MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 17 November 2017 13:06
Awasi Produk Olahan dengan Sipawan

Pedagang Khawatir Ditinggal Pelanggan

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Baru-baru ini, masyarakat di Kaltara, khususnya Kabupaten Nunukan dihebohkan dengan bakso yang terindikasi menggunakan daging tikus.

Itu setelah adanya surat dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Nomor 324/1459/DPKP/X/2017 perihal Hasil Uji Laboratorium Sampel Pangan asal Hewan.

Surat PKP tersebut isinya menindaklanjuti hasil pemeriksaan laboratorium yang telah diterbitkan oleh Kepala Balai Veteriner Banjarbaru Nomor 29005/PK.310/F.5.E/09/2017 tertanggal 29 September 2017 atas sampel-sampel pangan asal hewan yang telah dilakukan oleh petugas pada pelaku usaha produk pangan asal hewan di Kabupaten Nunukan.

Kepala Seksi Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan DPKP Kaltara Heryanti mengatakan, untuk memberikan jaminan keamanan, kesehatan, keutuhan dan kehalalan produk pangan asal hewan (PAH), perlu dilakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha produk PAH. Di antaranya, melakukan pendataan pelaku usaha, penjualan dan peredaran PAH.

Pihaknya kini mengembangkan sebuah sistem untuk melakukan pengawasan tersebut yang diberi nama Sistem Informasi Pangan Asal Hewan atau Sipawan. Sistem informasi tersebut berisi tentang data pelaku usaha, meliputi nama, nomor telepon seluler, jenis produk PAH yang dijual dan lokasi usaha.

“Data tersebut akan di-update harian berdasarkan laporan pelaku usaha melalui SMS (short message service) dengan format tertentu dalam sebuah sistem informasi. Sehingga dapat diakses secara online oleh masyarakat,” paparnya.

Perempuan dengan gelar dokter hewan ini menjelaskan, Sipawan merupakan salah satu upaya pihaknya sebagai pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat terhadap jenis dan ketersediaan produk PAH di Kaltara yang bisa diakses daring atau online. Sistem ini akan memberikan informasi mengenai produk yang beredar di masyarakat, serta sarana promosi pelaku usaha PAH.

“Selain itu, juga memudahkan dalam pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha dalam rangka penjaminan keamanan mutu pangan asal hewan. Supaya produk yang ada itu sehat, aman, utuh dan halal atau kami singkat (Asuh),” jelasnya.

Lewat sistem ini, lanjutnya, akan terpantau juga kebutuhan dan kesersediaan PAH di Kaltara berdasarkan laporan pelaku usaha. Sehingga, akan memudahkan instansi terkait mengatur regulasi masuk dan keluarnya PAH di Kaltara.

“Secara tidak langsung, sistem ini juga melatih pelaku usaha membuat laporan penjualan untuk mengetahui kemampuan penjualan per harinya. Ini berguna untuk mengurangi potensi penumpukan stok barang yang jika tidak tersimpan dengan baik akan mengurangi mutu produk tersebut,” terangnya, seraya mengatakan sistem ini bisa diakses di www.sipawan.com.

Untuk diketahui, PAH adalah semua bahan pangan yang berasal dari hewan ternak seperti daging, susu dan telur. Pangan asal hewan ini bisa berupa produk segar maupun produk olahan seperti nugget, sosis, bakso, yoghurt dan lainnya yang berasal dari hewan.

Pedagang Khawatir Ditinggal Pelanggan

Sementara itu, beredarnya isu bakso menggunakan daging tikus, membuat khawatir pedagang gorengan di Tanjung Selor, Bulungan yang juga menjual bakso ditinggal oleh pelanggan.

Anton, pedagang gorengan dan bakso keliling, mengaku sudah mengetahui beredarnya isu bakso daging tikus. Dirinya berharap para pembeli tidak terpengaruh dengan isu tersebut. Pasalnya, bila pembeli terpengaruh akan berdampak pada seluruh pedagang bakso.

“Bisa-bisa kalau pembeli beranggapan bahwa kebanyakan dari penjual bakso menggunakan daging tikus, dagangan kami pasti tidak akan ada pembeli,” ujarnya.

Pemilik rumah makan bakso, Samsir, juga mengaku hal yang sama. Dia khawatir isu tersebut berdampak pada usahanya. Namun, diakuinya sejauh ini masih ada saja warga yang makan bakso di tempatnya.

“Alhamdulilah, masih banyak yang datang membeli,” ujarnya.

Sedangkan Luther, mengaku ada warga yang sebelum membeli terlebih dahulu bertanya bahan baku bakso yang dijualnya. “Sudah ada beberapa pembeli yang meragukan pentolan yang saya jual,” ungkapnya. (rus/*/tyo/fen)


BACA JUGA

Minggu, 15 Juli 2018 14:18

Pernah Ditegur Ombudsman, Harus Diperhatikan Bersama-sama

Sebagai Ibu Kota Kaltara, posisi Tanjung Selor sangat strategis. Pusat pemerintahan, sekaligus penghubung…

Minggu, 15 Juli 2018 14:14

Buku Bacaan untuk Anak Minim

TANJUNG SELOR – Tingkat pendidikan literasi di Bulungan masih minim. Tidak hanya pemahaman terhadap…

Sabtu, 14 Juli 2018 01:47

Rugikan Pemkab Bulungan, Rawan Terjadi Pungli

TANJUNG SELOR - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tidak…

Jumat, 13 Juli 2018 13:59

Tutup “Jalur Tikus” Narkoba di Kaltara

TARAKAN - Memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Jumat, 13 Juli 2018 13:52

Usut Sembilan Kasus Korupsi

TANJUNG SELOR – Kepolisian Resor (Polres) Bulungan, menargetkan sembilan  kasus tindak pidana…

Jumat, 13 Juli 2018 13:50

Dua Balon Undur Diri

HINGGA batas akhir pendaftaran pada 11 juli, dua bakal calon (balon) anggota DPD tidak mendaftarkan…

Jumat, 13 Juli 2018 13:48

Sebar Informasi Positif di Media Sosial

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Utara terus melakukan upaya untuk mencegah masuknya…

Kamis, 12 Juli 2018 14:05

Krisis Air Teror Tarakan

TARAKAN – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Alam Tarakan diteror dengan krisis air. Sebab,…

Kamis, 12 Juli 2018 13:55

Kesal karena Kerap Ditantang Berkelahi

TANJUNG SELOR - Masyarakat dihebohkan dengan adanya korban yang tergeletak bersimbah darah di Jalan…

Kamis, 12 Juli 2018 13:52

Dikenal Dermawan, Sudah Seperti Ayah Kandung

Kalimantan Utara (Kaltara) baru saja berduka. Salah satu tokoh masyarakat di daerah ini berpulang dunia.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .