MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 13 November 2017 11:29
Aktivitas Perusahaan Dianggap Mengganggu, Warga Nyaris Blokir Jalan
BLOKIR JALAN: Warga menahan truk proyek yang melintas Jalan Damai Bhakti, Ahad (12/11) siang.

PROKAL.CO, TARAKAN – Belasan warga di Jalan Damai Bhakti RT 07 Kelurahan Karang Harapan, berkumpul di tengah jalan menahan truk proyek yang lalu lalang, Ahad (12/11) siang.

Ini merupakan puncak kekecewaan warga setempat atas perlakuan pemilik perusahaan yang dinilai tidak peduli terhadap kerusakan jalan, serta dampak negatif lain yang ditimbulkan dari aktivitas truk proyek tersebut.

Warga bahkan nyaris menutup jalan jika pihak perusahaan tidak memberikan solusi. Setelah bernegosiasi beberapa jam, pihak perusahaan sepakat memberikan solusi sementara.

Luther, salah satu warga mengungkapkan aktivitas truk proyek ini sudah berlangsung sejak dibukanya perusahaan tersebut dua tahun lalu. Kebetulan lokasinya berada di RT 16 Kelurahan Karang Harapan yang juga satu jalan dengan RT 7. 

Selama beraktivitas, Jalan Damai Bhakti jadi rusak dan berdebu sehingga mengganggu kesehatan warga sekitar. Bahkan, salah satu jembatan penghubung terancam ambles akibat tidak mampu menahan beratnya truk.

“Ini mobil 10 ton, baru bodinya itu. Lain lagi muatannya,” ujar Luther.

Padahal, jalan tersebut dibuat untuk memudahkan warga beraktivitas. Bukan untuk kegiatan proyek. Kegiatannya pun tidak kenal waktu. Menurut pengamatan Luther, mobil truk tersebut melintas dari pagi hingga malam hari.

Aktivitasnya yang padat tersebut tidak dibarengi dengan pertanggungjawaban atas dampak yang ditimbulkan. Karena itu, warga pun turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban perusahaan.

Yang membuat warga lebih kesal, kegiatan proyek dilakukan tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat. Mestinya sebagai tamu, perusahaan perlu mensosialisasikan kepada warga sehingga tidak menganggu ketenangan masyarakat.

“Ini tidak ada, tiba-tiba saja ada di situ,” kesalnya.

Ketua RT 07, Petrus Pongtiku juga mengaku tak berdaya dengan kegiatan proyek perusahaan tersebut. Ia sendiri sudah melaporkan kepada pihak perusahaan dan Kelurahan Karang Harapan sebagai penanggung jawab daerah setempat. Namun, tidak ada reaksi untuk melarang aktivitas perusahaan sampai sekarang.

“Kami sudah sampaikan, ya tolonglah jalan itu diperbaiki. Bilangnya akan diaspal, sampai sekarang, ya begini. Kadang kalau lewat di depan rumah, saya tidak bisa tidur,” tuturnya.

Ia mengakui aktivitas truk proyek tersebut memang sudah mengganggu ketenangan warga sekitar, serta merusak fasilitas jalan. Sebagai contoh, banyak jalan berlubang serta rusak jembatan diakibatkan aktivitas truk-truk perusahaan itu.

Karena itu, Petrus pun tidak bisa melarang jika warga mengancam akan menutup jalan. Ia sendiri sudah menasihati warganya agar bersabar. Namun, karena tidak ada solusi yang diberikan, warga naik pitam.

Sementara itu, ketua RT 16 Saleh, mengaku tidak tahu banyak tentang izin aktivitas perusahaan itu. Karena ia sendiri baru menjabat sekitar 8 bulan. Sementara perusahaan hadir sejak dua tahun lalu, dimana ketua RT sebelumnya adalah orang lain.

Namun, sepengetahuannya kehadiran perusahaan tersebut memang kontroversial. Dimana tidak sedikit juga warga yang melapor kepadanya untuk menolak aktivitas perusahaan, karena dinilai menganggu ketenangan warga.

“Memang sudah banyak gejolak awal saya menjabat ketua RT. Karena mempermasalahkan wilayah, wilayah permukiman, tapi kenapa ada pabrik,” ujarnya.

Saleh pun mengaku sudah mengingatkan pihak perusahaan agar lebih tertib dalam melaksanakan aktivitasnya. Termasuk waktu loading bagi truk-truk yang melintas di jalan itu. Selain itu, ia juga meminta agar perusahaan peduli terhadap kesehatan warga dengan menyiram debu yang dihasilkan dari aktivitas truk mereka.

Dari pantauan media ini, setelah beberapa jam bernegosiasi dengan warga, pihak perusahaan memberikan solusi sementara berupa pemasangan pelat baja untuk menutup jembatan yang nyaris ambles, sehingga bisa dilewati lagi oleh kendaraan. Namun, belum ada solusi jangka panjang yang ditawarkan perusahaan kepada warga. (mrs/fen)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 15:43

Ribuan Massa Hadiri Kampanye Akbar Pasangan OKE

TARAKAN – Rapat umum terbuka atau kampanye akbar pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota…

Jumat, 22 Juni 2018 15:08

Pemkot Tarakan Bersikap Tegas, Beri Sanksi Dua ASN Terlibat Politik

TARAKAN - Hari pertama masuk kerja pascacuti bersama, Kamis (21/6), Pemerintah Kota Tarakan langsung  menjatuhkan…

Kamis, 21 Juni 2018 15:13

Jalan di Perumahan PNS Rusak

TARAKAN – Pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terutama soal infrastruktur masih…

Kamis, 21 Juni 2018 14:58

DEBAT KURANG GEREGET, KPU Tarakan Beralasan Minim Anggaran

TARAKAN – Debat kandidat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan telah berlangsung di Kayan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:51

Sidak Hari Pertama Kerja

DALAM rangka mengawasi kinerja aparatur sipil negara (ASN), Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan…

Kamis, 14 Juni 2018 14:23

Motoris Negatif Gunakan Narkoba, Penyebab Kecelakaan Speedboat Masih Diselidiki

TARAKAN – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan mulai memeriksa saksi-saksi…

Rabu, 13 Juni 2018 15:31

DPT Bertambah, Jadi 133.345 Pemilih

PERUBAHAN jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan dilakukan…

Selasa, 12 Juni 2018 15:07

KPU dan Tim Sepakat di Taman Berkampung

TARAKAN – Lokasi rapat umum terbuka atau kampanye telah disepakati antara Komisi Pemilihan Umum…

Selasa, 12 Juni 2018 15:06

Warga Kurang Aktif

PANITIA Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Tarakan sudah memproses tujuh kasus terkait dugaan pelanggaran…

Senin, 11 Juni 2018 14:59

Asri Santosa: Maskapai dan Agen Taat Aturan

MENINDAKLANJUTI dugaan kenaikan harga tiket pesawat, stakeholder melakukan inspeksi mendadak (sidak)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .