MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 29 November 2017 13:55
Kuasai Bahasa Mandarin dan Inggris, Lulus SMA di Usia 16 Tahun

Sasa, Anak Kaltara yang Masuk Hubei University Tiongkok

ANAK CERDAS: Syadza Ulima Azalia Khair (tiga kiri) bersama keluarga ketika akan berangkat di Bandara Soekarno–Hatta, Senin (27/11) malam.

PROKAL.CO, Program Indonesia-Tiongkok Culture Center (ITCC) yang didirikan Dahlan Iskan, memberikan peluang yang besar bagi anak-anak Kaltara menimba ilmu di Negeri Tirai Bambu. Salah satunya, Syadza Ulima Azalia Khair yang akan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hubei University Tiongkok.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

PUTRI kedua dari empat bersaudara pasangan Khairul dan Rujiah ini telah bertolak ke Tiongkok pada Senin (27/11) malam, melalui Bandara Soekarno-Hatta. Ia dihantar oleh kedua orangtua dan saudaranya. 

Keberangkatan Sasa -sapaan akrabnya- ke Tiongkok tidak sendiri. Menurut ayahnya, Khairul, bersama Sasa ada dua putra-putri Indonesia lain dari Cilacap dan Papua yang juga masuk Fakultas Kedokteran Hubei University Tiongkok.  

"Sasa ini kemarin ikut di programnya yayasan Dahlan Iskan. Dan, alhamdulillah diterima di Fakultas Kedokteran Hubei University," ujar Khairul ditemui di kediamannya di Kelurahan Sebengkok, Selasa (28/11).

Menurut Khairul, putrinya yang lahir di Tarakan 3 Januari 2001 ini memang punya kemampuan unik untuk mengikuti tes. Selain didukung pengetahuannya yang luas dan pemikirannya yang cerdas, ia juga menguasai dua bahasa sekaligus, Inggris dan Mandarin. 

Itu dibuktikan dengan hasil tes TOEFL yang mampu menempati peringkat kedua tertinggi. "TOEFL-nya nilai 507," sebut Khairul.

Untuk bisa menguasai bahasa Mandarin, Khairul mengaku bahwa Sasa memang memiliki persiapan dengan mengikuti kursus selama beberapa bulan. 

Hanya saja, Khairul merendah bahwa kemampuan anaknya dalam berbahasa Mandarin tidak begitu fasih. "Kalau bahasa Mandarin memang baru kemarin," tuturnya.  

Sementara untuk bahasa Inggris, Khairul mengakui kemampuan percakapan anaknya memang cukup baik, karena sebelumnya bersekolah di SMA Boarding School Jakarta.  

Khairul sendiri tidak khawatir akan nasib anaknya di Tiongkok. Ia sudah membiasakan Sasa hidup tanpa didamping orangtua sejak sekolah di Jakarta. Tidak hanya Sasa, dua anaknya yang lain juga dititip bersekolah di luar Tarakan.  

Menurut Khairul, selain karena latar belakang keluarga yang berprofesi sebagai dokter, keinginan Sasa masuk Fakultas Kedokteran memang kemauan sendiri, karena sering melihat orangtuanya memeriksa pasien sejak kecil. Khairul dan istrinya pun mendukung cita-cita anaknya. 

“Kami percayalah bahwa dia bisa mengelola kehidupannya sendiri,” ujar mantan Kepala Dinas Kesehatan Tarakan ini.

Menurut Khairul, Sasa rencananya akan menempuh pendidikan selama 6 tahun di Fakultas Kedokteran Hubei University. Ia langsung mengambil spesialisasi  bedah sehingga saat lulus nanti sudah menyandung status dokter spesialis bedah.

Sebenarnya, sebelum mengikuti program beasiswa dari yayasan Dahlan Iskan, Sasa, kata Khairul, sempat berencana ingin mengambil pendidikan kedokteran di Jerman. Namun, karena banyak pertimbangan dan di sisi lain ada kesempatan dari yayasan Dahlan Iskan, ia pun mencoba.

Selain itu, Sasa sebenarnya juga sudah diterima di tempat kuliah kakaknya yang juga mengambil ilmu kedokteran pada salah satu universitas di Jakarta. Namun, Sasa lebih tertarik mengikuti program beasiswa dari yayasan Dahlan Iskan. Dan, akhirnya kerja keras dan kemauannya berbuah hasil.

Terlepas keberhasilan itu, Khairul mengaku Sasa memang terbilang anak yang cerdas. Sejak duduk di bangku SD Parta Dharma, ia selalu mendapat ranking kelas. Begitu juga ketika duduk di bangku SMP Negeri 1 Tarakan.

Bahkan, ketika menempuh pendidikan di SMA Boarding School, Sasa hanya butuh waktu dua tahun untuk menyelesaikan pendidikannya. “Sekolahnya di Boarding School akselerasi dua tahun saja. Dia lulus di usia 16 tahun,” ungkapnya. (*/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Juli 2018 02:57

Spanduk Selamat Datang Jadi Korban Angin Kencang

DALAM 3 hari mendatang Tarakan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi…

Sabtu, 21 Juli 2018 02:51

Bocah 9 Tahun Hilang Empat Hari

TANJUNG SELOR - Seorang bocah bernama Bayu, 9 tahun, dilaporkan hilang di hutan di Desa Labuk, Kecamatan…

Sabtu, 21 Juli 2018 02:41

Pengaturan Lalu Lintas Sudah Matang

PELAKSANAAN Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tinggal…

Sabtu, 21 Juli 2018 02:38

Mendagri Hadiri Rakernas Apeksi

TARAKAN – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Thjahjo Kumolo dijadwalkan hadir sekaligus membuka Rapat…

Jumat, 20 Juli 2018 13:17

Seorang PNS Diduga Nge-Grab

KEBERADAAN layanan jasa transportasi berbasis online, Grab, di satu sisi mengancam pendapatan sopir…

Jumat, 20 Juli 2018 13:10

Ikuti Regulasi atau Tidak Boleh Beroperasi

TARAKAN – Kontroversi terhadap kehadiran layanan jasa transportasi berbasis online, Grab, terutama…

Jumat, 20 Juli 2018 13:07

Jasad Tanpa Kepala Ditemukan

TANJUNG SELOR – Kejadian heboh menggegerkan warga Bulungan dan sekitarnya pada Kamis (19/7). Pasalnya,…

Kamis, 19 Juli 2018 01:56

Korsleting Listrik, Api Bakar Atap Rumah

TANJUNG SELOR - Rumah milik Petlen, 59 tahun, yang berada di Jalan Perdamaian RT 79 Kelurahan Tanjung…

Kamis, 19 Juli 2018 01:49

Perlu Pendataan Ulang

ADA 11 aset yang dikembalikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ke Pemerintah Kabupaten Bulungan,…

Rabu, 18 Juli 2018 14:40

Sepekan, Tujuh Kasus Narkoba Diungkap

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kaltara selama sepekan ini berhasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .