MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Selasa, 14 November 2017 12:56
UMK Tarakan Dipastikan Naik
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Rancangan Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan 2018 sudah dibahas Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian bersama pihak terkait seperti serikat perkerja dan Asosiasi Pengusaha Seluruh Indonesia (Apindo).

Rancangan tersebut bahkan sudah diusulkan ke Pemprov Kaltara untuk disetujui. Saat ini, tinggal menunggu keputusan gubernur terkait besaran UMK Tarakan.

“Kami masih menunggu dari provinsi. Sudah diajukan,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tarakan Zaini, Senin (13/11).

Namun, Zaini masih enggan membocorkan besaran UMK yang diusulkan. Ia hanya mengaku ada kenaikan dari tahun ini dan itu sudah disepakati bersama pihak terkait. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sempat mengajukan beberapa usulan nilai UMK ke Pemprov Kaltara.

Menurut Zaini, UMK Tarakan sudah diusulkan sejak Jumat pekan lalu dan telah mendapat persetujuan dari Wali Kota Tarakan. Ia juga memastikan nilai yang diusulkan tidak berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 78/2015 tentang Pengupahan.

Zaini menuturkan, tidak ada pembahasan ulang di tingkat kota jika sekiranya tidak disetujui oleh Gubernur Kaltara. Bila ada salah satu pihak yang merasa keberatan, ia mempersilakan menyurati Pemprov Kaltara.

Jika disetujui, pemberlakukan UMK Tarakan 2018 efektif sejak awal tahun depan. Karena itu, ia berharap secepatnya ada keputusan dari Gubernur Kaltara terkait UMK Tarakan.

UMK Tarakan 2018 diperkirakan mengalami kenaikan hingga 9 persen dari tahun lalu. Artinya, jika disetujui UMK Tarakan 2018 mencapai Rp 3,2 juta. Tahun ini UMK Tarakan mencapai Rp 2,9 juta.

Di sisi lain, rencana naiknya UMK Tarakan ini mendapat keluhan dari Ketua Apindo Tarakan M Zaini. Karena jika ada kenaikan seperti diperkirakan, akan mengancam para investor untuk menanamkan modalnya di Tarakan.

Menurut Zaini, sudah ada investor besar di bidang perhotelan asal Jakarta yang tertarik membangun hotel di daerah Pantai Amal. Namun, bila kondisi UMK mencekik, bisa saja mereka membatalkan niat berinvestasi.

“Itu berat sekali. Kami dari pengusaha sebenarnya mau mendatangkan investor dari luar, tapi dengan adanya begini orang pada lari semua,” ujarnya.  

Tidak hanya mengancam investor, kenaikan UMK juga akan membebani pengusaha saat ini. Apalagi, ia menilai kondisi perekonomian Indonesia, termasuk Tarakan, lesu. Dimana tingkat daya beli masyarakat berkurang sehingga memengaruhi pendapatan pengusaha.  

Ancaman terparah diperkirakannya pengusaha bisa gulung tikar alias bangkut. Dan, itu dapat memengaruhi roda perekonomian di Tarakan. Oleh karena itu, Zaini meminta pemerintah daerah baik Tarakan maupun Kaltara untuk mempertimbangkan lagi kenaikan UMK. Setidaknya, kenaikan mengacu pada KHL (kebutuhan hidup layak), bukan PP 78/2015. Karena kondisi UMK Tarakan saat ini sudah tertinggi di Kaltara.  

“Yang penting tidak jauh dari UMP dan UMK. UMP kan Rp 2,5. Sekarang kita jauh sekali perbandingannya. Kan patokkan kita KHL yang bisa dilihat dari UMP. PP 78 itu kan sifatnya mendongkrak. Sekarang Tarakan apa yang mau didongkrak? Tarakan sudah tinggi,” tuturnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Kamis, 08 Februari 2018 12:39

Pengembang Mulai Lirik Kaltara

TANJUNG SELOR – Ibu kota Kalimantan Utara mulai dilirik para pengembang untuk membangun perumahan.…

Selasa, 06 Februari 2018 14:54

Izin AXA Life Indonesia Dicabut

TARAKAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin operasional PT AXA Life Indonesia (ALI).…

Senin, 05 Februari 2018 16:24

DAK Fisik Kaltara Turun

TANJUNG SELOR - Dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk Kaltara pada tahun ini mengalami penurunan bila…

Sabtu, 03 Februari 2018 12:56

Pelindo Lanjutkan Kerja Sama

TARAKAN – Di tengah ancaman kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) menyusul akan diambilalihnya…

Jumat, 02 Februari 2018 13:52

Investor Belanda Jajaki Peluang Investasi

TARAKAN – Potensi yang dimiliki kabupaten/kota di Kaltara tidak hanya dilirik para pemodal dalam…

Jumat, 02 Februari 2018 13:43

DKP Akan Silaturahmi ke Pemkot

KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakrie menyatakan dalam waktu dekat akan bersilaturahmi…

Jumat, 02 Februari 2018 13:41

Penyumbang PAD Miliaran Rupiah, Pelabuhan Tengkayu II yang Akan Beralih ke Pemprov

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan sepertinya masih berpikir panjang untuk bisa melepas tiga aset…

Senin, 29 Januari 2018 10:26

Tak Sesuai HET, Bisa Disanksi

TARAKAN – Kepala Dinas Perdagagan Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo mengakui…

Senin, 29 Januari 2018 10:18

Perda Zonasi Pengaruhi Investasi

TANJUNG SELOR - Pemprov dan DPRD Kaltara sudah menyepakati 13 rancangan peraturan daerah (Raperda) yang…

Minggu, 28 Januari 2018 14:39

BUMDes Bisa Jadi Penyalur Pupuk

TANJUNG SELOR – Pemerintah memberikan subsidi pupuk kepada petani dalam rangka meningkatkan produksi…

LUMAYAN..!! Tol Udara Kaltara Dijatah Rp 5 M

Pasokan Kebutuhan Pokok Tersendat, Biaya Hidup di Apau Kayan Semakin Mahal

Produk Unggulan Belum Tembus Pasar Ekspor

Beras Malaysia Dipasok ke Tarakan

Harga Cabai Semakin ‘Pedas’

Kawasan Wisata Jadi Pengembangan UMKM

Jumlah Koperasi Aktif Bertambah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .