MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 29 November 2017 13:55
Kuasai Bahasa Mandarin dan Inggris, Lulus SMA di Usia 16 Tahun

Sasa, Anak Kaltara yang Masuk Hubei University Tiongkok

ANAK CERDAS: Syadza Ulima Azalia Khair (tiga kiri) bersama keluarga ketika akan berangkat di Bandara Soekarno–Hatta, Senin (27/11) malam.

PROKAL.CO, Program Indonesia-Tiongkok Culture Center (ITCC) yang didirikan Dahlan Iskan, memberikan peluang yang besar bagi anak-anak Kaltara menimba ilmu di Negeri Tirai Bambu. Salah satunya, Syadza Ulima Azalia Khair yang akan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hubei University Tiongkok.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

PUTRI kedua dari empat bersaudara pasangan Khairul dan Rujiah ini telah bertolak ke Tiongkok pada Senin (27/11) malam, melalui Bandara Soekarno-Hatta. Ia dihantar oleh kedua orangtua dan saudaranya. 

Keberangkatan Sasa -sapaan akrabnya- ke Tiongkok tidak sendiri. Menurut ayahnya, Khairul, bersama Sasa ada dua putra-putri Indonesia lain dari Cilacap dan Papua yang juga masuk Fakultas Kedokteran Hubei University Tiongkok.  

"Sasa ini kemarin ikut di programnya yayasan Dahlan Iskan. Dan, alhamdulillah diterima di Fakultas Kedokteran Hubei University," ujar Khairul ditemui di kediamannya di Kelurahan Sebengkok, Selasa (28/11).

Menurut Khairul, putrinya yang lahir di Tarakan 3 Januari 2001 ini memang punya kemampuan unik untuk mengikuti tes. Selain didukung pengetahuannya yang luas dan pemikirannya yang cerdas, ia juga menguasai dua bahasa sekaligus, Inggris dan Mandarin. 

Itu dibuktikan dengan hasil tes TOEFL yang mampu menempati peringkat kedua tertinggi. "TOEFL-nya nilai 507," sebut Khairul.

Untuk bisa menguasai bahasa Mandarin, Khairul mengaku bahwa Sasa memang memiliki persiapan dengan mengikuti kursus selama beberapa bulan. 

Hanya saja, Khairul merendah bahwa kemampuan anaknya dalam berbahasa Mandarin tidak begitu fasih. "Kalau bahasa Mandarin memang baru kemarin," tuturnya.  

Sementara untuk bahasa Inggris, Khairul mengakui kemampuan percakapan anaknya memang cukup baik, karena sebelumnya bersekolah di SMA Boarding School Jakarta.  

Khairul sendiri tidak khawatir akan nasib anaknya di Tiongkok. Ia sudah membiasakan Sasa hidup tanpa didamping orangtua sejak sekolah di Jakarta. Tidak hanya Sasa, dua anaknya yang lain juga dititip bersekolah di luar Tarakan.  

Menurut Khairul, selain karena latar belakang keluarga yang berprofesi sebagai dokter, keinginan Sasa masuk Fakultas Kedokteran memang kemauan sendiri, karena sering melihat orangtuanya memeriksa pasien sejak kecil. Khairul dan istrinya pun mendukung cita-cita anaknya. 

“Kami percayalah bahwa dia bisa mengelola kehidupannya sendiri,” ujar mantan Kepala Dinas Kesehatan Tarakan ini.

Menurut Khairul, Sasa rencananya akan menempuh pendidikan selama 6 tahun di Fakultas Kedokteran Hubei University. Ia langsung mengambil spesialisasi  bedah sehingga saat lulus nanti sudah menyandung status dokter spesialis bedah.

Sebenarnya, sebelum mengikuti program beasiswa dari yayasan Dahlan Iskan, Sasa, kata Khairul, sempat berencana ingin mengambil pendidikan kedokteran di Jerman. Namun, karena banyak pertimbangan dan di sisi lain ada kesempatan dari yayasan Dahlan Iskan, ia pun mencoba.

Selain itu, Sasa sebenarnya juga sudah diterima di tempat kuliah kakaknya yang juga mengambil ilmu kedokteran pada salah satu universitas di Jakarta. Namun, Sasa lebih tertarik mengikuti program beasiswa dari yayasan Dahlan Iskan. Dan, akhirnya kerja keras dan kemauannya berbuah hasil.

Terlepas keberhasilan itu, Khairul mengaku Sasa memang terbilang anak yang cerdas. Sejak duduk di bangku SD Parta Dharma, ia selalu mendapat ranking kelas. Begitu juga ketika duduk di bangku SMP Negeri 1 Tarakan.

Bahkan, ketika menempuh pendidikan di SMA Boarding School, Sasa hanya butuh waktu dua tahun untuk menyelesaikan pendidikannya. “Sekolahnya di Boarding School akselerasi dua tahun saja. Dia lulus di usia 16 tahun,” ungkapnya. (*/fen)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:58

Disdik Kaltara Belajar dari Pengalaman

TANJUNG SELOR – Penerapan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggunakan High Order…

Selasa, 24 April 2018 12:35

Transportasi Air Jadi Fokus Kapolda

MESKI baru Juni nanti,persiapan arus mudik Lebaran Idulfitri tahun ini menjadi perhatian khusus bagi…

Selasa, 24 April 2018 12:34

Mendagri Tegaskan Semua Prioritas

TANJUNG SELOR – Pemekaran Tanjung Selor sebagai daerah otonomi baru (DOB), karena merupakan ibu…

Selasa, 24 April 2018 12:26

Kaltara Otonomi Penuh, Tjahjo: Jangan Cuma Bawa Hasil

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Di provinsi…

Senin, 23 April 2018 10:45

Disdik Ultimatum Satuan Pendidikan

TARAKAN - Kepala Dinas Pendidikan Kaltara Sigit Muryono mengingatkan kepada satuan pendidikan penerima…

Senin, 23 April 2018 10:42

Sempat Ingin Jadikan Hiasan

TARAKAN – Mortir sisa perang kembali ditemukan warga. Kali ini ditemukan di Kelurahan Kampung…

Minggu, 22 April 2018 00:10

Beli Pesawat, Pemprov Bahas Skema Pembayaran

TANJUNG SELOR - Rencana pembelian pesawat N219 Nurtanio yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia (DI)…

Minggu, 22 April 2018 00:06

Bantuan Kapal Akan Ditarik, Daerah Terancam Tak Dapat Bantuan

TANJUNG SELOR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara akan menarik kembali kapal…

Minggu, 22 April 2018 00:03

Produksi di Atas 2015 Tak Bebas Denda

TANJUNG SELOR - Program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub)…

Sabtu, 21 April 2018 11:02

Meski Dicoret, Dishub Tetap Siapkan DED Kereta Api

TANJUNG SELOR – Dicoretnya proyek pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur oleh Presiden…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .