MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:44
Ombak Tinggi, Nelayan Tak Melaut
DAMPAK CUACA BURUK: Kapal-kapal nelayan berukuran di bawah 10 GT ditambat di dermaga.

PROKAL.CO, TARAKAN – Cuaca ekstrem di perairan Kaltara sejak beberapa hari ini, membuat banyak nelayan di Tarakan, terutama kapal berukuran di bawah 10 GT, tak pergi melaut.

Itu diakui Ketua Persatuan Nelayan Kecil (PNK) Tarakan Rustan. Padahal, bulan ini adalah waktu yang pas bagi nelayan untuk melaut. Namun, karena kondisi angin kencang dari arah selatan yang tak terduga datangnya, membuat anggotanya banyak mengurungkan niat melaut.

“Pengaruh sih sebetulnya. Kami juga kaget kenapa ada angin selatan sekarang. Biasanya kalau bulan-bulan begini yang kita tunggu utara sudah. Jadi, agak ekstrem memang cuaca sekarang, tidak bisa kami prediksi,” ujarnya, Jumat (20/10).

Dia memperkirakan para nelayan akan libur melaut hingga tiga hari ke depan, karena cuaca ekstrem ini akan terjadi hingga Ahad (23/10). Jika dipaksakan, kondisi laut yang kurang bersahabat tidak hanya mengancam keselamatan nelayan, tapi juga sulit mendapatkan hasil tangkapan.

Rustan juga mengakui dampak tidak melaut ini membuat nelayan mengalami kerugian, meski jumlahnya tidak seberapa. Selain itu, pasokan ikan ke pasar-pasar, terutama ikan lokal yang ditangkap di perairan Tarakan dan sekitarnya, juga berkurang.

Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem hingga beberapa hari ke depan, Rustan mengimbau kepada nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kalaupun ingin melaut, diharapkan tidak berlayar hingga ke daerah yang jauh.

Sementara itu, kondisi cuaca yang ekstrem membuat Mamad, nelayan yang tinggal di sekitar Beringin, Kelurahan Selumit Pantai, hanya berani pergi melaut di daerah pinggiran Tarakan.

“Saya hanya di pinggir saja, tidak ke laut. Mungkin hari Minggu (22/10), baru saya rencana mau ke laut,” ujar pria paruh baya ini.

Namun, sebagai nelayan yang sudah lama mencari ikan di laut, Mamad mengaku sudah terbiasa dengan kondisi ombak yang agak ekstrem. Dia tinggal menyesuaikan dengan kondisi cuaca saja untuk pergi melaut. Jika sudah mulai normal, baru dia beraktivitas.

Manurut Mamad, dalam sekali melaut butuh waktu seminggu untuk menangkap ikan. Mamad sendiri memprioritaskan tangkapan udang untuk dijualnya ke pasar. Sementara untuk ikan, kebanyakan ikan kecil jenis gulama yang hanya untuk dimakan sehari-hari.

Diwartakan sebelumnya, prakirawan BMKG Tarakan William Sinaga memperkirakan kondisi cuaca sekitar Kaltara dalam beberapa hari ke depan masih kurang bersahabat. Itu disebabkan tekanan siklon angin tropis LAN yang terjadi di sebelah timur Filipina, dan secara tidak langsung berdampak di perairan Kaltara, termasuk Tarakan.

Tinggi gelombang di perairan Kaltara mulai hari ini sampai Ahad (22/10), diperkirakan 0,5 – 1,5 meter, dengan kecepatan angin mencapai 20 knot. “Jadi memang tinggi gelombang ada kenaikan di wilayah Kaltara,” ujarnya.

Tekanan siklon tropis ini juga menyebabkan berkurangnya potensi hujan di wilayah Kaltara dan cenderung panas dengan suhu mencapai 33 derajat celcius. Dia juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam berlayar. (mrs/fen)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 12:25

RS Tipe B Butuh 23 Dokter

TANJUNG SELOR – Menyusul percepatan realisasi pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B Provinsi Kaltara…

Senin, 19 Februari 2018 11:06

Rendah Karhutla, Dishut Tetap Antisipasi

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Utara…

Senin, 19 Februari 2018 10:52

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

TANJUNG SELOR – Penjualan Albothyl masih terdapat di sejumlah apotek di Tanjung Selor, Bulungan.…

Senin, 19 Februari 2018 10:50

Alat Praktik Siswa Dilengkapi Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Kunjungan kerja Gubernur Kaltara Irianto Lambrie ke Pulau Sebatik, Nunukan, Kamis…

Minggu, 18 Februari 2018 14:05

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor

TANJUNG SELOR - Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala menyatakan persoalan jaringan listrik yang hingga…

Minggu, 18 Februari 2018 14:03

Parpol Diminta Lengkapi Laporan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara telah menganggarkan dana bantuan untuk partai politik (banpol)…

Minggu, 18 Februari 2018 14:02

Banjir Rendam Dua Desa

TANJUNG SELOR - Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Kabupeten Bulungan sejak beberapa hari…

Sabtu, 17 Februari 2018 13:59

Rela Antre demi Dokter Spesialis

TANJUNG SELOR – Masyarakat di daerah perbatasan membutuhkan peningkatan pelayanan kesehatan, terutama…

Jumat, 16 Februari 2018 12:53

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

TANJUNG SELOR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara menargetkan hasil tangkapan ikan nelayan…

Jumat, 16 Februari 2018 12:48

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

TANJUNG SELOR – Wilayah Kalimantan Utara memiliki banyak potensi bencana alam. Berdasarkan pengamatan…

Wali Kota Tarakan Bisa Dicopot, Jika Tak Mau Mengalihkan Tiga UPTD Perikanan

Penetapan NIK Ditarget Pekan Ini, Ishak: Semua Tergantung BKN

Kapolres Tegaskan Murni Kecelakaan

Diskes dan Polisi Masih Tunggu Hasil Lab

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

Banjir Rendam Dua Desa

Pembenahan Gudang Farmasi Kaltara, Ditargetkan Rampung Sepekan

Rela Antre demi Dokter Spesialis

Sebatik Jadi Sentra Kelautan dan Perikanan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .