MANAGED BY:
SENIN
25 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:44
Ombak Tinggi, Nelayan Tak Melaut
DAMPAK CUACA BURUK: Kapal-kapal nelayan berukuran di bawah 10 GT ditambat di dermaga.

PROKAL.CO, TARAKAN – Cuaca ekstrem di perairan Kaltara sejak beberapa hari ini, membuat banyak nelayan di Tarakan, terutama kapal berukuran di bawah 10 GT, tak pergi melaut.

Itu diakui Ketua Persatuan Nelayan Kecil (PNK) Tarakan Rustan. Padahal, bulan ini adalah waktu yang pas bagi nelayan untuk melaut. Namun, karena kondisi angin kencang dari arah selatan yang tak terduga datangnya, membuat anggotanya banyak mengurungkan niat melaut.

“Pengaruh sih sebetulnya. Kami juga kaget kenapa ada angin selatan sekarang. Biasanya kalau bulan-bulan begini yang kita tunggu utara sudah. Jadi, agak ekstrem memang cuaca sekarang, tidak bisa kami prediksi,” ujarnya, Jumat (20/10).

Dia memperkirakan para nelayan akan libur melaut hingga tiga hari ke depan, karena cuaca ekstrem ini akan terjadi hingga Ahad (23/10). Jika dipaksakan, kondisi laut yang kurang bersahabat tidak hanya mengancam keselamatan nelayan, tapi juga sulit mendapatkan hasil tangkapan.

Rustan juga mengakui dampak tidak melaut ini membuat nelayan mengalami kerugian, meski jumlahnya tidak seberapa. Selain itu, pasokan ikan ke pasar-pasar, terutama ikan lokal yang ditangkap di perairan Tarakan dan sekitarnya, juga berkurang.

Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem hingga beberapa hari ke depan, Rustan mengimbau kepada nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kalaupun ingin melaut, diharapkan tidak berlayar hingga ke daerah yang jauh.

Sementara itu, kondisi cuaca yang ekstrem membuat Mamad, nelayan yang tinggal di sekitar Beringin, Kelurahan Selumit Pantai, hanya berani pergi melaut di daerah pinggiran Tarakan.

“Saya hanya di pinggir saja, tidak ke laut. Mungkin hari Minggu (22/10), baru saya rencana mau ke laut,” ujar pria paruh baya ini.

Namun, sebagai nelayan yang sudah lama mencari ikan di laut, Mamad mengaku sudah terbiasa dengan kondisi ombak yang agak ekstrem. Dia tinggal menyesuaikan dengan kondisi cuaca saja untuk pergi melaut. Jika sudah mulai normal, baru dia beraktivitas.

Manurut Mamad, dalam sekali melaut butuh waktu seminggu untuk menangkap ikan. Mamad sendiri memprioritaskan tangkapan udang untuk dijualnya ke pasar. Sementara untuk ikan, kebanyakan ikan kecil jenis gulama yang hanya untuk dimakan sehari-hari.

Diwartakan sebelumnya, prakirawan BMKG Tarakan William Sinaga memperkirakan kondisi cuaca sekitar Kaltara dalam beberapa hari ke depan masih kurang bersahabat. Itu disebabkan tekanan siklon angin tropis LAN yang terjadi di sebelah timur Filipina, dan secara tidak langsung berdampak di perairan Kaltara, termasuk Tarakan.

Tinggi gelombang di perairan Kaltara mulai hari ini sampai Ahad (22/10), diperkirakan 0,5 – 1,5 meter, dengan kecepatan angin mencapai 20 knot. “Jadi memang tinggi gelombang ada kenaikan di wilayah Kaltara,” ujarnya.

Tekanan siklon tropis ini juga menyebabkan berkurangnya potensi hujan di wilayah Kaltara dan cenderung panas dengan suhu mencapai 33 derajat celcius. Dia juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam berlayar. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 24 Juni 2018 14:42

Target Seribu Pecandu Narkoba Direhabilitasi

TANJUNG SELOR - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kaltara mempunyai program seribu korban…

Minggu, 24 Juni 2018 14:32
Istri Mantan Bupati Bulungan Budiman Arifin Meninggal Dunia

Dikenal sebagai Politisi Perempuan yang Aktif

TANJUNG SELOR – Chairiah, 54 tahun, istri dari mantan Bupati Bulungan, Budiman Arifin meninggal…

Minggu, 24 Juni 2018 14:29
Perjuangan Aldo, Anak Keluarga Miskin untuk Bisa Sekolah

Bantu Ibu Berjualan, Ingin Masuk MTsN

"Saya tahu susahnya orangtua untuk menyekolahkan saya," kata Aldo Rivaldhy. Kalimat itu terucap dari…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:53

Proses Seleksi Sekprov Independen

TANJUNG SELOR – Untuk proses pendaftaran calon pejabat madya di lingkup Pemprov Kaltara beberapa…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:51

Jalur Keluarga Miskin Paling Diminati

TARAKAN — Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:43

Keterbatasan Anggaran Jadi Penyebab Kesulitan Perbaiki Jalan Penghubung Tiga Desa

TANJUNG SELOR - Jalan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan yang rusak…

Jumat, 22 Juni 2018 15:23

Kasus Bayi Terus Dikembangkan, Polisi Sempat Panggil Sejumlah Terduga

TARAKAN – Walaupun masih belum menemukan titik temu, namun Kepolisian tetap optimistis dapat menangkap…

Jumat, 22 Juni 2018 15:09

Empat Pegawai Bolos Kerja

GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie menegaskan akan memberikan sanksi terhadap aparatur sipil…

Jumat, 22 Juni 2018 15:06

Evaluasi Kepadatan Transportasi

TANJUNG SELOR – Arus mudik dan balik Lebaran 2018 diklaim berjalan lancar dan aman. Meski masih…

Kamis, 21 Juni 2018 14:52

Perbanyak Silaturahmi, Jenguk Senior yang Sakit

Momen Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan oleh seluruh umat muslim untuk bersilaturahmi. Tak kecuali Gubernur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .