MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 01 Desember 2017 15:01
Izin Niaga Diperjuangkan sejak 2011

MAF Pilih Opsi Kerja Sama Gereja

ANDALAN WARGA PEDALAMAN: Manajemen MAF akan menjalin kerja sama dengan pengurus gereja sebagai opsi yang ditawarkan Kemenhub.

PROKAL.CO, TARAKAN – Solusi yang ditawarkan pemerintah pusat kepada MAF untuk mengganti izin dari misi kemanusiaan atau sosial menjadi niaga agar bisa memungut biaya dari warga, ternyata sudah diperjuangkan sejak 2011.

Itu diungkapkan Office Manager MAF Tarakan Tom Chrislay. Bahkan, ia memperkirakan justru pemerintah pusat yang mementalkan usaha MAF untuk menjadi penerbangan niaga, karena terbentur aturan yang berlaku.

Akhirnya, Kementerian Perhubungan di masa Menteri Ignatius Jonan hanya mengeluarkan KP Nomor 59/2016 sebagai solusi bagi MAF, dengan masa izin hanya enam bulan. 

“Sebenarnya kami sudah urus itu sejak 2011, supaya kami bisa pindah dari OC (Operating Sertificate) part 91 (non niaga), menjadi OC part 135 (niaga),” ujar Tom Chrislay kepada Bulungan Post, Kamis (30/11).

Terbenturnya upaya MAF, kata Tom, karena adanya aturan yang mengharuskan status MAF berganti dari yayasan menjadi perseroan terbatas (PT). Dengan salah satu syaratnya minimal memiliki modal Rp 150 miliar. 

Pihak MAF sendiri sulit untuk menyanggupi, karena sebagai yayasan biaya operasional penerbangan selama ini hanya didapat dari bantuan donatur. Namun, ketika itu Kementerian Perhubungan memberikan kemudahan dengan menghitung dari aset yang dimiliki. 

Hanya saja, pascakemudahan itu sampai sekarang pemerintah pusat tidak juga merestuinya. Justru, kata Tom, yang keluar adalah KP Nomor 59/2016 dengan masa izin selama enam bulan. Bahkan, setelah izin habis di era Menteri Perhubungan yang baru, Budi Karya Sumadi, izin niaga MAF sudah tidak diperpanjang lagi. 

“Yang jelas, MAF sudah berjuang minta bantu pemerintah supaya bisa melayani masyarakat sesuai peraturan yang berlaku. Tapi pemerintah kasih solusi KP di 2016,” tuturnya.

Atas solusi yang ditawarkan pemerintah pusat, pihak MAF hanya bisa melakukan opsi kedua, yakni bekerja sama dengan pihak gereja untuk menerima donasi dari masyarakat sebagai donatur. Namun, bagaimana teknisnya masih dipelajari pihaknya. 

“Kami sudah putuskan. Kami akan mengkaji itu, mempelajari itu, bagaimana teknisnya supaya masyarakat bisa terlayani, kami hanya bisa memilih opsi kedua. Nanti itu akan dihimpun oleh gereja, kami sedang mempelajari itu,”  jelasnya.

Pemprov Positif Beli Pesawat Nurtanio

SEMENTARA itu, saat ini Pemprov Kaltara berama wakil rakyat sedang intens membahas rencana pembelian pesawat agar bisa disahkan dalam APBD 2018. Menurut Gubenur Kaltara Irianto Lambrie, harga satu unit pesawat tersebut Rp 80 miliar.

“Kami akan membeli satu dulu, karena pesawat ini sangat bagus untuk digunakan di Kaltara, yang memang letak geografisnya sangat membutuhkan pesawat untuk daerah-daerah yang terisolir,” ungkap Irianto ditemui sebelum bertolak ke Jakarta, Rabu (29/11) malam.

Jika disetujui, pembayarannya dilakukan secara bertahap. Untuk tahun depan bisa dianggarkan sekira Rp 40 miliar. Sisanya dilanjutkan pada tahun berikutnya. Selain melalui APBD, bisa juga dilakukan dengan kerja sama maskapai atau kredit di bank.

Pesawat tersebut dapat mengangkut 19 orang dengan kapasitas 26 ton untuk sekali angkut. Keuntungan pesawat ini tidak memerlukan landasan panjang untuk terbang dan mendarat, cukup dengan landasan 300 meter saja.

Nantinya, pesawat yang menggunakan dua baling-baling ini bisa dimanfaatkan untuk melayani warga pedalaman yang sedang sakit maupun untuk mengangkut penumpang dan barang menuju pedalaman dan sebaliknya.

Saat ini, Irianto hanya menunggu pembahasan di DPRD Kaltara. Setelah itu, akan dilakukan penandatanganan untuk disahkan. “Saya yakin teman-teman anggota DPRD provinsi akan mendukung untuk warga pedalaman dan demi kemajuan Kaltara,” katanya.

Untuk pengelolaan pesawat itu nantinya, menurutnya, bisa oleh perusahaan daerah (Perusda) atau dilakukan kerja sama dengan maskapai penerbangan lain. Namun, untuk hal ini pihak masih mengkaji mana yang lebih menguntungkan.

Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa saat ini sedang dilakukan pembahasan terkait pembelian pesawat Nurtanio N-219 buatan anak negeri itu.

“Saat ini kita sedang melakukan pembahasan dan sedang berjalan untuk pembelian satu unit pesawat jenis Nurtanio N-219 ini. Dan, pembahasan ini tidak terlalu lama, kurang lebih 2-3 hari-lah,” ujarnya.

Marten juga menegaskan dirinya mendukung atas langkah yang diambil oleh Gubernur, karena di beberapa wilayah Kaltara saat ini masih sulit untuk dijangkau, baik jalur darat maupun jalur sungai sehingga jalan satu-satunya dengan pesawat. (mrs/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:59

Di Sebatik, Ringgit Masih Digunakan

SEBATIK TENGAH – Sosialisasi maupun ancaman hukum terhadap penggunaan mata uang asing untuk bertransksi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 14:55

Delapan Warga Lapas Tarakan Bebas

SEBANYAK 515 orang wargabinaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan mendapat pengurangan…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:12

Tentukan Standar Pemotongan Hewan Kurban

MALINAU - Dalam rangka menyambut hari raya Iduladha, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Dispertanak)…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:11

Masyarakat Tarakan Belum Sadar Kebersihan

TARAKAN – Kondisi tak menyenangkan terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sebengkok, Tarakan…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:56

Pindah ke NasDem, Ruddin Siap Mundur

TARAKAN – Pengunduran diri kader Partai Golongan Karya (Golkar), Ruddin dari partai yang telah…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:52

Pemkot Akan Tarik Retribusi Sewa Ruko

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan berencana untuk menyasar retribusi dari sewa ruko yang ada di…

Kamis, 16 Agustus 2018 14:39

Arief Hidayat Gugat KPU Kaltara

TARAKAN - Dari pendaftaran calon anggota legislatif yang dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:10

Sungai Malinau Berubah Warna

MALINAU – Dalam beberapa hari terakhirm Sungai Malinau berubah warna. Air sungai berubah warna…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:08

Lahan dan Anggaran Jadi Kendala

TARAKAN – Persoalan sampah di Tarakan kembali menjadi serius setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA)…

Rabu, 15 Agustus 2018 16:05

Cuaca Buruk, Nelayan Dihantam Gelombang

NELAYAN yang kembali ingin melaut, patut waspada. Cuaca di Kalimantan Utara yang kembali kurang bersahabat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .