MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 13 November 2017 11:29
Aktivitas Perusahaan Dianggap Mengganggu, Warga Nyaris Blokir Jalan
BLOKIR JALAN: Warga menahan truk proyek yang melintas Jalan Damai Bhakti, Ahad (12/11) siang.

PROKAL.CO, TARAKAN – Belasan warga di Jalan Damai Bhakti RT 07 Kelurahan Karang Harapan, berkumpul di tengah jalan menahan truk proyek yang lalu lalang, Ahad (12/11) siang.

Ini merupakan puncak kekecewaan warga setempat atas perlakuan pemilik perusahaan yang dinilai tidak peduli terhadap kerusakan jalan, serta dampak negatif lain yang ditimbulkan dari aktivitas truk proyek tersebut.

Warga bahkan nyaris menutup jalan jika pihak perusahaan tidak memberikan solusi. Setelah bernegosiasi beberapa jam, pihak perusahaan sepakat memberikan solusi sementara.

Luther, salah satu warga mengungkapkan aktivitas truk proyek ini sudah berlangsung sejak dibukanya perusahaan tersebut dua tahun lalu. Kebetulan lokasinya berada di RT 16 Kelurahan Karang Harapan yang juga satu jalan dengan RT 7. 

Selama beraktivitas, Jalan Damai Bhakti jadi rusak dan berdebu sehingga mengganggu kesehatan warga sekitar. Bahkan, salah satu jembatan penghubung terancam ambles akibat tidak mampu menahan beratnya truk.

“Ini mobil 10 ton, baru bodinya itu. Lain lagi muatannya,” ujar Luther.

Padahal, jalan tersebut dibuat untuk memudahkan warga beraktivitas. Bukan untuk kegiatan proyek. Kegiatannya pun tidak kenal waktu. Menurut pengamatan Luther, mobil truk tersebut melintas dari pagi hingga malam hari.

Aktivitasnya yang padat tersebut tidak dibarengi dengan pertanggungjawaban atas dampak yang ditimbulkan. Karena itu, warga pun turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban perusahaan.

Yang membuat warga lebih kesal, kegiatan proyek dilakukan tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat. Mestinya sebagai tamu, perusahaan perlu mensosialisasikan kepada warga sehingga tidak menganggu ketenangan masyarakat.

“Ini tidak ada, tiba-tiba saja ada di situ,” kesalnya.

Ketua RT 07, Petrus Pongtiku juga mengaku tak berdaya dengan kegiatan proyek perusahaan tersebut. Ia sendiri sudah melaporkan kepada pihak perusahaan dan Kelurahan Karang Harapan sebagai penanggung jawab daerah setempat. Namun, tidak ada reaksi untuk melarang aktivitas perusahaan sampai sekarang.

“Kami sudah sampaikan, ya tolonglah jalan itu diperbaiki. Bilangnya akan diaspal, sampai sekarang, ya begini. Kadang kalau lewat di depan rumah, saya tidak bisa tidur,” tuturnya.

Ia mengakui aktivitas truk proyek tersebut memang sudah mengganggu ketenangan warga sekitar, serta merusak fasilitas jalan. Sebagai contoh, banyak jalan berlubang serta rusak jembatan diakibatkan aktivitas truk-truk perusahaan itu.

Karena itu, Petrus pun tidak bisa melarang jika warga mengancam akan menutup jalan. Ia sendiri sudah menasihati warganya agar bersabar. Namun, karena tidak ada solusi yang diberikan, warga naik pitam.

Sementara itu, ketua RT 16 Saleh, mengaku tidak tahu banyak tentang izin aktivitas perusahaan itu. Karena ia sendiri baru menjabat sekitar 8 bulan. Sementara perusahaan hadir sejak dua tahun lalu, dimana ketua RT sebelumnya adalah orang lain.

Namun, sepengetahuannya kehadiran perusahaan tersebut memang kontroversial. Dimana tidak sedikit juga warga yang melapor kepadanya untuk menolak aktivitas perusahaan, karena dinilai menganggu ketenangan warga.

“Memang sudah banyak gejolak awal saya menjabat ketua RT. Karena mempermasalahkan wilayah, wilayah permukiman, tapi kenapa ada pabrik,” ujarnya.

Saleh pun mengaku sudah mengingatkan pihak perusahaan agar lebih tertib dalam melaksanakan aktivitasnya. Termasuk waktu loading bagi truk-truk yang melintas di jalan itu. Selain itu, ia juga meminta agar perusahaan peduli terhadap kesehatan warga dengan menyiram debu yang dihasilkan dari aktivitas truk mereka.

Dari pantauan media ini, setelah beberapa jam bernegosiasi dengan warga, pihak perusahaan memberikan solusi sementara berupa pemasangan pelat baja untuk menutup jembatan yang nyaris ambles, sehingga bisa dilewati lagi oleh kendaraan. Namun, belum ada solusi jangka panjang yang ditawarkan perusahaan kepada warga. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 13:40

Tuntutan Warga Siap Dipenuhi

TARAKAN – Tuntutan warga agar perusahaan tambang batu bara yang telah mencemari sawah di Malinau…

Selasa, 21 November 2017 13:29

Tak Ada Kebijakan, MAF Bakal Hengkang

TARAKAN - Adanya keputusan Direktorat (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang menyatakan…

Senin, 20 November 2017 12:32

MAF Tak Boleh Pungut Biaya

TARAKAN – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan izin…

Senin, 20 November 2017 12:30

Istri Temukan Suami Tergantung

TARAKAN – AP (37), warga RT 03 Kelurahan Karang Balik, Kecamatan Tarakan Barat, ditemukan meninggal…

Sabtu, 18 November 2017 13:00

107,2 Ton Rotan Gagal Diselundupkan

TARAKAN – Satuan Tugas (Satgas) Patroli Laut Bea dan Cukai berhasil menahan sebuah kapal bermuatan…

Sabtu, 18 November 2017 12:56

Panwaslu Wanti-Wanti soal Pemalsuan Data

TARAKAN – Menjelang masuknya tahapan penyerahan berkas dukungan calon perseorangan atau independen…

Jumat, 17 November 2017 13:16

Tambah Mesin Diesel 7 MW, PLN Jamin Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – PT PLN Tarakan Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan menjamin tidak akan terjadi lagi pemadaman…

Kamis, 16 November 2017 13:27

Yansen Beri Ilmu ke Mahasiswa UBT

TARAKAN – Jumlah pengangguran di Tarakan bakal bertambah, seiring akan diwisudanya 560 mahasiswa…

Kamis, 16 November 2017 13:25

AA Belum Disanksi

PEGAWAI berinisial AA yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepengurusan administrasi kependudukan,…

Rabu, 15 November 2017 15:42

Umi Klaim Kumpulkan 30 Ribu KTP

TARAKAN – Langkah istri Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT), Umi Suhartini untuk maju Pilwali Tarakan…

Anggaran Kurang, TPP Tertunda

Istri Temukan Suami Tergantung

Umi Klaim Kumpulkan 30 Ribu KTP

AA Belum Disanksi

Tambah Mesin Diesel 7 MW, PLN Jamin Tak Ada Pemadaman

MAF Tak Boleh Pungut Biaya

Yansen Beri Ilmu ke Mahasiswa UBT

Terkendala Blangko dan Peralatan Cetak, Pelayanan KTP-el Dikeluhkan Warga

Panwaslu Wanti-Wanti soal Pemalsuan Data

107,2 Ton Rotan Gagal Diselundupkan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .