MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 01 Desember 2017 15:02
Diharapkan Berdampak pada Perekonomian Kaltara

Dari Pelaksanaan BIMP-EAGA dan Senior Official Meeting

DIMULAI: Delegasi BIMP-EAGA melakukan pertemuan di Swiss-Bellhotel, Kamis (30/11).

PROKAL.CO, Pertemuan tingkat menteri dari empat negara yang tergabung dalam Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina (BIMP) - East ASEAN Growth Area (EAGA) ke-21 dan Senior Official Meeting ke-26 dimulai di Tarakan, Kamis (30/11).

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

 

PELAKSANAAN kegiatan bertaraf internasional BIMP-EAGA punya kenangan tersendiri bagi Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. Ia mengaku menjadi salah satu pencetus dilakukannya pertemuan tersebut.

Menurutnya, pertemuan BIMP–EAGA sudah berlangsung sejak zaman Orde Baru, tepatnya pada 1994. Irianto sendiri terlibat dalam merumuskan dibentuknya pertemuan itu.

Irianto yang kala itu masih menjadi pejabat di Pemprov Kaltim, bersama Ketua DPD RI saat ini Oesman Sapta Oddang yang ketika itu menjadi Ketua Kadin Kalimantan Barat, dan Ketua Kadin Kaltim Rudiansyah bertemu dalam rapat koordinasi wilayah (rakorwil) untuk merumuskan pembentukan BIMP–EAGA.

“Saya tahu karena saya yang merumuskan,” kenang Irianto Lambrie menceritakan sejarah singkat pembentukan pertemuan ini kepada awak media, Rabu (29/11).

Irianto mengetahui betul betapa pentingnya arti pertemuan tersebut bagi Indonesia. Selain mempererat hubungan keempat negara, juga membicarakan pengembangan kerja sama ekonomi.

Karena itu, Irianto tidak menyia-nyiakan begitu menerima tawaran sebagai tempat penyelenggara. Dengan harapan memberikan dampak positif bagi perekonomian di Bumi Benuanta.

“Kita berharap pertemuan itu tidak hanya mempererat hubungan, tapi ada kesepatakan-kesepakatan baru untuk merealisasikan kerja sama ekonomi. Misalnya, dulu dirumuskan Pan Borneo, pembangunan jalan antarnegara ASEAN, khususnya di Kalimantan. Dari Pontianak tembus ke Serawak, nanti Serawak–Brunei–Sabah tembus ke Kaltara, lalu ke Kaltim, Kalsel dan Kalteng,” bebernya.

Selain di bidang ekonomi, pertemuan tersebut juga diharapkan berdampak pada kegiatan perdagangan di Kaltara. Seperti diketahui, perdagangan lintas batas di provinsi termuda di Indonesia ini dengan Tawau, Malaysia masih menyisakan seabrek persoalan.

Sehingga, dengan pertemuan ini diharapkan antara menteri perdagangan Indonesia dan Malaysia memperbaharui perjanjian perdagangan lintas batas kedua negara yang  ditandatangani pada 1964 silam.

Salah satu poin dalam perjanjian itu, kata Irianto, masyarakat di perbatasan Indonesia seperti Krayan, Sebatik hanya boleh belanja maksimum Rp 600 ribu. Namun, implementasi di lapangan tidak sesuai dalam perjanjian.

Ini yang akhirnya banyak menyebabkan praktik perdagangan ilegal di perbatasan Kaltara dan Tawau. Karena itu, dengan kondisi saat ini, kata Irianto, mestinya perjanjian tersebut sudah diperbaharui sehingga perdagangan kedua negara bisa legal.

“Kalau dilegalkan pedagang tidak perlu khawatir ditangkap. Kedua negara masing-masing bisa memungut pajak. Ketiga mereka bisa melakukan perdagangan dengan volume yang lebih besar,” tuturnya.

Selain itu, pertemuan ini juga diharapkan berdampak pada kerja sama di bidang transportasi, terutama udara. Seperti dahulu, ada penerbangan  langsung dari Brunei Darussalam ke Balikpapan. Begitu juga dari Kinabalu, Malaysia ke Balikpapan.

“Harapannya kita Kaltara sebagai poros terdepan, paling tidak angkutan udara ini nanti tidak hanya Tarakan–Tawau atau Tarakan–Kinabalu, tapi kalau Nunukan nanti sudah bisa didarati ATR-72, kita usulkan diratakan. Begitu juga Tanjung Selor. Selain memudahkan arus penumpang, kalau ada hal-hal yang mendesak kita bisa langsung terbang. Apalagi mudah-mudahan Kaltara menjadi pusat industri baru, akan mendorong intensitas kegiatan ekonomi yang makin lebih kuat,” jelasnya.

Poin penting lainnya, kata Irianto, lewat pertemuan ini bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di perbatasan keempat negara. Seperti aksi penyanderaan yang dilakukan kelompok di Filipina ataupun persoalan perbatasan lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalimantan Utara Johan Mulyadi mengungkapkan, pertemuan ini bisa berdampak positif pada percepatan pembangunan di Kaltara.

“BIMP–EAGA sendiri adalah organisasi yang mempercepat pembangunan kawasan perbatasan. Biasanya kawasan yang semakin jauh dari ibu kota, semakin tertinggal, padahal kawasan ini yang paling rawan apabila terjadi kesenjangan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, jika kegiatan ekspor impor tidak diatur dengan benar, maka yang terjadi seperti saat ini di Tarakan dan Nunukan adalah maraknya praktik ilegal. Baik penyelundupan manusia, obat bius maupun bahan-bahan kebutuhan pokok.

Yang lebih parah lagi, masyarakat Kaltara sendiri menjadi konsumennya. Padahal, Kaltara sendiri memiliki potensi yang bisa dijadikan barang ekspor. Sehingga  Kaltara bisa menjadi produsen, bukan pangsa pasar. (*/fen) 


BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 11:25

Bankeu Revisi RTRW Bakal Dipangkas

TANJUNG SELOR – Pemberian bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltara kepada Pemkab Bulungan…

Kamis, 18 Januari 2018 11:53

Dua Raperda Amankan Jalan Kaltara

TANJUNG SELOR – Pembangunan jalan di Kaltara hingga kini terus dilakukan, baik oleh pemerintah…

Kamis, 18 Januari 2018 11:46

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

TANJUNG SELOR – Jalan menanjak di sekitar Kilometer 16 poros Bulungan-Berau, kembali memakan korban.…

Kamis, 18 Januari 2018 11:44

Agen Kapal Survei Kerusakan Dermaga

TARAKAN – Agen kapal tugboat KSA 32/BG Intan 7504 segera merealisasikan janjinya memperbaiki atap…

Rabu, 17 Januari 2018 13:36

Revisi Perda GSB, Bangunan Lama Dikecualikan

TANJUNG SELOR - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2012 tentang Garis Sempadan Bangunan (GSB) ditargetkan…

Rabu, 17 Januari 2018 13:11

Status KLB Difteri Berdampak ke Pariwisata

TARAKAN – Penyakit difteri yang mewabah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Utara, ikut berdampak…

Rabu, 17 Januari 2018 13:10

Tol Udara Dimulai Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Kementerian Perhubungan sejak tahun lalu mulai menggulirkan program tol udara…

Rabu, 17 Januari 2018 12:57

Akan Panggil Nakhoda Tugboat

TARAKAN – Meski diduga karena faktor cuaca, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)…

Rabu, 17 Januari 2018 12:54

Tunggu Persetujuan Penlok dari Kemenhub

TANJUNG SELOR – Kondisi jalan di Kaltara perlu diamankan dari ancaman kerusakan akibat banyaknya…

Selasa, 16 Januari 2018 11:00

Penumpang Minsen Nyaris Jadi Korban

TARAKAN – Penumpang di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dibuat heboh dengan peristiwa yang terjadi…

Anak SD Jadi Korban Cabul

Data KTP-el Gagal Terkirim

Daya PLN Bertambah 3 MW

Posisi Laura Terancam, Gubenur Tunggu Surat Resmi PTUN Samarinda

4 PLBN Kaltara Jadi Prioritas

Hanya Butuh Waktu 30 Menit, Rekonstruksi Pembuangan Janin

Tol Udara Dimulai Tahun Ini

Akan Panggil Nakhoda Tugboat

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

Tunggu Persetujuan Penlok dari Kemenhub
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .