MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 04 Desember 2017 12:55
Kaltara Kebagian Listrik dan Perdagangan dengan Sabah

Dari Pertemuan Anggota BIMP–EAGA di Tarakan

BERSATU: Delegasi empat negara yang tergabung dalam BIMP-EAGA usai pertemuan di Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, Ahad (3/12).

PROKAL.CO, Pertemuan tingkat menteri dari empat negara yang tergabung dalam Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina (BIMP) - East ASEAN Growth Area (EAGA) ke-21 dan senior official meeting ke-26, berakhir Ahad (3/12). Apa saja yang dihasilkan?

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

BEBERAPA keputusan penting dihasilkan dalam pertemuan tersebut. Terutama yang menyangkut kerja sama percepatan pembangunan di wilayah-wilayah perbatasan. Tak terkecuali di Kalimantan Utara (Kaltara).

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, Kaltara yang berbatasan dengan Sabah, Malaysia kebagian kerja sama di bidang kelistrikan. Mengingat Bumi Benuanta memiliki sumber-sumber energi yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Seperti batu bara dan sungai.

“Sebetulnya di Kaltara memiliki sumber energi walaupun membangunnya sendiri masih perlu waktu,” kata Darmin dalam wawancara bersama awak media di Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, Ahad (3/12).

Misal, ada rencana membangunan PLTU di Kaltara yang belum diketahui kapan dimulai. Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat Kaltara, bisa juga disuplai ke daerah sekitarnya, termasuk ke Sabah. 

Selain di bidang kelistrikan, Kaltara juga mendapatkan manfaat kerja sama di bidang perdagangan dengan Sabah yang disesuaikan kondisi di Kaltara. Namun, bagaimana implementasinya Darmin menyerahkan kepada pihak terkait untuk mengaturnya. Termasuk dalam mengatur regulasinya apakah perlu diubah peraturannya atau masih tetap yang digunakan saat ini. 

“Jadi, antara Kaltara dengan Sabah pasti perdagangannya harus kita fasilitasi supaya apa yang bisa kita jual ke sana, mereka juga bisa jual ke sini,” tuturnya.

Dicontohkan perdagangan makanan dan minuman yang masih marak di Tarakan dan Tawau, Sabah. Darmin mengakui memang ada yang diperbolehkan. Namun, jika dilakukan tanpa aturan perdagangan yang jelas, itu yang perlu diselesaikan.

Untuk kerja sama-kerja sama ini, keempat negara sepakat lebih mengutamakan peran pihak swasta dalam berkontribusi. Di bidang kelistrikan, misalnya, pemerintah Indonesia menyerahkan kepada investor yang memiliki modal untuk membangun pembangkit, baik pengusaha lokal maupun luar negeri.

Sementara untuk sektor pedagangan, pemerintah pusat menyerahkan kewenangan kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mengaturnya. Termasuk juga menjalin kerja sama di sektor pendidikan, kesehatan, serta pengembangan sektor UMKM dan pariwisata.

Secara umum, kata Darmin, kerja sama empat negara yang tergabung dalam BIMP–EAGA meliputi 8 bidang. Selain pedagangan dan investasi, serta ketenagalistrikan, juga pariwisata, transportasi, ICT, pertanian, lingkungan, serta kebudayaan dan pendidikan.

Pertemuan di Kaltara sendiri adalah membahas tindak lanjut arahan dari pertemuan kepala negara di Manila, Filipina, 29 April 2017 lalu. Di antaranya menindaklanjuti perkembangan pembangunan proyek-proyek infrastuktur prioritas di kawasan BIMP–EAGA.

Proyek tersebut antara lain pembangunan bandara udara (bandara), pelabuhan laut, jalan, jembatan, rel kereta api dan lain-lain dengan menelan dana USD 21,4 miliar.

Proyek prioritasnya meliputi pembangunan tol Manado–Bitung dan Samarinda–Balikpapan, pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan Barat, kawasan ekonomi khusus di Bitung, pelabuhan Bitung, pelabuhan Makassar dan lain-lain.

Selain itu, lanjut Darmin, pertemuan di Kaltara juga membicarakan pengembangan koridor ekonomi. Dimana untuk peningkatan perekonomian secara lebih terarah telah dibentuk dua koridor, yakni West Borneo Economic Corridor dengan fokus pengembangan berbasis darat, serta Greater Sulu Sulawesi Economic Corridor dengan fokus pengembangan berbasis kelautan. 

Dalam pertemuan kepala negara di Manila sebelumnya, telah diberikan arahan untuk memperluas koridor ekonomi yang sudah ada dengan menggunakan pendekatan kewilayahan dan fokus pada sektor prioritas.

“Target utama yang ingin dicapai adalah peningkatan nilai-nilai perdagangan, investasi, industri, pariwisata dan sektor UMKM guna memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” beber Darmin.

Indonesia sendiri mengusulkan pengembangan koridor dilakukan pada daerah yang ada di perbatasan maupun yang mempunyai potensi yang besar. Seperti Makassar, Maluku dan Papua. Untuk mendukung hal itu, perlu dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai unsur.

Ada juga yang sifatnya kerja sama Green City yang intinya mewujudkan wilayah perkotaan ramah lingkungan. Sejauh ini, Kendari menjadi kota di Indonesia yang telah menyelesaikan tahap pertama dari program ini.

Saat ini, masing-masing negara juga telah menunjuk dua kota baru di luar Kendari yang komitmen untuk ikut serta dalam program ini. Di Brunei Darussalam sendiri ada Bandar Sri Begawan, sementara Indonesia ada Pontianak dan Tomohon.  Malaysia ada Kota Kinabalu dan Kuching, serta di Filipina ada Davao dan General Santos. (*/fen)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:58

Disdik Kaltara Belajar dari Pengalaman

TANJUNG SELOR – Penerapan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggunakan High Order…

Selasa, 24 April 2018 12:35

Transportasi Air Jadi Fokus Kapolda

MESKI baru Juni nanti,persiapan arus mudik Lebaran Idulfitri tahun ini menjadi perhatian khusus bagi…

Selasa, 24 April 2018 12:34

Mendagri Tegaskan Semua Prioritas

TANJUNG SELOR – Pemekaran Tanjung Selor sebagai daerah otonomi baru (DOB), karena merupakan ibu…

Selasa, 24 April 2018 12:26

Kaltara Otonomi Penuh, Tjahjo: Jangan Cuma Bawa Hasil

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Di provinsi…

Senin, 23 April 2018 10:45

Disdik Ultimatum Satuan Pendidikan

TARAKAN - Kepala Dinas Pendidikan Kaltara Sigit Muryono mengingatkan kepada satuan pendidikan penerima…

Senin, 23 April 2018 10:42

Sempat Ingin Jadikan Hiasan

TARAKAN – Mortir sisa perang kembali ditemukan warga. Kali ini ditemukan di Kelurahan Kampung…

Minggu, 22 April 2018 00:10

Beli Pesawat, Pemprov Bahas Skema Pembayaran

TANJUNG SELOR - Rencana pembelian pesawat N219 Nurtanio yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia (DI)…

Minggu, 22 April 2018 00:06

Bantuan Kapal Akan Ditarik, Daerah Terancam Tak Dapat Bantuan

TANJUNG SELOR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara akan menarik kembali kapal…

Minggu, 22 April 2018 00:03

Produksi di Atas 2015 Tak Bebas Denda

TANJUNG SELOR - Program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub)…

Sabtu, 21 April 2018 11:02

Meski Dicoret, Dishub Tetap Siapkan DED Kereta Api

TANJUNG SELOR – Dicoretnya proyek pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur oleh Presiden…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .