MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 04 Desember 2017 12:55
Kaltara Kebagian Listrik dan Perdagangan dengan Sabah

Dari Pertemuan Anggota BIMP–EAGA di Tarakan

BERSATU: Delegasi empat negara yang tergabung dalam BIMP-EAGA usai pertemuan di Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, Ahad (3/12).

PROKAL.CO, Pertemuan tingkat menteri dari empat negara yang tergabung dalam Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina (BIMP) - East ASEAN Growth Area (EAGA) ke-21 dan senior official meeting ke-26, berakhir Ahad (3/12). Apa saja yang dihasilkan?

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

BEBERAPA keputusan penting dihasilkan dalam pertemuan tersebut. Terutama yang menyangkut kerja sama percepatan pembangunan di wilayah-wilayah perbatasan. Tak terkecuali di Kalimantan Utara (Kaltara).

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, Kaltara yang berbatasan dengan Sabah, Malaysia kebagian kerja sama di bidang kelistrikan. Mengingat Bumi Benuanta memiliki sumber-sumber energi yang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Seperti batu bara dan sungai.

“Sebetulnya di Kaltara memiliki sumber energi walaupun membangunnya sendiri masih perlu waktu,” kata Darmin dalam wawancara bersama awak media di Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, Ahad (3/12).

Misal, ada rencana membangunan PLTU di Kaltara yang belum diketahui kapan dimulai. Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat Kaltara, bisa juga disuplai ke daerah sekitarnya, termasuk ke Sabah. 

Selain di bidang kelistrikan, Kaltara juga mendapatkan manfaat kerja sama di bidang perdagangan dengan Sabah yang disesuaikan kondisi di Kaltara. Namun, bagaimana implementasinya Darmin menyerahkan kepada pihak terkait untuk mengaturnya. Termasuk dalam mengatur regulasinya apakah perlu diubah peraturannya atau masih tetap yang digunakan saat ini. 

“Jadi, antara Kaltara dengan Sabah pasti perdagangannya harus kita fasilitasi supaya apa yang bisa kita jual ke sana, mereka juga bisa jual ke sini,” tuturnya.

Dicontohkan perdagangan makanan dan minuman yang masih marak di Tarakan dan Tawau, Sabah. Darmin mengakui memang ada yang diperbolehkan. Namun, jika dilakukan tanpa aturan perdagangan yang jelas, itu yang perlu diselesaikan.

Untuk kerja sama-kerja sama ini, keempat negara sepakat lebih mengutamakan peran pihak swasta dalam berkontribusi. Di bidang kelistrikan, misalnya, pemerintah Indonesia menyerahkan kepada investor yang memiliki modal untuk membangun pembangkit, baik pengusaha lokal maupun luar negeri.

Sementara untuk sektor pedagangan, pemerintah pusat menyerahkan kewenangan kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mengaturnya. Termasuk juga menjalin kerja sama di sektor pendidikan, kesehatan, serta pengembangan sektor UMKM dan pariwisata.

Secara umum, kata Darmin, kerja sama empat negara yang tergabung dalam BIMP–EAGA meliputi 8 bidang. Selain pedagangan dan investasi, serta ketenagalistrikan, juga pariwisata, transportasi, ICT, pertanian, lingkungan, serta kebudayaan dan pendidikan.

Pertemuan di Kaltara sendiri adalah membahas tindak lanjut arahan dari pertemuan kepala negara di Manila, Filipina, 29 April 2017 lalu. Di antaranya menindaklanjuti perkembangan pembangunan proyek-proyek infrastuktur prioritas di kawasan BIMP–EAGA.

Proyek tersebut antara lain pembangunan bandara udara (bandara), pelabuhan laut, jalan, jembatan, rel kereta api dan lain-lain dengan menelan dana USD 21,4 miliar.

Proyek prioritasnya meliputi pembangunan tol Manado–Bitung dan Samarinda–Balikpapan, pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan Barat, kawasan ekonomi khusus di Bitung, pelabuhan Bitung, pelabuhan Makassar dan lain-lain.

Selain itu, lanjut Darmin, pertemuan di Kaltara juga membicarakan pengembangan koridor ekonomi. Dimana untuk peningkatan perekonomian secara lebih terarah telah dibentuk dua koridor, yakni West Borneo Economic Corridor dengan fokus pengembangan berbasis darat, serta Greater Sulu Sulawesi Economic Corridor dengan fokus pengembangan berbasis kelautan. 

Dalam pertemuan kepala negara di Manila sebelumnya, telah diberikan arahan untuk memperluas koridor ekonomi yang sudah ada dengan menggunakan pendekatan kewilayahan dan fokus pada sektor prioritas.

“Target utama yang ingin dicapai adalah peningkatan nilai-nilai perdagangan, investasi, industri, pariwisata dan sektor UMKM guna memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” beber Darmin.

Indonesia sendiri mengusulkan pengembangan koridor dilakukan pada daerah yang ada di perbatasan maupun yang mempunyai potensi yang besar. Seperti Makassar, Maluku dan Papua. Untuk mendukung hal itu, perlu dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai unsur.

Ada juga yang sifatnya kerja sama Green City yang intinya mewujudkan wilayah perkotaan ramah lingkungan. Sejauh ini, Kendari menjadi kota di Indonesia yang telah menyelesaikan tahap pertama dari program ini.

Saat ini, masing-masing negara juga telah menunjuk dua kota baru di luar Kendari yang komitmen untuk ikut serta dalam program ini. Di Brunei Darussalam sendiri ada Bandar Sri Begawan, sementara Indonesia ada Pontianak dan Tomohon.  Malaysia ada Kota Kinabalu dan Kuching, serta di Filipina ada Davao dan General Santos. (*/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 12:46

Lahan Belum Jelas, Rp 80 M Kembali ke Pusat

TANJUNG SELOR – Pengembangan Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan masih terkendala…

Sabtu, 20 Januari 2018 12:45

Puluhan Hektare Sawah Terendam, Petani Terancam Gagal Panen

TANJUNG SELOR – Hujan yang mengguyur Kabupaten Bulungan dalam beberapa hari terakhir, membuat…

Sabtu, 20 Januari 2018 12:41

Pekerja Tak Gunakan AP, Kontraktor Proyek Ditegur Disnaker

TANJUNG SELOR – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mencanangkan peringatan hari Keselamatan…

Jumat, 19 Januari 2018 11:25

Bankeu Revisi RTRW Bakal Dipangkas

TANJUNG SELOR – Pemberian bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltara kepada Pemkab Bulungan…

Kamis, 18 Januari 2018 11:53

Dua Raperda Amankan Jalan Kaltara

TANJUNG SELOR – Pembangunan jalan di Kaltara hingga kini terus dilakukan, baik oleh pemerintah…

Kamis, 18 Januari 2018 11:46

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

TANJUNG SELOR – Jalan menanjak di sekitar Kilometer 16 poros Bulungan-Berau, kembali memakan korban.…

Kamis, 18 Januari 2018 11:44

Agen Kapal Survei Kerusakan Dermaga

TARAKAN – Agen kapal tugboat KSA 32/BG Intan 7504 segera merealisasikan janjinya memperbaiki atap…

Rabu, 17 Januari 2018 13:36

Revisi Perda GSB, Bangunan Lama Dikecualikan

TANJUNG SELOR - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2012 tentang Garis Sempadan Bangunan (GSB) ditargetkan…

Rabu, 17 Januari 2018 13:11

Status KLB Difteri Berdampak ke Pariwisata

TARAKAN – Penyakit difteri yang mewabah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Utara, ikut berdampak…

Rabu, 17 Januari 2018 13:10

Tol Udara Dimulai Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Kementerian Perhubungan sejak tahun lalu mulai menggulirkan program tol udara…

Anak SD Jadi Korban Cabul

Posisi Laura Terancam, Gubenur Tunggu Surat Resmi PTUN Samarinda

Daya PLN Bertambah 3 MW

Hanya Butuh Waktu 30 Menit, Rekonstruksi Pembuangan Janin

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

Tol Udara Dimulai Tahun Ini

Akan Panggil Nakhoda Tugboat

Dua Raperda Amankan Jalan Kaltara

Revisi Perda GSB, Bangunan Lama Dikecualikan

Tunggu Persetujuan Penlok dari Kemenhub
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .