MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

OLAHRAGA

Senin, 30 Oktober 2017 09:35
Polres Cabut Izin Pertandingan Futsal

AFP Kaltara Belum Keluarkan Rekomendasi

DIWARNAI KERICUHAN: Kaca pintu ruang Lubung Kantor Wali Kota Tarakan pecah akibat amukan massa usai pertandingan futsal di Lapangan Abdi Praja, Sabtu (28/10) malam.

PROKAL.CO, TARAKAN – Buntut kericuhan yang terjadi pada pertandingan futsal di Lapangan Abdi Praja Kantor Wali Kota Tarakan, Sabtu (29/10) malam, membuat Polres Tarakan mencabut izin pertandingannya. 

“Mereka ini mahasiswa dan terpelajar, seharusnya bisa menyelesaikan masalah secara terpelajar. Tetapi, malah mengakibatkan kerusuhan hingga mengakibatkan fasilitas Pemkot rusak,” tegas Wakapolres Tarakan Kompol Rizki Fara Shandy melalui sambungan telepon, Ahad (29/10).

Ia pun menuturkan, kericuhan diawali dengan adanya saling sindir saat pertandingan berlangsung. Namun, kericuhan baru memuncak saat pertandinganselesai dan para suporter sedang meninggalkan lokasi pertandingan.

“Memang ada intrik saat pertandingan berlangsung, tapi anggota yang jaga di pertandingan itu langsung meredam. Tetapi, mungkin masih ada yang bermasalah sampai akhirya saat pulang beberapa suporter terlibat adu mulut dan akhirnya ribut,” bebernya.

Beruntung saat kejadian ada sekuriti yang melihat sehingga langsung menyampaikan kepada polisi yang bergerak cepat ke lokasi kejadian. Pihaknya sendiri belum menerima laporan polisi dari Pemkot Tarakan sebagai pihak yang dirugikan.

Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kaltara pun menyayangkan kejadian ini. Menurut induk organisasi futsal di Bumi Benuanta ini, hal itu seharusnya tidak perlu terjadi jika ada ada proteksi lebih awal seperti mengeluarkan izin menggelar pertandingan.

Menurut Ketua Umum AFP Kaltara Maslan Latif, mestinya pertandingan tersebut juga berlangsung atas rekemondasi AFP Kaltara. Namun, pihaknya belum mengeluarkan izin secara resmi. Hanya sempat dikonfirmasi secara lisan untuk penggunaan wasit, bukan menanyakan masalah izin.

“Sempat mereka ada telepon saya, tapi mereka tidak tanya soal rekomendasi,  hanya menelepon masalah wasit,” ujar Maslan.

Padahal, lanjut Maslan, terbitnya rekomendasi dari AFP Kaltara juga menjadi dasar untuk bisa menggunakan wasit, meskipun sudah ada komisi wasit yang mengaturnya. Tanpa izin dari induk organisasi, mestinya pertandingan tidak boleh digelar.

Maslan juga menuturkan, rekomendasi AFP ini mestinya juga menjadi salah satu dasar bagi kepolisian untuk mengeluarkan izin keramaian. Sebab, sebagai induk organisasi secara teknis AFP Kaltara yang mengetahui teknis pertandingan.

Oleh karenanya, Maslan meminta kepolisian untuk mengevaluasi mekanisme mengeluarkan izin keramaikan untuk pertandingan olahraga seperti futsal. Ia juga menilai perlu dievaluasi jumlah aparat yang ditugaskan mengawal keamanan. Karena penjagaan terbilang minim sehingga tidak mampu mencegah terjadinya kericuhan.

Dengan peristiwa ini, ia menilai kepolisian kecolongan. Ke depan, tidak bisa lagi menganggap turnamen antarmahasiswa ini sebagai pertandingan tanpa risiko tinggi. Perlu ada penjagaan yang  maksimal demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.    

“Mohon ke depan pihak dari keamanan harus melihat situasi pertandingan dalam hal ini panitia yang mengadakan, lalu siapa-siapa pesertanya, apa rawan atau tidak,” ujarnya.

Tidak hanya kepolisian, pihaknya juga akan selektif dalam mengeluarkan rekomendasi izin pertandingan. Tanpa rekomendasi dari AFP, pihaknya tidak mengizinkan wasit untuk memimpin pertandingan.

Sekretaris AFK Kaltara Abdul Rahman juga membenarkan tidak terbitnya rekomendasi untuk pertandingan ini. Digelarnya turnamen tersebut hanya karena panitia penyelenggara mengaku sudah mendapatkan izin dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tarakan.

“Mereka (panitia) bilang sudah ada rekomendasi dari Dispora. Kalau AFP sampai sekarang belum menerbitkan surat rekomendasi tersebut,” ujar Rahman.

Ia tidak mempermasalahkan jika Dispora juga mengeluarkan rekomendasi karena menyangkut penggunakan fasilitas Pemkot Tarakan. Namun, mestinya rekomendasi dari AFP Kaltara juga menjadi landasan untuk mengizinkan dilaksanakannya pertandingan di lapangan tersebut.

Kepala Dispora Tarakan Suparlan yang coba dikonfirmasi awak, enggan mengangkat teleponnya. Namun, Kepala Bidang Olahraga Arwin Wello membenarkan telah mengeluarkan rekomendasi.

Namun, izin menggunakan fasilitas Pemkot untuk menggelar pertandingan yang diberikan kepada panitia penyelenggara tentu sudah dengan pertimbangan matang, karena ada catatan yang harus dipenuhi panitia sebelum menggelar pertandingan.  

“Memang ada menyetujui dilaksanakannya pertandingan, tapi dengan adanya catatan. Dengan rekomendasi itu juga terbit izin dari Polres,” ujar Arwin Wello.

Arwin pun merasa kecolongan dengan peristiwa ini. Oleh karenanya, hal ini akan menjadi bahan evaluasi pihaknya untuk lebih selektif dalam mengeluarkan izin, terutama jaminan keamanan. (mrs/fen)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .