Asap Cair Pembasmi Rayap, Raih Juara Harapan II Lomba TTG Tingkat Nasional.

Kelapa mulai dari akar, batang pohon, daun hingga buah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan rupiah. Paijan Nur Eli, misalnya. Warga Tarakan ini memanfaatkan batok kelapa yang diolah menghasilkan produk asap cair.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

GAGASAN Paijan muncul berawal ketika warga Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat ini sering menjumpai limbah batok kelapa di Pasar Gusher hanya digunakan untuk bahan bakaran pengganti arang.

Benda ini memang kurang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Jika tidak dimanfaatkan untuk bahan pembakaran, oleh warga Tarakan biasanya disebut tempurung kelapa ini sering dibuang begitu saja oleh pedagang kelapa.

Paijan lantas mencari ide agar batok kelapa itu bisa memberikan penghasilan baginya. Ditangannya batok kelapa pun kemudian disulap menjadi asap cair sebagai bahan pengawet makanan alami.

Bukan itu saja. Dari tempurung itu Paijan juga membuat produk yang bermanfaat bagi petani. Yakni, asap cair pengganti pestisida untuk pertanian ramah lingkungan.

"Awalnya saya sering bakar ikan, kok tempurung kelapa ada minyaknya? Berarti bisa diambil. Makanya saya coba-coba dan hasilnya memang benar," ujarnya, Selasa (5/12).

Inovasi bapak yang sudah dikaruniai tiga anak ini mampu menggaet hati Pemkot Tarakan. Produknya pun diikutkan dalam lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kalimantan Utara dan berhasil menjuarai lomba.

Ia pun dipercaya menjadi wakil Kaltara di ajang yang sama tingkat nasional.  Dan, berkat kerja kerasnya, Pajian meraih juara harapan dua. Dari batok kelapa, Paijan mampu menciptakan tiga macam jenis minyak. Yakni, grade 3 untuk minyak yang baru sekali suling sehingga warnanya masih hitam pekat dan bau asap. Grade 2 yaitu warna minyak sudah agak jernih dan grade 1 warna minyak cukup jernih.

Untuk bisa menghasilkan minyak, batok kelapa ditaruh dalam wadah yang tertutup. Kemudian tabung penyimpanan batok kelapa yang sudah ditutup rapat dipanasi hingga 150 derajat celsius. Uap dari batok kelapa diembunkan dengan menggunakan pipa kecil sepanjang 1 meter yang ujungnya diberi tabung lebih kecil.

Penyulingan tersebut membutuhkan waktu setidaknya 2 hari. Bahan bakar penyulingan mengunakan briket arang batok kelapa yang sudah disuling.
Paijan sendiri memastikan bahwa produknya dapat digunakan untuk bahan pengawet makanan alami, meskipun belum ada penelitian terkait khasiat minyak batok kelapa buatannya.

Minyak grade 1 dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan alami dan juga ikan. Sedangkan grade 2 dapat membuat kayu tahan lama dan tahan rayap. Sedangkan untuk grade 3 digunakan sebagai pengganti pestisida dan menyuburkan lahan.

Hasil inovasinya itu pun mulai diproduksi untuk khalayak luas. Untuk harga, Paijan menjual per botol berukuran kecil sebesar Rp 20-50 ribu. Ia pun mengaku kewalahan memenuhi permintaan warga yang terbilang banyak.

"Pelanggan sudah banyak, ada dari petani, penjual ikan dan tukang bangunan. Tetapi produksi masih terbatas. Dalam 2 hari hanya dapat 1 liter dengan bahan baku batok kelapa sebanyak 10 kilogram,” ungkapnya.

“Sebenarnya ada alat yang memiliki kapasitas 50 kilogram, tetapi masih dalam perbaikan sehingga menggunakan alat modifikasi," tambahnya.

Untuk melihat kualitas produksi minyak batok kelapanya, Paijan telah melakukan kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan penelitian apakah berbahaya atau tidak saat dikonsumsi, karena digunakan sebagai bahan pengawet makanan.

Sedangkan untuk pertanian, minyak batok kelapa ini sudah terbukti mampu menangkal beberapa hama sehingga para petani tidak lagi harus membeli pestisida beracun yang tidak ramah lingkungan.

Paijan mengaku tidak kesulitan mencari bahan baku batok kelapa. Ia bisa mendapatkannya di pedagang kelapa kompleks Pasar Gusher yang persis berada di sebelah rumahnya.

Selain dibuat menjadi minyak, arang batok kelapa sebenarnya juga bisa dibuat sabun oleh Paijan. Namun, untuk inovasinya itu ia belum seriusi dan masih fokus pada pembuatan minyak. (*/fen)


BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 12:30

Pipa Bocor, Dua Operator Pingsan

TARAKAN – Operator stasiun M-5 milik salah satu perusahaan migas…

Minggu, 18 November 2018 14:43

Oknum PNS Terancam Sanksi

TANJUNG SELOR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bulungan menemukan…

Sabtu, 17 November 2018 02:32

Polda Selidiki Penyebab Tenggelamnya TB Fortunesius

TANJUNG SELOR – Penyebab tenggelamnya tugboat Fortunesius di perairan Pulau…

Sabtu, 17 November 2018 02:18

Pria Ini Bakal Berenang di 3 Selat Sekaligus

Memanfaatkan momentum Hari Pahlawan 10 November, Ibrahim Rusli kembali menguji…

Jumat, 16 November 2018 10:33

Petakan Kebutuhan Dokter

KEBUTUHAN tenaga medis seperti perawat, bidan dan dokter bakal semakin…

Jumat, 16 November 2018 10:26

Korban Kedua Ditemukan Terperangkap

TANJUNG SELOR – Satu korban kapal tenggelam di perairan Pulau…

Jumat, 16 November 2018 10:17

DPT Bertambah 19.627 Jiwa

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara telah melaksanakan…

Kamis, 15 November 2018 10:25

Gubernur Target 2020 RSUD Beroperasi

TANJUNG SELOR – Rencana Pemprov Kaltara membangun rumah sakit di…

Kamis, 15 November 2018 10:21

Satu korban Belum Ditemukan

PENCARIAN dua kru tugboat Fortunesius yang dinyatakan hilang pada Senin…

Kamis, 15 November 2018 10:19

Penculikan Anak Tidak Benar

MARAKNYA penyebaran berita bohong atau hoaks yang menjadi konsumsi publik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .