MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:44
Ombak Tinggi, Nelayan Tak Melaut
DAMPAK CUACA BURUK: Kapal-kapal nelayan berukuran di bawah 10 GT ditambat di dermaga.

PROKAL.CO, TARAKAN – Cuaca ekstrem di perairan Kaltara sejak beberapa hari ini, membuat banyak nelayan di Tarakan, terutama kapal berukuran di bawah 10 GT, tak pergi melaut.

Itu diakui Ketua Persatuan Nelayan Kecil (PNK) Tarakan Rustan. Padahal, bulan ini adalah waktu yang pas bagi nelayan untuk melaut. Namun, karena kondisi angin kencang dari arah selatan yang tak terduga datangnya, membuat anggotanya banyak mengurungkan niat melaut.

“Pengaruh sih sebetulnya. Kami juga kaget kenapa ada angin selatan sekarang. Biasanya kalau bulan-bulan begini yang kita tunggu utara sudah. Jadi, agak ekstrem memang cuaca sekarang, tidak bisa kami prediksi,” ujarnya, Jumat (20/10).

Dia memperkirakan para nelayan akan libur melaut hingga tiga hari ke depan, karena cuaca ekstrem ini akan terjadi hingga Ahad (23/10). Jika dipaksakan, kondisi laut yang kurang bersahabat tidak hanya mengancam keselamatan nelayan, tapi juga sulit mendapatkan hasil tangkapan.

Rustan juga mengakui dampak tidak melaut ini membuat nelayan mengalami kerugian, meski jumlahnya tidak seberapa. Selain itu, pasokan ikan ke pasar-pasar, terutama ikan lokal yang ditangkap di perairan Tarakan dan sekitarnya, juga berkurang.

Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem hingga beberapa hari ke depan, Rustan mengimbau kepada nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kalaupun ingin melaut, diharapkan tidak berlayar hingga ke daerah yang jauh.

Sementara itu, kondisi cuaca yang ekstrem membuat Mamad, nelayan yang tinggal di sekitar Beringin, Kelurahan Selumit Pantai, hanya berani pergi melaut di daerah pinggiran Tarakan.

“Saya hanya di pinggir saja, tidak ke laut. Mungkin hari Minggu (22/10), baru saya rencana mau ke laut,” ujar pria paruh baya ini.

Namun, sebagai nelayan yang sudah lama mencari ikan di laut, Mamad mengaku sudah terbiasa dengan kondisi ombak yang agak ekstrem. Dia tinggal menyesuaikan dengan kondisi cuaca saja untuk pergi melaut. Jika sudah mulai normal, baru dia beraktivitas.

Manurut Mamad, dalam sekali melaut butuh waktu seminggu untuk menangkap ikan. Mamad sendiri memprioritaskan tangkapan udang untuk dijualnya ke pasar. Sementara untuk ikan, kebanyakan ikan kecil jenis gulama yang hanya untuk dimakan sehari-hari.

Diwartakan sebelumnya, prakirawan BMKG Tarakan William Sinaga memperkirakan kondisi cuaca sekitar Kaltara dalam beberapa hari ke depan masih kurang bersahabat. Itu disebabkan tekanan siklon angin tropis LAN yang terjadi di sebelah timur Filipina, dan secara tidak langsung berdampak di perairan Kaltara, termasuk Tarakan.

Tinggi gelombang di perairan Kaltara mulai hari ini sampai Ahad (22/10), diperkirakan 0,5 – 1,5 meter, dengan kecepatan angin mencapai 20 knot. “Jadi memang tinggi gelombang ada kenaikan di wilayah Kaltara,” ujarnya.

Tekanan siklon tropis ini juga menyebabkan berkurangnya potensi hujan di wilayah Kaltara dan cenderung panas dengan suhu mencapai 33 derajat celcius. Dia juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam berlayar. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 13:53

Minta DPU Lakukan Investigasi, Syarwani: Pelaku Harus Tanggung Jawab

TANJUNG SELOR – Rusaknya dinding penahan air atau turap di Selimau, Tanjung Selor karena ditabrak…

Selasa, 21 November 2017 13:28

Isu Bakso Daging Tikus Berdampak ke Bulungan

TANJUNG SELOR – Merebaknya isu bakso yang terindikasi spesies tikus di Kabupaten Nunukan, berdampak…

Selasa, 21 November 2017 13:25

Panwaslu Tak Persoalkan Status

TANJUNG SELOR – Anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Bulungan resmi dilantik,…

Senin, 20 November 2017 12:42

Turap Selimau Babak Belur, Lagi-Lagi Dihajar Kapal Barang

TANJUNG SELOR – Kondisi dinding penahan air atau turap di Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur,…

Senin, 20 November 2017 12:27

Proses Pemulihan Raisal Butuh Waktu Lama

TANJUNG SELOR – Pemulihan luka bakar Raisal, bocah 5 tahun asal Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung…

Minggu, 19 November 2017 14:02

Soal Bakso Terindikasi Spesies Tikus, DPKP Sebut Ada Tiga Faktor

TANJUNG SELOR – Isu adanya kandungan daging tikus pada bakso di Nunukan, masih ramai diperbincangkan…

Sabtu, 18 November 2017 12:55

Teruskan Warisan Leluhur, Ketupat Jadi Lambang Persatuan

Di setiap bulan Safar kalender Hijriah, masyarakat suku Tidung menggelar tradisi turun-temurun. Yakni,…

Sabtu, 18 November 2017 12:53

Investor Belanda Tertarik Bangun PLTS

TARAKAN – Selain upaya dari PLN untuk mewujudkan keandalan listrik di Tarakan, pihak swasta juga…

Sabtu, 18 November 2017 12:47

Usulkan Jika Ada Penerimaan CPNS

LIMA jabatan pada seleksi CPNS Pemprov Kaltara dipastikan kosong, karena tidak ada peserta yang mencapai…

Sabtu, 18 November 2017 12:45

Lima Jabatan Dipastikan Kosong, Hanya 1.043 Peserta Lolos SKB

TANJUNG SELOR – Peserta seleksi penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang telah lolos seleksi kompetensi…

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir

Heboh Bakso Daging Tikus, Kadis DPKP Sebut Masih Indikasi

Usulkan Jika Ada Penerimaan CPNS

Soal Bakso Terindikasi Spesies Tikus, DPKP Sebut Ada Tiga Faktor

Rencana Kemenpan Buka Penerimaan CPNS 2018, Pemkab dan Pemprov Tunggu Info Resmi

Raisal Akan Jalani Operasi Kedua

Diduga karena Tercemar Limbah Perusahaan Tambang, Lahan Pertanian Terancam Tak Produktif

Ramp Check Digelar H-10

Pelanggar Lalu Lintas Meningkat
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .