MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 17 November 2017 13:06
Awasi Produk Olahan dengan Sipawan

Pedagang Khawatir Ditinggal Pelanggan

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Baru-baru ini, masyarakat di Kaltara, khususnya Kabupaten Nunukan dihebohkan dengan bakso yang terindikasi menggunakan daging tikus.

Itu setelah adanya surat dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Nomor 324/1459/DPKP/X/2017 perihal Hasil Uji Laboratorium Sampel Pangan asal Hewan.

Surat PKP tersebut isinya menindaklanjuti hasil pemeriksaan laboratorium yang telah diterbitkan oleh Kepala Balai Veteriner Banjarbaru Nomor 29005/PK.310/F.5.E/09/2017 tertanggal 29 September 2017 atas sampel-sampel pangan asal hewan yang telah dilakukan oleh petugas pada pelaku usaha produk pangan asal hewan di Kabupaten Nunukan.

Kepala Seksi Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan DPKP Kaltara Heryanti mengatakan, untuk memberikan jaminan keamanan, kesehatan, keutuhan dan kehalalan produk pangan asal hewan (PAH), perlu dilakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha produk PAH. Di antaranya, melakukan pendataan pelaku usaha, penjualan dan peredaran PAH.

Pihaknya kini mengembangkan sebuah sistem untuk melakukan pengawasan tersebut yang diberi nama Sistem Informasi Pangan Asal Hewan atau Sipawan. Sistem informasi tersebut berisi tentang data pelaku usaha, meliputi nama, nomor telepon seluler, jenis produk PAH yang dijual dan lokasi usaha.

“Data tersebut akan di-update harian berdasarkan laporan pelaku usaha melalui SMS (short message service) dengan format tertentu dalam sebuah sistem informasi. Sehingga dapat diakses secara online oleh masyarakat,” paparnya.

Perempuan dengan gelar dokter hewan ini menjelaskan, Sipawan merupakan salah satu upaya pihaknya sebagai pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat terhadap jenis dan ketersediaan produk PAH di Kaltara yang bisa diakses daring atau online. Sistem ini akan memberikan informasi mengenai produk yang beredar di masyarakat, serta sarana promosi pelaku usaha PAH.

“Selain itu, juga memudahkan dalam pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha dalam rangka penjaminan keamanan mutu pangan asal hewan. Supaya produk yang ada itu sehat, aman, utuh dan halal atau kami singkat (Asuh),” jelasnya.

Lewat sistem ini, lanjutnya, akan terpantau juga kebutuhan dan kesersediaan PAH di Kaltara berdasarkan laporan pelaku usaha. Sehingga, akan memudahkan instansi terkait mengatur regulasi masuk dan keluarnya PAH di Kaltara.

“Secara tidak langsung, sistem ini juga melatih pelaku usaha membuat laporan penjualan untuk mengetahui kemampuan penjualan per harinya. Ini berguna untuk mengurangi potensi penumpukan stok barang yang jika tidak tersimpan dengan baik akan mengurangi mutu produk tersebut,” terangnya, seraya mengatakan sistem ini bisa diakses di www.sipawan.com.

Untuk diketahui, PAH adalah semua bahan pangan yang berasal dari hewan ternak seperti daging, susu dan telur. Pangan asal hewan ini bisa berupa produk segar maupun produk olahan seperti nugget, sosis, bakso, yoghurt dan lainnya yang berasal dari hewan.

Pedagang Khawatir Ditinggal Pelanggan

Sementara itu, beredarnya isu bakso menggunakan daging tikus, membuat khawatir pedagang gorengan di Tanjung Selor, Bulungan yang juga menjual bakso ditinggal oleh pelanggan.

Anton, pedagang gorengan dan bakso keliling, mengaku sudah mengetahui beredarnya isu bakso daging tikus. Dirinya berharap para pembeli tidak terpengaruh dengan isu tersebut. Pasalnya, bila pembeli terpengaruh akan berdampak pada seluruh pedagang bakso.

“Bisa-bisa kalau pembeli beranggapan bahwa kebanyakan dari penjual bakso menggunakan daging tikus, dagangan kami pasti tidak akan ada pembeli,” ujarnya.

Pemilik rumah makan bakso, Samsir, juga mengaku hal yang sama. Dia khawatir isu tersebut berdampak pada usahanya. Namun, diakuinya sejauh ini masih ada saja warga yang makan bakso di tempatnya.

“Alhamdulilah, masih banyak yang datang membeli,” ujarnya.

Sedangkan Luther, mengaku ada warga yang sebelum membeli terlebih dahulu bertanya bahan baku bakso yang dijualnya. “Sudah ada beberapa pembeli yang meragukan pentolan yang saya jual,” ungkapnya. (rus/*/tyo/fen)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 14:21

Bupati Diberi Gelar Pangeran Aswan Naratama

TANJUNG SELOR - Perayaan HUT ke-228 Tanjung Selor dan HUT ke-58 Kabupaten Bulungan, dirangkai dengan…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:18

Terus Perjuangkan Anggaran Pendidikan

TANJUNG SELOR - Pembangunan bidang pendidikan jadi perhatian Pemprov Kaltara, selain infrastruktur.…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:16

KPU Pinjam Dome Sport Centre

UNTUK mengamankan logistik pemilu tahun depan, rencananya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara akan menempatkan…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:12

32 Kios Disegel UPTD

TANJUNG SELOR - Sebanyak 32 kios di Pasar Induk Tanjung  Selor, Bulungan disegel pihak UPTD Pasar…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:21

Baru 15 Warga Punan Batu Terdata

TANJUNG SELOR - Ratusan warga Punan Batu di Desa Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan belum…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:18

Masalah Ini Yang Bisa Hambat Tarakan Raih Adipura

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan sedang menanti hasil penilaian pemerintah pusat untuk bisa kembali…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:15

Alih Fungsi Lahan Penyebab Banjir

TANJUNG SELOR – Banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan di Tanjung Selor, Bulungan, bukan…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:51

Pelayanan Dua Instansi Diberi Catatan

TARAKAN – Tim dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam)…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:45

Bangun Tower, Sinyal Tak Ada

TANJUNG SELOR - Akses telekomunikasi belum seluruh terpenuhi di wilayah Bulungan sehingga masyarakat…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:42

Alternatif Kontrak Dokter Spesialis

REKRUTMEN calon pegawai negeri sipil formasi kesehatan di lingkup Pemprov Kaltara masih sangat minim.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .